5 Temperamen Si Kecil Yang Harus Diketahui Orangtua

08.10.00

Bila dicermati, masing-masing anak mempunyai temperamental yang berbeda-beda. Ada anak yang mudah diredakan ketika tangisannya pecah dan ada anak yang sulit untuk diredakan.


Menurut Tracy Hogg dalam bukunya Secrets of Baby Whisperer for Toddlers, ada lima jenis temperamen pada anak. Kita perlu mengetahui temperamen pada anak-anak, karena dengan mengetahui jenis temperamen mereka harapannya kita bisa lebih mudah menjalin interaksi dengan anak dalam berbagai kesempatan. Nah, berikut lima temperamen pada anak:




  • Si ‘malaikat’. Ada anak yang saat masih bayi menunjukkan sifat manis seperti malaikat. Anak seperti ini biasanya sangat ramah dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lebih mudah untuk dialihkan ketika kemauannya tidak terpenuhi sehingga kemarahannya tidak sampai pada tahap tantrum. Cenderung lebih cepat bicara daripada anak lain atau paling tidak bisa mengungkapkan keinginannya secara jelas. Anak lain seusianya berganti-ganti mainan dalam waktu pendek. Sementara, anak seperti ini lebih menikmati permainannya dalam jangka waktu yang lebih panjang. Ketika diajak bepergian ia dapat menyesuaikan dalam keadaan apapun, sehingga sangat menyenangkan dan tidak merepotkan ketika dibawa-bawa.



  • Si buku teks. Saat masih bayi, anak dengan tipe seperti ini mengalami tahap-tahap perkembangan tepat pada waktunya. Perkembangannya persis seperti apa yang ada di buku. Anak tipe buku teks tak banyak mengalami kesulitan menyesuaikan pada lingkungan baru. Tapi terkadang dia terlihat pemalu saat pertama kali bertemu dengan orang asing. Anak seperti ini menyukai kegiatan yang sifatnya rutin dan suka mengetahui apa yang harus ia lakukan berikutnya. Walaupun anak tipe ini paling nyaman dalam lingkungannya sendiri. Tapi, bila ada acara keluar yang direncanakan dengan baik, dan kita cukup memberi waktu untuk mempersiapkannya dia akan bisa menyesuaikan.



  • Si sensitif. Anak dengan tipe seperti ini sensitif dan sangat lambat beradaptasi pada situasi yang baru. Dia lebih menyukai sesuatu yang teratur dan dapat dikenali. Ia sering diberi label pemalu. Kita perlu mendorongnya untuk masuk dalam pertemanan sosial agar sifat pemalunya bisa dikikis. Ia sering sulit berbagi, tetapi jika kita membiarkanya melakukan sesuatu sesuai kemampuannya, ia kaya akan ide, mempunyai pemikiran yang peka dan suka merenungkan masalah yang ia hadapi. Ia juga cenderung lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.



  • Si penuh semangat. Anak penuh semangat secara fisik sangat aktif, ia menyukai petualangan. Jiwa petualangnya menjadikan ia suka bergaul dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Semangat berprestasinya tinggi. Pada waktu yang sama kita harus menentukan batasan yang jelas agar ia tidak bertindak seperti bola liar yang menggelinding tak beraturan. Begitu mulai menangis, anak dengan temperamen seperti ini akan bertahan lama dan terkadang cenderung melakukan temper tantrum di saat kesal. Jika ia kita bimbing dan diberi saluran yang tepat untuk energinya, anak penuh semangat bisa menjadi pemimpin yang bisa menyelesaikan apapun yang menjadi minatnya.



  • Si galak. Anak dengan tipe galak cenderung sering marah, keras kepala dan ingin segala sesuatu sesuai keinginannya. Jika kita memintanya melakukan sesuatu sesuai keinginan kita, ia akan menolak. Pasalnya, ia suka melakukannya sendiri dan dengan caranya sendiri. Walaupun begitu, anak tetap perlu belajar menyelesaikan tugas dan ini berarti ia membutuhkan orang lain agar nantinya ia tetap dapat bekerja dalam sebuah tim. Sisi positif anak dengan temperamen ini, mereka cenderung suka melihat ke dalam, banyak akal dan kreatif. Terkadang bahkan bijaksana dan bertindak seolah-olah sudah tahu sebelumnya.

You Might Also Like

6 komentar

  1. hmmm.... sepertinya anak saya tipe si penuh semangat :) makasih udah diingatkan lagi ttg hal ini

    BalasHapus
  2. Sepertinya saya lebih cocok dengan tipe si penuh semangat deh

    BalasHapus
  3. sama adek saya juga pnya jiwa penuh semangat

    BalasHapus
  4. menarik membahas tentang tantrum anak

    BalasHapus
  5. Sebagai orang tua harus ekstra sabar dalam mendidik dan pintar2 memberi nasihat, kalau anak sudah terbiasa tantrum akan lebih sulit mengatasinya

    BalasHapus
  6. Jangan sampai kita membiasakan mengikuti kemauan anak saat dia tantrum, karena itu akan menjadi pola yang tidak baik untuk anak. Nantinya, dia akan berfikir jika menginginkan sesuatu harus tantrum dulu. Terima kasih mbak sudah mau berbagi :)

    BalasHapus