Letters to Aubrey, Kekuatan Cinta Ibu

03.06.00

letterstoaubrey_

Judul : Letters to Aubrey
Penulis : Grace Melia
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, Mei 2014
Tebal : 266 halaman
ISBN : 978-602-7572-27-0
Harga : Rp48.000


***


Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Ungkapan yang menggambarkan betapa besar cinta seorang ibu pada anaknya. Dan, buku Letters to Aubrey ini membuktikan betapa cinta kasih Grace Melia pada Aubrey tak hanya ia curahkan sepanjang masa, juga cinta tak bersyarat!


Lahir dengan Congenital Rubella Syndrome akibat virus Rubella yang menginfeksi Grace saat ia hamil menyebabkan Aubrey atau yang biasa di panggil Ubii, putri semata wayangnya memiliki kelainan jantung bawaan, gangguan pendengaran sangat berat, gangguan syaraf, dan gangguan motorik.


Ibu mana yang tak terpukul menerima kenyataan bahwa anaknya akan memiliki berbagai kelainan, tak terkecuali Gesi (panggilan akrab untuk Grace). Ia sempat menyalahkan dirinya yang tak menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya saat mengandung Aubrey. Besarnya cinta Gesi pada Ubii yang melecutnya untuk bangkit.


Mommy loves you to the bone. That is a fact. But know this and this only, Ubii. Will your condition make us have to strunggle to survive? YES! Can we do it? YES! What do you mean to Mommy? THE WORLD. Please keep that in mind. So, are you ready to fight together with Mommy? (hal. 43)


Gesi tak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Ia dan suaminya saling menguatkan untuk mencurahkan segenap cinta yang mereka punyai untuk Ubii. Kondisi Ubii mendorong mereka menjadi orang tua terbaik bagi Ubii, juga berlapang dada menerima bagaimanapun keadaan Ubii.


Dunia itu besar, anakku. Dan kejam. Banyak orang yang lebih senang melihat kita jatuh dan tersungkur. Tapi, kamu lihat, kan? Kita selalu bangkit. Lagi dan lagi. Banyak orang yang mati-matian berharap kita menyerah. Namun, kamu sadar, kan? Kita masih bertahan. Banyak orang yang tidak ingin kita bahagia. Namun, kamu lihat, kan? Kita selalu jeli mencari noktah bahagia yang terselip si setiap hal kecil yang kita punyai. Dunia itu besar, Anakku. Dan kejam. Tapi kita akan buktikan bahwa tidak satu keadaan pun dapat membuat kita kalah dan menyerah. (hal. 18)


Perjuangan Gesi dan Ubii selama 34 minggu lebih satu hari sejak kelahiran Ubii terangkum lengkap di buku ini. Dimulai dari kelahiran Ubii yang membuat Gesi khawatir karena Ubii tidak langsung menangis, juga sempat mengalami kesulitan bernafas. Dan, ternyata kekhawatiran Gesi terbukti saat dokter memintanya bicara empat mata dengannya. Dokter bilang ada suara bising di jantung Ubii. Jantung Ubii kemungkinan bermasalah. Jantung Ubii mengalami Patent Ductus Arteriosus (PDA), yaitu kelainan di saluran yang menghubungkan pembuluh darah aorta dan arteri pulmonalis sekaligus terkena Atrial Septal Defects (ASD).


Cobaan ternyata tak berhenti sampai disitu. Setelah jantung Ubii bermasalah dan motorik Ubii yang perlu diterapi, Ubii juga terkena Profound Hearing Loss. Awalnya Gesi curiga, kenapa Ubii nggak memberikan respon saat Gesi membacakan cerita pada Ubii. Untuk menguatkan dugaannya, Gesi meminta suaminya untuk memecahkan balon disisi Ubii. Dan... Ubii tak bereaksi!


Letters to Aubrey di tulis dengan gaya bahasa ringan dan sederhana hingga mudah dipahami. Pembaca tak perlu mengerutkan kening untuk mengetahui bahasa kedokteran yang rumit, juga apa dan bagaimana Congenital Rubella Syndrome. Banyak pelajaran berharga dari buku ini yang bisa diambil pembaca. Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan Rubella dan TORCH, juga semangat dan curahan cinta Gesi terhadap Ubii.


Jangan pernah berhenti menularkan semangat buat kami, Ubii dan Mommy Gesi. Dan, percayalah, Allah tak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ubii itu spesial.


Banner Review (1)


You Might Also Like

32 komentar

  1. Jadi makin penasaran dengan bukunya Geesi ini.

    BalasHapus
  2. Wahhh....aku belum kesampean beli buku ini. Jadi makin pingin punya. btw ini ngontes ya Mbak? Sakseis yaaa :D

    BalasHapus
  3. mommy yang kuat dan hebat yang mendapat kepercayaan dianugerahi anak spesial seperti Ubii :)

    Semoga menang, ya :)

    BalasHapus
  4. Aku belum punya buku ini tapi bisa kenal Gessi itu luar biasa. Ibu muda yang tabah.

