Berkeliling Macau Seharian

00.42.00

Setalah 4,5 jam berada di angkasa, burung besi akhirnya mendarat pukul 05.30 waktu Hong Kong, tepat seperti yang dijadwalkan. Ada perasaan lega tak terkira saat kaki saya menjejak bandara Internasional Hong Kong.

Selama mengangkasa tak henti-hentinya saya berdoa. Cuaca sedang tidak bersahabat malam itu. Goncangan pesawat yang menubruk kumpulan awan membuat saya khawatir. Bayangan awan Kumulonimbus yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat Air Asia di perairan barat Kalimantan menari-nari di pelupuk mata saya.

Setelah semua barang naik ke bagasi bus, perjalanan selanjutnya menuju Hong Kong China Ferry Terminal, Kowloon untuk menuju ke Macau. Sebelum menuju pelabuhan, bus berhenti di area pertokoan dekat pelabuhan. Kapal Ferry berangkat pukul 10.00 waktu Hong Kong. Jadi, kami masih punya cukup waktu untuk sarapan sebelum menyeberang ke Macau.

Ada yang menarik saat saya menikmati sarapan pagi itu. Sebagian besar pelayan restoran berusia tua. Konon katanya rata-rata berusia di atas 60 tahun. Tapi jangan salah, meski demikian mereka tak kalah kuat dan cepat gerakkannya dibandingkan saya. Tak hanya itu, pagi itu restoran dipenuhi para manula yang berusia sekitar 70 tahun keatas dengan badan tegak, senyum yang menampakkan barisan gigi yang masih utuh serta masih bisa berjalan cepat. Penasaran apa rahasia mereka hingga tetap sehat di usia senja?

Howard, guide selama kami di Hong Kong mengatakan jika orang Hong Kong memiliki kebiasaan melakukan Tai chi setelah bangun tidur, mengkonsumsi green tea non sugar serta membiasakan mengkonsumsi makanan sehat. Buat mereka, makanan sehat lebih diutamakan dibanding rasa makanan. Menggunakan vetsin haram hukumnya. Dan, benar saja. Sebagian besar makanan terasa hambar di lidah saya. Oya, satu lagi kenyataan yang membuat saya shock. Apartemen di Hong Kong rata-rata tidak memiliki lift. Padahal apartemen mereka ada yang berada di tingkat 8!

Pelabuhan1



Naik Ferry Jet Jumbo


Setelah selesai sarapan, saya dan rombongan berangkat menuju Hong Kong China Ferry Terminal, Kowloon yang hanya memakan waktu 10 menit dari restauran tempat kami sarapan. Jangan bayangkan pelabuhannya seperti pelabuhan yang ada di Indonesia, ya. Pelabuhan Kowloon memiliki interior mewah mirip bandara Internasional.


Setelah check-in dan mendapatkan nomor kursi, saya mengurus imigrasi terlebih dahulu. Setelah urusan imigrasi selesai, saya baru bisa memasuki ruang tunggu keberangkatan. Suasana pelabuhan sedikit ramai pagi itu. Semua kursi terisi penuh. Tak sedikit yang harus menanti sambil berdiri, termasuk saya.


Perjalanan Hong Kong-Macau menggunakan Ferry Jet Jumbo memakan waktu sekitar 45 menit. Jika tidak tahan dengan ayunan ombaknya, sangat disarankan untuk tidur selama perjalanan. Tetapi jika tidak mabuk laut, pemandangan pantai selama perjalanan juga tak kalah menarik.



St. Paul Ruins


Sampai di Macau saya dan rombongan lalu dijamu makan siang di sebuah restauran yang cukup mewah. Sayang saya tak memperhatikan nama restaurannya. Restauran ini sangat kental dengan masakan Portugis. Di restauran ini saya juga sempat mencicipi Portugis Egg Tart yang sangat terkenal. Egg tart di Macau rasanya lebih legit ketimbang Egg tart yang saya beli di Hong Kong.


