Pilih Produk Keuangan Syariah Yang Lebih Menenteramkan

05.50.00

Nggak terasa hampir lima tahun saya berhijrah menggunakan produk keuangan syariah. Meski belum 100% meninggalkan produk bank konvensional karena beberapa transaksi dengan supplier masih menggunakan rekening salah satu bank konven. Tapi itu pun hanya untuk memudahkan transaksi saja, bukan untuk menyimpan uang. Sementara untuk tabungan pribadi, pinjaman modal usaha maupun pinjaman untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti pinjaman untuk membeli mobil sudah sepenuhnya menggunakan produk syariah. Alhamdulillah, semua asuransi untuk keluarga juga menggunakan asuransi syariah.



Apa yang membuat Aku Cinta Keuangan Syariah?

[caption id="attachment_16105" align="alignright" width="348"]Tabungan Produk keuangan syariah[/caption]

Berbeda dengan keputusan mengalihkan uang simpanan dari bank konvensional ke bank syariah, butuh waktu lama untuk memutuskan mengalihkan pinjaman ke bank syariah. Padahal suami sudah membelikan saya beberapa buku tentang bahayanya riba. Bank syariah sempat menjadi isu sensitif antara saya dan suami. Setiap menyinggung apapun yang berkaitan dengan bank syariah, akhirnya berujung perdebatan yang tidak ada habisnya.


Alasan utama kenapa dulu saya susah move on dari bank konven karena tipisnya keimanan saya. Belum yakin kalau Allah SWT akan mengeluarkan saya dari situasi krisis dengan menjalankan syariat-Nya. Kepentingan duniawinya masih sangat tinggi. Waktu itu saya menganggap bagi hasil atau margin yang harus saya bayarkan ke bank syariah atas pinjaman yang saya ajukan belum kompetitif. Bahasa gampangnya, bunga pinjaman bank syariah jauh lebih tinggi daripada bank konven.


Sampai suatu hari, saya membaca pengalaman seorang pengusaha muslim yang keluar dari krisis salah satunya karena ia telah mengalihkan pinjamannya ke bank syariah di sebuah majalah pengusaha muslim. Ia mengungkapkan jika hijrahnya itu membuat usahanya lebih barokah. Saya merasa tersentil karena saat itu kondisi usaha saya sedang tidak sehat dan dalam masa pemulihan.


Kini, saya merasa lebih tenteram karena sudah berada di jalur yang benar. Sudah berikhtiar untuk menjauhi riba. Terutama untuk pembiayaan modal kerja, KPR dan pembiayaan lain. Selain lebih barokah, pinjaman melalui bank syariah lebih aman karena tak terpengaruh fluktuasi ekonomi. Cicilan bulanan pada bank Syariah memiliki kepastian karena cicilannya tetap, tidak seperti cicilan pada bank konvensional yang selalu fluktuatif sesuai suku bunga pasaran yang ditetapkan BI. Tentunya hal ini lebih menguntungkan disaat kondisi ekonomi negara kita sedang krisis.


Selama hampir 5 tahun menggunakan produk keuangan syariah, Alhamdulillah saya juga tak menemukan kesulitan yang berarti saat bertransaksi. Kebijakan BI yang membolehkan dan mengijinkan cabang bank konvensional yang telah memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) untuk melayani transaksi syariah (office channelling) memudahkan saya saat berada di daerah yang belum terjangkau bank syariah.


Buat kamu yang tinggal di daerah yang belum terdapat bank syariah tapi ingin menabung atau memanfaatkan fasilitas bank syariah, coba datang ke bank konven yang memiliki Unit Usaha Syariah seperti bank Mandiri, CIMB, BNI dll. Tanyakan pada pihak bank tersebut apakah bank tersebut menerapkan office channelling.


Nah, dari pengalaman saya berhubungan dengan beberapa bank syariah hampir lima tahun ini, ada beberapa tips dalam memilih produk-produk keuangan syariah baik tabungan maupun pinjaman, diantaranya;




  • Sebelum membuka rekening tabungan, pelajari dulu beberapa jenis tabungan yang ditawarkan bank syariah yang kita pilih. Apakah tabungan iB, tabungan rencana, tabungan pensiun, deposito ataupun giro agar sesuai dengan kebutuhan.

