Like Mother Like Son

20.15.00

Fotografi sebenernya bukan hobi yang saya tekuni sejak lama. Awalnya sih karena tuntutan nulis blog. Lho, kok bisa?


Awal-awal ngeblog nggak pernah punya pikiran menampilkan foto yang bagus. Konsen ke tulisan aja. Untuk keperluan foto yang mendukung tulisan biasanya saya donlot dari berbagai sumber.


Pas blog walking ke beberapa blogger, blog mereka terlihat menarik karena didukung sama foto-foto yang keren. Nah, mulailah saya belajar fotografi. Dari yang awalnya pakai kamera ponsel, trus ganti kamera mirrorless, tahun lalu akhirnya saya memutuskan membeli kamera DSLR.


Setelah beli kamera SLR, ternyata saya malah jadi stres. Mengoperasikan kamera SLR ternyata susah banget. Perlu waktu beberapa bulan buat belajar  hal-hal teknis seperti segitiga exposure. Itupun sampai sekarang juga belum bisa dibilang mahir. Teorinya sih udah paham, cuman pas giliran praktek hasilnya kok ya cuman gitu-gitu aja. Belum memuaskan. Masih perlu 5 L, latihan.. latihan.. latihan.. latihan.. dan latihan lagi :(


Like mother

Eniwe, kebiasaan saya cetrak cetrek ternyata menarik perhatian anak saya yang pertama. Dia suka bertanya ini itu seputar kamera. Saat saya memotret makanan di rumah, dia selalu berada tak jauh dari saya. Memperhatikan dengan seksama bagaimana saya men-set kamera dan mengatur makanan yang akan di foto.


Beberapa waktu lalu, sebuah produsen makanan ringan yang memproduksi makanan sehat menyodorkan target omzet bulanan yang harus saya capai dengan hadiah tertentu. Diantara hadiah yang ditawarkan adalah kamera pocket merk Nikon. Tak perlu berpikir panjang, saya pun tanda tangan kontrak dengan memilih kamera sebagai hadiahnya. Dengan begitu saya tak perlu membelikan si Sulung kamera untuk menyalurkan hobinya. Benar saja, si Sulung gembira saat saya beri ia sebuah kamera pocket yang bebas ia gunakan kapan pun.


Senangnya lagi, sekarang saya nggak bingung cari temen buat nemenin hunting foto kalau lagi males jalan sendirian. Dengan senang hati si Sulung akan menemani saya. Seperti saat saya pengen motret lorong kecil di samping pasar Beringharjo yang menjual barang-barang antik dengan harganya pas di kantong untuk bahan postingan blog fotografi beberapa hari lalu.

You Might Also Like

6 komentar

  1. Hwaaaa...Mas Hamid makin keren deh aahhh...

    BalasHapus
  2. Mantappp, hehe, sayangnya kamera saya terjual (eh dijual ding) karena keseringan nganggur -__-

    BalasHapus
  3. Lama-kelamaan Mbak Ika bisa minjam foto si sulung buat di blog :)

    BalasHapus
  4. mantap mbak, si sulung jadi punya kegiatan baru yang positif..

    BalasHapus
  5. bisa diasah mbak, siapa tau nanti gedenya jadi photographer profesional.

    BalasHapus
  6. Pengarahan yang baik mbak, jadi mengenalkan minat anak secara gak sadar ya hehe

    BalasHapus