Menurut itinerary yang saya baca, city tour Macau hari itu rencananya akan mengunjungi 4 tempat yakni St. Paul Ruins, Nacha Temple, Fisherman Wharf dan Rua Do Chunha Street. Sayangnya, Nacha Temple dan Fisherman Wharf tak sempat kami singgahi karena keterbatasan waktu.


St


Tempat yang pertama kami kunjungi adalah reruntuhan St. Paul Ruins yang menjadi ikon Macau. Meski hanya berupa reruntuhan, tempat ini sangat ramai pengunjung. Saya sempat kesulitan untuk mendapatkan gambar utuh bangunan tanpa diselingi orang yang berlalu-lalang.


Namanya juga reruntuhan di sana tak banyak bangunan yang tersisa. Yang berdiri kokoh hanya tinggal facade (tembok depan gereja) saja. Di bagian belakang facade hanya terdapat beberapa makam pastor dan orang-orang yang terpandang dijamannya serta tulang-belulang hasil excavation.


Di sebelah kanan reruntuhan gereja terdapat benteng yang kini difungsikan sebagai museum. Untuk memasuki benteng kita harus naik ke atas bukit. Sayangnya, karena keterbatasan waktu saya dan rombongan tak sempat melonggok benteng. Konon kabarnya dari atas benteng kita bisa melihat landscape semenanjung Macau. Tak jauh dari St. Paul terdapat Nacha Temple, kuil yang dibangun tahun 1.888 masehi ini menunjukkan keharmonisan kedua agama.



Rua Do Chunha Street


Perjalanan kami selanjutnya menuju Rua Do Chunha. Tempat ini kental dengan kebudayaan Cina dan Portugis. Selain terdapat beberapa bangunan peninggalan Portugis, di daerah ini juga terkenal dengan kuliner lokalnya. Jika ingin berbelanja oleh-oleh khas Macau, disinilah tempatnya. Di sepanjang gang Rua Do Chunha street banyak terdapat toko oleh-oleh khas Macau. Coklat, gula-gula, egg tart, dendeng dan masih banyak lagi.


Portugis


Rua Do Chunha terkenal dengan dendengnya yang konon kabarnya terkenal paling enak. Berbagai dendeng dijual disini. Bila ingin mencoba sebelum membeli, pelayan toko akan mengiriskan daging yang ingin di beli untuk dicicipi terlebih dahulu. Saya tak berani mencicipinya sebab dendeng daging babi juga dijual disana.



Menginap di Venetian Hotel


Lelah berkeliling Macau seharian mana belum mandi seharian pula akhirnya kami diantar menuju hotel. Dan.... hotel tempat kami menginap ternyata hotel Venetian yang terkenal itu. Hore...


Macau5


Venetian hotel & resort sangat besar dan mewah. Nggak semua orang yang datang ke Venetian hotel menginap di hotel ini. Sebagian besar yang datang ke Venetian hanya ingin melihat lanscape kota Venice lengkap dengan replika kanal dan gondolanya ataupun berbelanja barang-barang branded di mall. Mungkin karena hotel ini hanya menyediakan kamar president suit room, jadi tak semua orang berani menginap disini. Pastinya mahal kan, cyiin.


Setelah memasukkan semua barang kedalam kamar, saya cepat-cepat mandi. Takut keburu ngantuk, saya bergegas keluar kamar. Malam itu saya habiskan waktu dengan menyusuri kanal dan melihat atraksi pengayuh gondola. Saya juga melihat-lihat barang-barang yang dijual di mall yang berjajar di sepanjang kanal. Nggak berani beli, hanya melihat-lihat saja. Uang sakunya nggak cukup buat beli barang-barang yang dijual di mall :D


Sebelum kembali ke kamar saya sempatkan masuk ke casino. Agak malu juga saat masuk ke casino karena saya berhijab. Saya tak lama di dalam casino. Hanya melihat-lihat sebentar sekalian mengambil beberapa botol air mineral yang disediakan gratis di casino.


Lelah seharian mengelilingi Macau, saya pun tidur lelap di kamar yang super mewah.


