Menikmati Lukisan Sang Maestro

12.52.00

Senin lalu sengaja saya menghabiskan "Me Time" sendirian. Bukan bermaksud untuk jalan sendiri sebenernya. Cuman karena acara me time kemarin dadakan alias tidak direncanakan sebelumnya, jadilah saya sulit mencari teman buat menemani. Apalagi me time kali ini bertepatan dengan hari senin yang pada hari itu biasanya orang-orang merasa sibuk kecuali saya :D Yes, inilah salah satu enaknya jadi mompreneur, bisa jalan kapan aja, kemana aja, asal usahanya sudah settle alias sudah jalan. Kalau apa-apa masih dikerjakan sendiri sih, sami mawon sibuknya. *Berasa jadi orang sukses sedunia lalu ditimpuk semua orang* :D


Jujur, saya sebenernya lebih menikmati me time bareng sahabat atau bersama adik perempuan saya daripada sendirian, seperti saat Menikmati Me Time di Djendelo Cafè beberapa waktu lalu bareng salah satu soulmate saya, mbak Lieshadie.


So, kemana acara me time saya senin lalu? Ke Mall buat belanja belanji? Bukan, karena saya lebih seneng shopping di Beringharjo karena bisa ditawar! *maklum emak irits* Ke cafè? Itu juga bukan pilihan mengingat kantong lagi megap-megap. Hahaha..


Kali ini saya menikmati me time di Galery-nya Maestro lukis, Afandi. Yap, bener banget. Kali ini saya ber-me time ria di museum Affandi yang berada di Jalan Jogja-Solo. Tepatnya di sebelah sungai Gajah Wong. Hanya selemparan dari UIN yang dulunya bernama IAIN Sunan Kalijaga.


Memasuki area museum entah mengapa hawa panas Jogja hari itu serasa menguar. Sejuknya museum ini tak hanya karena banyaknya pepohonan yang tumbuh disekitar museum. Paduan konsep green building dengan memperbanyak ruang terbuka serta cita rasa seni tinggi membuat museum ini tak hanya sejuk, juga  terlihat sangat artistik. Cocok banget menjadi tempat untuk mengusir kepenatan rutinitas harian. Dijamin betah berlama-lama menikmati sajian Sang Maestro.


Affand16


Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 dan membayar Rp 20.000 lagi untuk ijin memotret seluruh koleksi museum, saya lalu bergegas memasuki galery I yang letak bagunannya di bagian paling depan museum.


Menempati bangunan seluas 314,6 m2, galery I berisi koleksi Affandi mulai dari tahun-tahun awal meniti karier di bidang melukis hingga menjelang akhir hayatnya. Lukisan yang terdiri atas sketsa-sketsa di atas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak di atas kanvas berjajar dua larik memenuhi sepanjang ruangan di bagian timur dan sedikit bagian dinding sebelah barat.


Di tengah ruangan terdapat tempat duduk untuk beristirahat pengunjung. Sementara di ujung ruangan terdapat mobil Colt Gallant tahun 1976, mobil kesayangan Affandi yang bentuknya telah dimodifikasi menyerupai ikan, juga sepeda onthel.


Dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuah reproduksi patung karyanya berupa potret diri bersama putrinya, Kartika, yang aslinya menjadi koleksi Taman Siswa Jakarta juga terdapat di galery ini. Sementara di sisi barat dinding terdapat beberapa foto-foto koleksi Affandi dan berbagai penghargaan yang telah ia terima.


Galery II berisi lukisan Affandi serta beberapa pelukis lain dengan ornamen patung aneka bentuk di bagian tengah ruangan. Selesai melihat koleksi di galery II, saatnya pindah ke galery III.


Di lantai satu galery III terdapat beberapa lukisan karya putra putri Affandi, juga rajutan karya Maryati. Sementara lantai dua digunakan untuk restorasi koleksi lukisan museum. Di galery ini saya duduk beberapa saat menyaksikan proses melukis Affandi di pantai selatan melalui layar LCD yang ditempatkan di ujung ruang.


Keluar dari galery III saya melihat ada gerobak yang sangat artistik. Saat melongok kedalam gerobak, ternyata gerobak difungsikan sebagai mushala. Dari keterangan yang terpampang di pintu masuk gerobak, ternyata gerobak ini dahulunya digunakan Affandi dan Maryati sebagai tempat untuk beristirahat siang.


