Wisata Heritage Jogja Modal 100K

22.58.00

Wisata budaya ke Jogja hanya dengan uang Rp.100.000 emang bisa? Bisa banget kalau berangkatnya dari Purworejo :D Mau bukti? Oke, saya buktikan, ya.


Jadi, ceritanya saya sedang membuktikan tantangan jalan-jalan modal 100 Ribu-nya blog jalan jalan. Nah, wisata yang saya pilih adalah wisata heritage yang letaknya persis di pusat kota Jogja. Obyek wisata ini bisa menjadi alternatif wisatawan yang berkunjung ke Jogja tetapi hanya memiliki waktu yang singkat. Obyek wisata yang saya kunjungi diantaranya, Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Museum Kereta Keraton dan Taman Sari yang lebih dikenal dengan sebutan Water Castel.


Setelah selesai dengan urusan rumah tangga, saya lalu bergegas mandi dan mempersiapkan diri. Tak lupa membawa bekal makan siang. Membawa bekal bukan hanya mengirit uang, juga waktu karena selama wisata kali ini saya menggunakan kendaraan umum, Jadi, saya harus perhitungkan waktu se-efisien mungkin. Jangan sampai waktu saya habis hanya untuk mencari tempat makan. Soalnya, meskipun saya orang Jogja tulen, saya tidak suka masakan bercita rasa manis seperti masakan yang banyak dijajakan di warung makan yang ada di Jogja. Bekal makan siang berupa nasi sayur lauk telur bumbu pedas plus 2 liter air minum ini senilai Rp.13.000.


Jalan-jalan ke kota Jogja kali ini saya lakukan sendiri karena suami dan anak-anak sudah merencanakan agenda lain. Saya juga harus berangkat pagi-pagi agar tak terjebak macet. Ya, sejak jembatan Comal tak bisa dilalui, kendaraan berat dialihkan ke jalur selatan. Dan imbasnya, kini perjalanan Jogja-Purworejo jadi memakan waktu lebih lama. Dari yang biasanya 2 jam, sekarang bisa memakan waktu hingga 3 jam. Kadang lebih jika antrian panjang berada di banyak titik.


Berangkat dari rumah pukul 05.30. Pas keluar rumah kebetulan pas ada angkot yang lewat. Karena jarak terminal dari rumah tak jauh, angkot hanya menarik tarif Rp.2.000. Sampai di terminal saya harus menunggu beberapa saat. Bis yang biasanya datang pukul 05.45 hari itu datang terlambat. Pukul 06.05 menit bus Aman yang mengantarkan saya ke Jogja baru datang. Alhamdulillah, pagi itu jalanan lancar. Belum banyak kendaraan berat yang bermanuver di jalan. Walhasil perjalanan kali ini hanya memakan waktu 2 jam lebih sedikit. Oya, tarif bus ekonomi dari Purworejo ke Jogja sebesar Rp.12.000. Ingat, bayar dengan uang pas ya. Kalau tidak dibayar dengan uang pas terkadang kondektur memberlakukan tarif seenak mereka. Nah, daripada ribut di dalam kendaraan umum, saya biasanya menyediakan uang pas untuk membayar.


Sampai di pasar Gamping saya turun untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus kota jalur 15. Hampir setengah jam saya menunggu bus jalur 15. Maklum, bus jalur ini sekarang tergolong langka. Jarak jauh maupun dekat, tarif bus kota Jogja sama, yakni sebesar Rp.3.000. Dari pasar Gamping saya turun di alun-alun utara.


Tempat yang saya kunjungi pertama kali yakni Keraton. Cukup berjalan sekitar 300 meter dari ujung utara alun-alun. Jujur, meskipun saya lahir dan besar di kota ini, baru kali ini saya memasuki Keraton. Padahal rumah orang tua saya hanya berjarak sekitar 500 meter saja dari keraton. Beruntung saya mengikuti kompetisi ini. Kalau tidak, mungkin saya tidak akan pernah menjejakkan kaki di Keraton.


Keraton


Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang letaknya tak jauh dari Malioboro ini menurut sejarah dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755. Dari hasil mencuri dengar keterangan dari guide yang mengantar turis berkeliling keraton, ternyata keraton tidak hanya sebagai tinggal keluarga raja saja tetapi juga merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas keraton kurang lebih 1,4 hektar.


Berkeliling kompleks keraton membuat saya kagum struktur dan arsitektur bangunannya. Meski pernah diguncang gempa hebat pada tahun 2004, bangunannya tetap kokoh berdiri. Tak hanya mengagumi bangunan keraton, saya juga melihat koleksi milik Kraton berupa keramik serta barang pecah belah lainnya, senjata, foto, miniatur serta replika, hingga aneka jenis batik beserta deorama proses pembuatannya yang disimpan dalam kotak kaca yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Nah, kalau ingin melihat pertunjukkan macapat, wayang golek, wayang kulit, dan tari-tarian, semua pertunjukkan itu adanya di Keben, keraton bagian tengah. Pertunjukkan di mulai pukul 10.00 WIB. Sayangnya, saya tak sempat melihat pertunjukan di Keben karena harus mengunjungi 2 tempat wisata bersejarah lainnya.