You Might Also Like

30 komentar

  1. mbak ika aku mau juga keliling macau, wah enaknya ya jalan2 terus... :)

    BalasHapus
  2. Haram tuh Mbak air botol dari kasino hahahaha... Pengen ih nginep di Venetian...

    BalasHapus
  3. Wih mantabh sekali Mba Ika sudah sampai dan jalan-jalan di Macau. Jadi kasih gambaran tentang novel yang saya baca beberapa waktu lalu Mba. Makasih yaaa. :D

    BalasHapus
  4. haduuh mba Ika.... seru banget dan senangnya bisa ke Macau :)

    BalasHapus
  5. Hooh, haram air mineralnya. Wong nyolong kok. Eh, nggak ding wong disediakan gratis kok :P

    BalasHapus
  6. asiknya ya mak berkelana di bumi Tuhan..air kanalnya biru jernih begitu yaa

    BalasHapus
  7. OOO ini to jawaban knpa mbak ika di imigrasi pagi-pagi, seruuuu... menang lomba kah mak?

    BalasHapus
  8. Jeng Ika, meski reruntuhan facadenya tetap anggun ya. Wuih suasa Venetian dengan gondolanya, airnya biru jernih. mengalirkah Jeng airnya?
    Duduk manis menanti kelanjutan cerita Macau ...

    BalasHapus
  9. deuh..mba Ika ga kedengaran kabarnya, tiba2 sedang bepergian, ikutan ngiri nih :) betewe ini bisa jadi bahan buat Mba Ika nulis di Leisure nih..

    BalasHapus
  10. uwaaaa nginep di venetian???ikutttt hehehe....kebayang masuk ke dalam mewah banget *efek lihat drakor BBF hahha*. naik perahunya nggak mak??

    BalasHapus
  11. mba ika biking ngiri nih :P
    pergi sama rombongan mana mba?

    BalasHapus
  12. Subhanallaaaaah... keren bangeet bisa ke Macau. Kalau udah rejeki, gak ke mana ya, Mbak. Aku pingin banget lho ke Macau :)

    BalasHapus
  13. duh senengnya.....jadi pengen, lain kali ajak donk...

    BalasHapus
  14. Mbak menang lomba di Vivalog yang kemaren-kemaren itu bukan? Kalau iya berarti bareng Zahra dong?

    BalasHapus
  15. Bukan menang lomba blog. Ini dari sponsor :)

    BalasHapus
  16. Sama rombongan pelanggan premium nya PT. ABC mbak

    BalasHapus
  17. Mudah2an bisa nulis buat media lagi. Lama saya nggak kirim2 ke media :)

    BalasHapus
  18. Wuiiiih..mantep banget mbak Ika bisa jalan-jalan ke Macau. gratis tampaknya nih, xixxii..menang lomba blog kah mbak Ika?

    BalasHapus
  19. Pengen juga kesana liburan, tapi lg sibuk krja..

    BalasHapus
  20. Seru ya, Mbaaaak.. Ada banyak hal menarik di sana :D

    BalasHapus
  21. seruuuu jalan-jalannyaaaa.....

    BalasHapus
  22. Wuiiih... Itu venetian hotel tempat syuting drama Korea BBF kalau tidak salah. Mupeeeng :D

    BalasHapus
  23. Asik ya jalan-jalan ke Macau. Kalo nggak nginep di venetian masih boleh numpang foto kan mbak? hihii

    BalasHapus
  24. Ih asyiknya bisa jalan2 ke Macau gratis... :D

    BalasHapus
  25. wahhh perjalanannya menyenangkan yahh mbakk....

    lebih menyenangkan lagi kalau gratis gitu hehe

    BalasHapus
  26. asik banget tuh yang dihotelnya..

    BalasHapus
  27. kalau ingat2 macau jadi ingat sama mantan pacar disana.

    Btw ketemu para TKI gk disana.?

    BalasHapus
  28. Excited !!!
    keren, terima kasih sudah berbagi info seputar Macau.

    BalasHapus