Gerobak spesial request Maryati ini dilengkapi dengan dapur dan kamar mandi. Awalnya, Maryati menginginkan Caravan, rumah yang bisa dipindah-pindah seperti apa yang ia temui saat mengunjungi Amerika. Agar lebih memiliki taste Indonesia, Affandi mengubahnya menjadi gerobak.


Setelah melongok sebentar kedalam gerobak, saya lalu naik ke menara terbuka yang menempel di galery III. Dari menara ini saya bisa melihat seluruh bagian museum dan aliran sungai Gajah Wong. Ruwetnya jalan Jogja-Solo juga terlihat jelas dari menara.


Turun dari menara, saya menuju studio yang ada di sayap bagian selatan museum. Nama studio diambil dari nama sungai yang berada persis di samping museum. Selain sebagai tempat menyimpan koleksi lukisan Didik, cucu Affandi dari Kartika, studio juga digunakan sebagai tempat untuk mengasah bakat pelukis-pelukis muda.


Museum Affand123


Selesai memutari galery dan studio, saya istirahat sejenak di cafè Loteng dan menukarkan tiket dengan free soft drink.


Cafè ini dahulu merupakan ruang tamu tempat Affandi dan keluarga menerima tamu, juga digunakan untuk garasi kendaraan. Sementara lantai dua dahulu merupakan kamar pribadi Affandi. Kini kamar pribadi Affandi hanya boleh dilihat dari teras.


Tuntas menikmati sajian Sang Maestro, sebelum melangkah pulang, saya menyempatkan berdoa sejenak di pusaran Affandi dan istri yang terletak di depan cafè, tepatnya diantara galery I dan galery II.


***



Museum Affandi

Jl. Laksda Adisucipto 167, Yogyakarta 55281, Indonesia
Phone: (0274) 562 593


Open: Senin-Sabtu pukul 09.00-16.30, hari Minggu dan hari besar Nasional tutup


Tiket: Anak Rp 10.000, dewasa Rp 20.000, WNA Rp 50.000

You Might Also Like

42 komentar

  1. aaaah, serunya Mba Ikaaaaa. Pengen deh jalan-jalan di gallery gini. Me time yang berkualitas banget ya Mba

    BalasHapus
  2. wow wow, Affandi! Belum pernah main ke museum lukis satu pun. Dulu pernah tapi di pameran lukisan di daerah. Asyik banget ya menambah informasi tentang kekayaan anak bangsa :) Tiketnya pun terjangkau...

    BalasHapus
  3. saya sudah pernah menyaksikan ini di tivi :) kereeen banget, sampe ruamhnya di jadikan museum lukisan

    BalasHapus
  4. Kursinya antik banget tuh,,,pasti mahal harganya,,,eh,,,,jadi mupeng,,,,

    BalasHapus
  5. Lukisan Basuki Abdullah dan Affandi memang jos ya Jeng
    Saya kurang suka lukisan abstrak, nggak ngerti menerjamahkannya
    Terima kasih artikelnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. Sumpah pengen banget ke sana, Mbaaaaak.. :'( *nangis di pojokan*

    BalasHapus
  7. menarik ya mba.. aku belum pernah berkunjung ke sana..
    kalo sekadar melihat lukisan2 di surabaya, pernah, tapi jaraaaang banget :D

    BalasHapus
  8. oh foto2 bayar yah hihihi...

    BalasHapus
  9. museum Afandi belom pernah nih
    yang pernah cuma museum antonio blanco di bali
    padahal lebh deket afandi ya, tapi kalo ke jogja belom pernah mampir

    :(

    BalasHapus
  10. Cukup terkejut dengan tarifnya. hihi... maklum, museum yg kukunjungi HTM-nya 2500/orang, anak2 gratis.
    tapi.. tentu saja sepadan ya mbak, dana 20 ribu itu

    BalasHapus
  11. Saya suka istilahnya tuh,, "Me Time " Walaupun gak tau maksudnya tuh apa artinya,,,hehe

    enak ya bu jalan-jalan terus,,,

    BalasHapus
  12. wah parah nih aku mak, aku penggemar afandi tapi belum pernah lihat langsung lukisannya..