  • Jika ingin mengajukan pinjaman, survey terlebih dahulu ke beberapa bank syariah berapa margin yang dikenakan atas pinjaman yang ingin kita ajukan. Dari pengalaman saya, tiap bank syariah menetapkan margin yang berbeda tergantung produk unggulan yang mereka tawarkan. Misalkan, bank syariah A yang memiliki produk unggulan KPR biasanya menetapkan margin yang lebih kompetitif dibandingkan pesaing. Bahasa gampangnya bank tersebut menetapkan margin lebih rendah daripada bank lain untuk produk KPR. Hal ini tentunya untuk menarik minat debitur pada produk unggulan mereka.

  • Jangan lupa menanyakan pada pihak bank syariah yang dipilih, ada tidaknya penalty alias denda pembayaran bila ingin melunasi semua cicilan sebelum waktunya. Walaupun seharusnya ini tak ada, beberapa bank syariah menerapkan penalty jika peminjam ingin melunasi utangnya sebelum selesai masa angsuran. Jumlahnya bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank. Berharap banget penalty bisa dihapus dari semua bank syariah, karena saat saya memiliki rejeki lebih yang bisa untuk menutup utang, saya ingin melunasi utang dengan segera.

  • Tanyakan juga apakah ada "pemutihan" utang jika debitur meninggal dunia. Jika ada, paling tidak kita tidak memberatkan ahli waris dengan beban utang.


 

You Might Also Like

48 komentar

  1. Makasih Mbak Ika pengingatnya. Saya masih berkutat dan bekerja di bank konvensional nih.
    Kemarin sempat belajar mengenai beberapa produk keuangan syariah.

    BalasHapus
  2. ikakoentjoro5 Juni 2015 11.31

    Roaming bahasa... maaf nggak paham saiya :P

    BalasHapus
  3. Waaahhh buat saya yang masih awam banget, jadi dapat pencerahan nihhhh Terima kasih Mba Ika :))

    BalasHapus
  4. Saya pake banknya buat nabung mak, jd blm mikir ribet2 kaya pinjaman. Mgkn ntar kalo sdh masanya pinjem2 milih yg syariah kali ya

    BalasHapus
  5. Hati lebih tentram rasanya kalau pakai produk syariah ya, Mbak Ika...

    BalasHapus
  6. Sama mbak aku juga nabung di baks syariah, asuransiku juga syariah, tapi masih pakai bank konvensional juga sih utk kemudahan transaksi dengan klien

    BalasHapus
  7. Niat yang lurus disertai dengan ikhtiar ... insya Allah barokah. aamiin.
    Bagus tips-nya, agar yang lainnya juga bisa menikmati barokah-Nya.
    Alhamdulillah, saya juga menggunakan produk syariah (Mandiri).

    BalasHapus
  8. Tipsnya sangat bermanfaat mba. Adakalanya kita memang susah move on dari bank konvensional, padahal bank syariah kini fasilitasnya sudah sama dengan bank konvensional. Memang kudu niat.

    BalasHapus
  9. Pengen beralih ke syariah sebenarnya Mbak, tapi belum sempat terus.

    BalasHapus
  10. Aku juga bertahap ni mbak mulai pindah ke bank syariah. Alhamdhulilaj asuransi dan tabungan udh pake syariah cuma ya kya mbak ika gtu utk kemudahan transaksi ttp dipertahankan 1 akun konven

    BalasHapus
  11. krn aku kerja di salah satu bank asing di jkt, udh pasti kebanyakan investasi dan tabugan ku ada di bank tempat aku kerja :D.. tp sepertiganya aku tempatin di syariah mandiri utk jaga2 mba :D... Masih blm bisa 100% di bank syariah krn, kbnyakan bank syariah ini ga bnyk mengeluarkan produk mata uang asing.. smntara di bank tmpat aku kerja ada 13 macam yg bisa kita pilih... memang sih ga bijak lbh memilih foreign currency drpd mata uang sendiri.. tp gmn ya mba, Rp kita ancur2an gitu..ga menguntungkan samasekali utk menyimpan rp skr ini -__-

