Kulineran Enak a la Kaki Lima di Malioboro

16.02.00

Kulineran Enak a la Kaki Lima di Malioboro - Saya termasuk jarang jalan-jalan ke Malioboro di malam hari. Pokoknya jarang banget ngalong kalau nggak terpaksa pakai bingits. Terhitung baru sekali kulineran di Malioboro suatu petang bareng Mak Indah Nuria dan Mak Lieshadie pas kopdar. Itu pun bukan di lesehan kaki limanya Malioboro, tapi di resto Legian yang eksotik. Lokasi resto ini persis di samping Malioboro Mall. Dan, kalau ada yang nanya tempat makan lesehan yang enak di Malioboro pada malam hari, saya angkat tangan deh. Bener-bener nggak punya referensinya.

Lain ceritanya kalau ditanya kulineran enak sepanjang Malioboro di siang hari, saya tahu banget… nget.. nget saking seringnya menyisir perko (emperan toko) Malioboro dari ujung utara ke ujung selatan. Pokoknya enak di lidah, nyaman juga di kantong Hmm, ada satu hal yang perlu diingat, karena kulineran kali ini a la kaki 5, jadi jangan bandingkan tempatnya se-nyaman kalau makan di resto atau cafe ya.
 
Nah, kalau kebetulan kepagian jalan-jalan ke Malioboro dan dipastikan belum sarapan, nggak ada salahnya nyoba Soto Ayam depan Inna Garuda Hotel yang ada di ujung utara Malioboro. Nggak cuma enak, soto disini harganya murah banget. Rp10.000 sudah sama es teh atau teh anget. Lokasi tepatnya di depan hotel Garuda sayap selatan, persis dibelakang halte Trans Jogja. Soto Ayam (lupa nggak lihat nama lapaknya) disini laris banget. Saking larisnya kadang harus nunggu tempat duduk. So, buat kamu yang pengen sarapan yang seger-seger, soto ayam ini recommended banget deh. Dijamin makpyar, langsung seger di badan.

Kenyang sarapan soto ayam, saatnya jalan-jalan menyusuri emperan Malioboro. Kalau ada barang yang pengen di beli di sepanjang emperan Malioboro, jangan lupa tawar barang hingga setengah harga yang ditawarkan oleh penjual. Lebih baik lagi nawar pakai bahasa Jawa kalau bisa. Biar penjualnya nggak mainin harga terlalu tinggi.

Lumpiaku
Jalan-jalan bikin perut mulai keroncongan lagi? Saatnya nyobain Lumpia Samijaya. Sebenernya lapak lumpia ini nggak ada namanya. Nama Samijaya itu diambil dari toko yang ada dibelakang lapak lumpia, toko Sami Jaya. Ada juga yang menyebutnya lumpia Mutiara karena lapaknya juga berada di dekat hotel Mutiara. Tapi lebih familier dinamai lumpai Samijaya sih dibandingkan lumpia Mutiara.

Lapak lumpia buka mulai pukul 11.00 hingga pukul 17.00 WIB. Konon katanya, lapak ini telah ada sejak tahun 1970an. Pantesan lapaknya selalu ramai. Pasti sudah punya banyak pelanggan dong. Nah, lumpia terbagi dalam 3 varian yang bisa dipilih. Lumpia biasa yang berisi tauge dan irisan wortel, lumpia ayam merupakan kompinasi lumpia biasa yang diberi isian ayam. Sementara lumpia spesial berisi tauge plus irisan wortel yang diberi daging ayan cincang serta telur puyuh. Lumpia biasa dibanderol 2ribu rupiah, lumpia ayam 3ribu rupiah, sementara lumpia spesial dibanderol Rp3.500.
Walaupun lapaknya sederhana, jangan tanya kualitasnya. Lumpia pesanan pembeli diracik dan diolah saat dipesan di depan pembelinya langsung. Jadi kebayang dong gimana fresh-nya si lumpia. Lumpia disajikan dengan acar serta saus yang terbuat dari bawang putih yang dihaluskan. Paduan renyahnya lumpa dan saus serta acarnya nendang banget. Krenyes pas digigit, maknyus pas kena lidah. Saya selalu beli 3 varian yang ditawarkan, sebab satu nggak cukup!
Klik gambar untuk mengetahui sumber
Puas nyobain lumpia Samijaya, saat jalan ke selatan menuju Pasar Beringharjo, persis di depan toko Makmur Jaya mampir sejenak untuk menikmati es cendol Si Geboy. Es cendol yang satu ini punya tagline yang membuat penasaran,“Nikmatnya Nyampe Ubun-Ubun”. Hmm, apa benar nikmatnya sampai ke ubun-ubun? 

Jujur, saya suka cendolnya yang kenyal-kenyal. Kata mbak penjualnya, cendolnya Si Geboy terbuat dari tepung aren dengan pewarna alami, yakni daun suji. Perpaduan gula merah dan santan sebagai kuahnya endes bambang cocok banget diminum pas tengah hari yang panas menyengat. Bener banget kalau nikmatnya sampai ke ubun-ubun.

Selain di depan toko Makmur Jaya, Si Geboy bisa juga dinikmati di 6 tempat lain, yakni di Food Court Lantai 1 Toko Progo, depan Toko Ramai, Malioboro, depan Toko Roti Merdeka, jl Kaliurang km 5,6, warung Mat Geboy Jl Kaliurang km 9,3 ke Barat arah Perum Merapi View, warung Nasi Timbel Baraya Sunda, depan Warung Mat Geboy, sebelah Perum Merapi Regency dan di depan Bank Permata, Kentungan, Jl Kaliurang.
Pecel
Ke jogja kalau nggak mampir beli oleh-oleh batik rasanya nggak afdol banget kan. Nah, kalau pengen bawa oleh-oleh batik dengan harga miring belinya di pasar Beringharjo. Dari batik kualitas nomor satu sampai batik yang kualitasnya nomor sekian ada.

Di pasar ini kemampuan menawar sangat diperlukan. Beberapa kios ada yang tidak bisa ditawar karena memang untuk kulakkan atau sudah harga grosir. Tapi banyak juga kios yang menawarkan harga terlalu tinggi. Terutama kios yang berada di jalan utama pasar.

Selesai muter-muter Beringharjo, saatnya makan siang. Nggak susah kalau mau cari makan di seputaran Beringharjo. Sebab, di depan pasar Beringharjo berjajar pecel “senggol”. Sebenernya nggak ada yang istimewa dari pecel senggol ini. Sama dengan pecel lain, pecel berisi sayuran yang direbus seperti kacang panjang, kubis, bayam, kecambah dan beberapa jenis sayuran lainnya yang disiram bumbu kacang yang agak kental dengan tumbukan kacang yang kasar. Cita rasa manis bumbu pecel senggol lebih terasa dibanding bumbu pecel daerah lain. Selain bacem tempe dan tahu, pecel senggol juga bisa dinikmati dengan tambahan sate telur puyuh, sate usus atau sate ati ampela.

Nah, kalau kapan-kapan main ke Jogja, jangan lupa cobain kulineran enak a la kaki 5 di Malioboro ya. Meski sederhana, dijamin sensasinya luar biasa

You Might Also Like

0 komentar