    BalasHapus
  13. Beberapa kali mengunjungi museum untuk memotret biasanya emang bayar. Tarifnya beda antara motret pakai haep sama kamera mbak

    BalasHapus
  14. kenapa WNA dibedakan ya mbak harga tiketnya

    BalasHapus
  15. Museum yang dikelola pribadi emang tarifnya rata2 segitu mbak. 20-30 ribu. beda kalau yang ngelola pemerintah, paling 3-5 ribu. ^^

    BalasHapus
  16. Kantong lebih tebel < jawaban sotoy :D

    Kalau menurutku mungkin karena tujuannya untuk menjaring kunjungan dari domestik jadi dibedakan dan dikasih lebih murah, tujuannya agar bangsa ini semakin bangga dengan hasil karya anak bangsa sendiri ^^

    BalasHapus
  17. Biaya charge untuk kameranya mihil juga ya mak, hihi

    BalasHapus
  18. Hehehe... kalau mau murah pakai kamera hape aja mak. 10 rebu

    BalasHapus
  19. Amazing banget nih tempat.... apa lagi seandainya nyong bisa jalan2 bareng seseorang yang berharga tuh moment nya... makasih infonya mbak bisa buat refrensi pokoknya...

    BalasHapus
  20. Mudah2an suatu saat bisa terwujud :)

    BalasHapus
  21. Pernah dulu ke museum Affandi waktu SMA, tapi kok nggak liat studionya yaa

    BalasHapus
  22. 2 minggu lalu aku juga jalan jalan berkunjung ke pasar seni lukis mbak. Sambil ngenalin si kecil karya seni

    BalasHapus
  23. Sudah pernah main ke sini, tapi sebelum jadi warga yogya.
    Sepertinya diperbaharui lagi ya, pengen bawa anak-anak ke sini cocok nggak ya?

    BalasHapus
  24. Ih, saya baru tahu di Jogja ada Museum Affandi! Laaah, selama ini saya kemana saja? Jadi malu deh... Hiks... Berarti kalau nanti saya ke Jogja (yang entah kapan), saya harus main ke sini nih!

    BalasHapus
  25. Tempat me time ini keren banget Mbak Ika. Menyendiri, kontemplasi, dan fotografi. Dalam banget deh pengalaman me timenya :)

    BalasHapus
  26. Pilihan tempat me time yang apik Jeng Ika, terpikat dengan konsep green buildingnya.
    Salam hangat

    BalasHapus
  27. semoga kalo ke Yogya bisa mampir kesini :)

    BalasHapus
  28. Beliau memang pelukis yang sangat terkenal ya Mbak ...
    Saya belum pernah ke museum ini ...
    pengin juga sekali-sekali datang ke sini ...

    Terima kasih infonya ya Mbak
    Salam saya
    (23/10 : 26)

    BalasHapus
  29. Cocok mak Injul. Tempatnya asyik. Cuman kalau anaknya masih kelas SD-an untuk beberapa lukisan harus diberi penjelasa. Beberapa gambar topless gitu deh mak.

    BalasHapus
  30. Aku ngiler belum kesampean ke sini,,,hiks !

    BalasHapus
  31. Mbak Ika .. perasaan ada lomba ttg pariwisata .... kaoan ya .... eh ini ikutan lombakah?

    BalasHapus
  32. Pemanfaatan gerobaknya unik. :)

    BalasHapus
  33. Me tima ke galeri? Wahhh keren juga idenya mbak...melihat lukisan keren juga barang-barang berharga yang dipamerkan tentu membuat senang dan menambah wawasan ya mbak.
    Aku seringnya me time malah jalan tak tentu arah :D

    BalasHapus
  34. 5 tahun jadi warga joga, saya malah belum pernah kesitu he..he..he...:)

    BalasHapus
  35. wah,asik banget ya mbk tempatnya...jadi pengen kesana^^

    BalasHapus
  36. Wah padahal anakku minta diajak kesini lo. Tapi belum bisa juga karena sibuk sekolah, sedangkan minggu tutup :(

    BalasHapus
  37. waa...keren ya ternyata, biasanya cuma lewat doang kalo ke amplaz, jd pengen masuk. salam kenal mba, kapan2 boleh ya ikutan kopdar :)

    BalasHapus
  38. Tiketnya murah ya, hanya bayar 40rb saja udah bisa menikmati lukisan sang maestro...

    BalasHapus
  39. sungguh mengasyikkan.. ya mbak ika... sambil mengeryitkan kening........... dimana keindahannya...........
    gaya orisinil affandi.. memang asyiiik
    dulu suka ngikuti gayanya affandi, mlototi cat minyak, tapi boroooos.....

    BalasHapus
  40. Sayang banget kak tiket masuknya masih terlalu tinggi. padahal demen banget saya kalau denger atau lihat yang namanya lukisan atau senirupa. semoga ntr kalo ke jawa bisa mampir ke sana :)

    BalasHapus
  41. ini apa artinya me time gan aku ini sekarang gak tau gan,,,

    BalasHapus