    BalasHapus
  12. lebih tenang kalau pake syariah

    BalasHapus
  13. Salut mba Ika, akupun rencana kalo perlu modal lagi pengen pake syariah aja sepulangnya ke indo, trus mulai nabung dengan LM aja yang bebas riba. Kata temenku yang ahli finance, sistem bank syariah di indo emang masih jauh dr syari yang sebenernya (walaupun lbh baik jg dr bank konven), paling ngga kita ada niat dan usaha untuk jadi lebih baik, mudah2an ada nilainya di mata Allah, hahaha *ngarep

    BalasHapus
  14. terimakasih banyak artikel ini sangat bermanfaat sekali untuk saya..
    semoga blog ini terus sukses.. dan memberikan banyak informasi yang berguna..

    BalasHapus
  15. Aku belum semua. Baru untuk urusan haji & umroh saja.

    BalasHapus
  16. Terima kasih Tipsnya ya Mbak Ika ...

    Pengin juga mempelajari produk-produk perbankan syariah ...
    agar lebih berkah

    Salam saya Mbak
    (6/6 : 22)

    BalasHapus
  17. bagus nih infonya jadi lebih tahu sekarang

    BalasHapus
  18. Aku juga sejak ada bank syariah langsung migrasi semua akun bank konvensi ke bank syariah

    BalasHapus
  19. pemutihan utang penting jug aya mbak untuk ahli waris. Kalau dalam islam nanti hukumnya gimana ya mbak?

    BalasHapus
  20. Sudah pakai satu produk syariah. Tabungan gitu. :)

    BalasHapus
  21. aku juga pakai beberapa dan so far oke servicenya :)

    BalasHapus
  22. alhamdullah dr tabungan, asuransi pakai yg syariah

    BalasHapus
  23. SANGAT menarik semua informasinya,.,,, memberikan info yang bermanfaat

    BalasHapus
  24. Makasih infonya gan., Cukup membantu

    BalasHapus
  25. Masih awam tentang bank syariah dan non syariah. Saya hanya pakai bank buat keluar masuk gaji doang...

    BalasHapus
  26. aku baru tau mba.. makasih yaa pencerahannya. kalau sekarang masih menggunakan bank konvesional dan belum kepikiran untuk pindah ke syariah. mungkin nanti sebagian mau pindahin kesana. tfs mak..

    BalasHapus
  27. Tulisan diatas sangat menarik, saya juga memiliki tulisan serupa mengenai Ekonomi Syariah, kunjungi balik ya

    BalasHapus
  28. Bagus infonya, walaupun sebagian orang belum puas dengan masalah syar'i nya

    BalasHapus
  29. Pengen beralih ke syariah sebenarnya, pencerahan buat saya nih' Terima kasih Mba

    BalasHapus
  30. wah makasih nih mbak jadi dapet pencerahan

    BalasHapus
  31. jadi pengen nyoba beralih ke bank syariah nih mbak

    BalasHapus
  32. Good Information and can not wait to read further information

    BalasHapus
  33. terimakasih pencerahannya ..
    lebih baik pilih syariah ... supaya berkah ya mbak

    BalasHapus
  34. terima kasih atas tulisannya mba, sangat bermanfaat :)
    beberapa waktu lalu juga saya membuka rekening untuk bank syariah, semoga bisa semakin menentramkan hati :)

    BalasHapus
  35. Sungguh menarik artikelnya gan.. sukses selalu gan...

    BalasHapus
  36. artikelnya siiip kaka, makasih sudah share :-)

    BalasHapus
  37. the information is exciting, and wait for the next article

    BalasHapus
  38. sama mbak, saya juga pakai yang syariah

    BalasHapus
  39. Artikel yang menarik dan bermanfaat untuk menjadi bahan pertimbangan. Makasih mbak..

    BalasHapus
  40. Waaahhh buat saya yang masih awam banget, jadi dapat pencerahan nihhhh Terima kasih Mba Ika :))

    BalasHapus