    BalasHapus
  5. Iya, betul Mommynya hebat jadi dititipi anak yang spesial. Aaaamiiin

    BalasHapus
  6. mantap mbak Ika sukses y mbak josh dah ^-^

    BalasHapus
  7. di Gramedia udah keluar belum bukunya mbak?

    BalasHapus
  8. jadi pengen baca bukunya, aq dulu juga kena virus rubella di trimester pertama waktu kehamilan anak pertama, tapi alhamdulillah anakku sehat... melewati masa kehamilan dg vonis terkena virus rubella saja sudah sungguh menguras tenaga dan pikiran..ga kebayang perjuangan mama Grace untuk Aubrey...

    BalasHapus
  9. Terbayang perjuanganmu mbak setelah baca buku ini

    BalasHapus
  10. pengen punya bukunya mak Gess, tulisannya informatif sekali mak :) semoga beruntung yaa

    BalasHapus
  11. Mami Grace Melia memang one in a million ya mak.

    BalasHapus
  12. Duh sepertinya bukunya mengharukan sekaligus memberikan semangat gitu yah mbaaa...
    Coba nanti aku cari bukunya deh kalo ke gramed :)

    BalasHapus
  13. Referensinya kereeeennnnn.....!!!! Bukunya emang bikin meleleh, sekaligus semangat !!! Gak rugi punya buku ini...#suwer !! #kedip2sama Maminya Ubii...

    BalasHapus
  14. Saya kagum dengan Gees ini ...
    sangat tekun sekali ..
    tekun dalam merawat putrinya ...
    tekun dalam membina kelompok Rumah Rubellanya
    tekun dalam menulis ... memberikan pencerahan tentang penyakit tersebut ...

    Sukses untuk Gees
    Sukses untuk Mbak Ika ...
    Sukses untuk semua

    salam saya
    (3/10 : 22)

    BalasHapus
  15. Sya suka dengan kalimat "orang lebih suka melihat kita jatuh dan tersungkur namun kita mampu untuk bangkit dan bangkit lagi.."

    BalasHapus
  16. Merinding baca reviewnya aja Mba Ika. Semoga menang ya njenengan Mba. :)

    BalasHapus
  17. pnasaran sama buku ini mnarik sepertinya

    BalasHapus
  18. jadi semakin penasaran sama bukunnya mak gess....
    Penasara dengan semuanya,salut dan angkat banyak jempol untu mak gess dan ubi tentunya ^^

    BalasHapus
  19. wah udah bikin aja nih, ah terpacuu siap2 nggarap juga :) btw buku letters to aubrey ini memang inspiratif sekali, mengharu biru bacanya :)

    BalasHapus
  20. sudah lama banget ngga dikasih kesempatan untuk enjoy membaca buku seperti dulu lagi, apalagi setelh ng'blog rasanya jarang baca buku padahal buku Letters to Aubrey ini sepertinya patut kita baca deh ya

    BalasHapus
  21. Belum baca bukunya, tapi yakin bukunya bagus. Yang pasti, bakalan nangis bacanya ....

    BalasHapus
  22. Buku keren yang menginspirasi ya mbak... Semoga menjadi contoh menguatkan para ibu dimanapun untuk terus berjuang demi anak-anak... Sukses mbak.. ^^d

    BalasHapus
  23. Terharu dn salut untuk mommy Geesi,,baca reviewnya aja udh mo mewek2 gni mba,,apalagi baca bukunya yaa,,

    BalasHapus
  24. Salut banget banget ke mak grace bisa kuat dan tetep kreatif dengan kondisi yang buat sebagian orang butuh waktu yang lama untuk bangkit. inspiratif mak

    BalasHapus
  25. buku ini memang menjelaskan bahwa cinta ibu sepanjang masa,,,salut banget ama mak grey

    BalasHapus
  26. Dua jempol untuk Mak Gees, Aubrey beruntung memilikinya. Buku yang layak dimiliki nih.

    BalasHapus
  27. Yang namanya ibu yang baik, apapun kamalangan yang menimpa anaknya pasti akan bersedih. Namun dengan cinta pasti ibunya akan berusaha dengan segala kemampuan untuk anaknya.

    note: saya gak terlaluu suka baca novel sih mbak. Tapi bagus bukunya buat yang suka baca novel. Asyik review dan referensinya.

    BalasHapus
  28. Sahabat dekat saya ada yang mengalami seprti Gesi mbak, anaknya jadi kelainan motorik, perkembangan lambat dan pendengaran juga terganggu karena virus itu..

    saya tahu luar biasa mereka berjuang untuk anaknya..


    Semoga menang kontesnya mbak.. saya belum baca bukunya hehe

    BalasHapus
  29. Terima kasih atas partisipasi Mak Ika dalam Lomba Review #LetterstoAubrey :))

    BalasHapus
  30. setuju mbak... banyak pelajaran berharga yah...

    BalasHapus