Oya, jika suatu saat ingin mengunjungi keraton, jangan datang di sore hari mengingat keraton hanya dibuka pukul 08.30 hingga pukul 13.00 WIB. Di hari jum'at keraton bahkan hanya buka sampai jam 11.00 WIB saja. Tiket masuk keraton sangat murah. Hanya dengan membayar Rp.5.000 saya bisa puas berkeliling keraton.


Kereta8Selesai menjelajahi keraton, saya lalu keluar melalui pintu depan. Saat melihat jam, waktu menunjukkan pukul 11.35 WIB. Sudah hampir dzuhur, saya pun melangkahkan kaki menuju Masjid Agung Kauman yang letaknya berada di sisi barat keraton untuk bersiap-siap melaksanakan shalat dzuhur sekaligus beristirahat makan siang.


Kunjungan selanjutnya yaitu ke Museum Kereta Keraton. Museum hanya berjarak kurang lebih 150 meter saja dari keraton. Karcis masuk yang dikenakan sebesar Rp.3.000. Jika ingin mengabadikan gambar menggunakan kamera, harus membayar Rp.5.000 lagi.


Museum ini tidak terlalu luas. Saya hanya memerlukan waktu setengah jam untuk berkeliling melihat koleksi kereta kuda yang ada di museum ini. Museum telah berdiri sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Sebelum dijadikan museum, tempat ini dahulunya merupakan kandang kuda.


Koleksi kereta kuda museum ini ada yang umurnya mencapai ratusan tahun seperti kereta Kyai Jongwiyat dan kereta Kyai Puspoko Manik. Selain itu, ada pula kereta Mondro Juwolo, kereta kuda yang pernah dipakai oleh Pangeran Diponegoro. Kereta-kereta koleksi museum ini beberapa masih ada yang digunakan untuk kepentingan upacara-upacara kebesaran keraton. Jika ingin mengetahui sejarah masing-masing kereta yang ada di museum ini, ada baiknya menyewa pemandu. Pemandu tidak mematok tarif. Hanya kerelaan masing-masing pengunjung.


Heritage Selanjutnya saya menuju Taman Sari. Berhubung lokasinya agak jauh dari Museum Kereta Keraton, saya pun menggunakan becak untuk mengantarkan saya menuju Taman Sari. Tawar menawar harga tak dapat dielakkan. Sampai akhirnya tukang becak setuju dengan tawaran Rp.15.000 yang saya berikan.


Taman Sari buat saya bukanlah tempat asing. Waktu kecil saya sering blusukan masuk kesana. Dulu bangunanya tidak seindah sekarang. Yah, walaupun sekarang pun nggak terlalu tertata sekali karena masih banyak rumah penduduk diantara bangunan Taman Sari yang mengurangi keindahannya. Sama seperti Museum Kereta Keraton, karcis masuk yang dikenakan sebesar Rp.3.000.


Keindahan arsitektur kuno dan pemandangan yang menakjubkan menjadi daya tarik Taman Sari yang akan mempesona pengunjung Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia.


Taman Sari buka mulai hari senin hingga minggu, pukul 09.00 - 15.30 WIB. Terdapat 3 komplek bangunan yang ada di Taman Sari yakni Keputren, Pulo Cemeti dan Sumur Gemuling. Jika belum pernah memasuki Taman Sari sebelumnya, saya sarankan untuk menyewa pemandu karena Taman Sari memiliki banyak cerita unik. Disini juga tak ada tarif pemandu yang dikenakan. Semua tergantung kerelaan masing-masing pengunjung. Berhubung saya sudah hafal masing-masing bangunan dan kegunaannya, saya hanya berjalan-jalan menikmati bangunan kuno ini tanpa ditemani pemandu.


Hari makin sore. Tepat pukul 15.17 WIB saya memutuskan menyudahi kunjungan saya di Taman Sari. Saya pun meminta tukang becak untuk mengantar saya menuju alun-alun utara untuk kemudian mencari bus jalur 15 untuk pulang ke Purworejo. Dari hasil tawar menawar dengan tukang becak, disepakai tarifnya sebesar Rp.20.000.


Perjalanan wisata yang cukup melelahkan. Sampai di rumah saya sukses tepar di tempat tidur. Oya, perjalanan wisata budaya saya menyisakan uang logam seribu perak. Lumayan buat ngerokkin badan yang pegal-pegal. :D Berikut total biaya yang saya keluarkan selama berwisata.


Angkot :Rp. 4.000
Bus Purworejo-Jogja : 24.000
Bus Kota : 12.000
Makan & Minum : 13.000
Tiket masuk obyek wisata : 11.000
Becak : 35.000
Total biaya R p.99.000

You Might Also Like

36 komentar

  1. Mantabh Mba Ikaaaa.. Maturnuwun postingannya.
    Hihihi, jadi pengen deh jalan ke sana lagi dan melakukan jalan-jalan ini...

    BalasHapus
  2. wew mbak ika solo Traveling hehe..mantap mbak suka jalan-jalannya nih paket heritagenya Jogja abis hehe..., bagian tempat putri-putri yang dipilih ada juga loh mak di sebelah selatan ruangan buat para selir yang sukses dipilh raja

    BalasHapus
  3. Recommended banget nih mbak, kayaknya kalau ke Jogja bisa dicoba nih, refreshing sambil nambah pengetahuan dan tak mahal di ongkos, sukses untuk ngontesnya mbak

    BalasHapus
  4. wah akhirnya ikut juga hajatan Mbak Isnuansa. saya belum pernah nih ke sini. Kapan2 kalau ke Yogya bolehlah tamasya murah meriah nan banyak ilmunya.
    Yang seribu buat apa dong, Mbak? Semoga menang ya ....

    BalasHapus
  5. Wawwwww....kereen mak. Pokoknya buat sy ini keren bgt mak . Asliiiii

    BalasHapus
  6. horeee.... aku udah nyampe sini. enaknya si mampir ke angkringan depan tuh mbak, tapi ntar budgetnya jadi membengkak ya heheheh :P

    BalasHapus
  7. Masih nyisa seribu perak, Mbak. Hihihi :P

    BalasHapus
  8. Jogja murah murahhhhhhh ♡♡♡♡♡

    BalasHapus
  9. walau dgn seratus ribu, tapi perjalanannya memuaskan ya.... :)

    BalasHapus
  10. JOGJA never diesss... DUh, aku ENGGAK PERNAH BOSAN dan selalu termangu-mangu kalo diajak ke Jogja. Makasih ya mak Ika...

    BalasHapus
  11. Auwwooooo....keren sekali..modal minim bisa jalan2 seru..

    BalasHapus
  12. Waaaa, rumahnya nggak sampai sekilo dari keraton, tapi baru masuk keraton kemaren ini, Mbak? Hihihi...
    Ternyata emang banyak ya, sebenernya, objek wisata di deket-deket kita yang bisa dijelajahi, tapi kadang mikirnya yang jauh ke mana-mana..
    Makasih sudah berpartisipasi ya. :)

    BalasHapus
  13. waaah.... mantep Mak Ika, ....
    udah lama banget aku gak ke Yogya, terakhir ke sana pas SMP .. aduuh, taun kapan itu ya..

    BalasHapus
  14. pas bener ini mbak.., jalan2 hemat tapi yg didapat banyak info ya

    BalasHapus
  15. Asiknya mbak klo deket obyek wisata, bisa jalan2 100 ribu yaaa....

    BalasHapus
  16. Itu rumah orang tuaku yang deket keraton. Kalau rumahku Purworejo ^^

    BalasHapus
  17. Jogja banyak tempat2 wisata. Mana murah meriah pula :)

    BalasHapus
  18. mantap di jogja saya belajar banyak

    BalasHapus
  19. Emang paling suka deh sama wisata sejarah gini, murah lagi.

    BalasHapus
  20. […] Koentjoro (Wisata Heritage Jogja Modal 100K) – Minggu […]

    BalasHapus
  21. aku juga mau jalan2 ke jogja.... jemput aku ya mba Ika ;)

    BalasHapus
  22. duh,pingin masuk keraton dan taman sari,belum pernah mbk heheh

    BalasHapus
  23. kalau begitu, saya bisa lbh murah dari 100 K ya mbak klo wisata di yogyakarta. hehehee

    BalasHapus
  24. Wah ...
    bisa juga ya melakukan wisata ...
    keluar kota ... dengan biaya hanya 99000

    kalau di Jakarta ... sudah habis untuk bensin dan makan tuh ... hahhaa

    salam saya Mbak Ika
    (19/9 : 18)

    BalasHapus
  25. Lebih murah tapi jadinya nggak seru mbak Ririe soalnya cuma jago kandang ^^

    BalasHapus
  26. Mba, nyong blm pernah ke keraton, taman sari. Hehehe.
    Mbecaknya 15ribu, ya. Oke, tak catete tarif2nya, ya.

    Moga menang ya, Mba!

    BalasHapus
  27. dengan niat dan tekad, biaya bisa disiasati ya Jeng Ika. Penginnya sih saya jalan2 ke Purworejo jumpa Jeng Ika dan Jeng Lies.
    Salam

    BalasHapus
  28. Kunjungan perdana :D
    Aku selalu suka Jogjakarta. Gak pernah bosan Kesini walaupun Entah sudah berapa kali.
    It's one of my favorite holiday destination :D.
    Makasih untuk infonya mak :D

    BalasHapus
  29. Ayo, samang nanti tak terke dueh :P

    BalasHapus
  30. wah kalo dari bandung repot itu, 100 rb mah beli tiketnya aja gak cukup hiks...:(

    BalasHapus
  31. wiiih tiket masuk taman sari murah tenan...

    BalasHapus
  32. hehe.. kirain dari Bogor keJogja dpt 100rb.. aku mauu

    BalasHapus
  33. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Salam kenal baru mampir nemu blognya Mba, seru juga jadi pingin lagi traveling sama 2 anak saya :D

    BalasHapus