SDIT LHI, Sekolah Yang Menumbuhkan Potensi Siswa

20.43.00

Sekolah impian saya dan suami adalah sekolah yang tak hanya mengasah akademiknya saja, sekolah juga harus mampu mengasah potensi dan kreatifitas anak. Awalnya, saya mantap memilih sekolah alam dengan pertimbangan sekolah alam membiasakan anak berinteraksi dengan alam tanpa dibatasi ruangan persegi bernama kelas. Namun karena jaraknya yang terlalu jauh, saya pun berpikir ulang. Saya tak mau anak-anak kelelahan di jalan dan stres karena jalanan macet. Setelah beberapa survey saya lakukan, Alhamdulillah akhirnya saya menemukan sekolahan yang jaraknya tak jauh dari rumah dengan kualifikasi yang saya dan suami inginkan.


teachingSekolah ini bernama SDIT Lukman Al Hakim Internasional (SDIT LHI). Meski berlabel Internasional, jangan bayangkan sekolah ini layaknya sekolah internasional lain yang memiliki bangunan megah dan mewah. Namun, meskipun bangunannya sederhana, sekolah ini memiliki kurikulum yang kuat dan menyenangkan dengan proses pembelajaran bermakna, hingga siswa tumbuh menjadi dirinya dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.


"Sekolah seharusnya menumbuhkan, bukan menyeragamkan apalagi mematikan potensi anak. Biarlah ia menjadi pohon mangga yang berbuah manis dan lebat jika memang ia bibit mangga. Tak perlu dipaksakan menjadi pohon durian," ujar Rahman Sudiyo, S.T. M.T. Ph.D, pengurus harian sekolah dalam sebuah acara pertemuan wali murid saat awal penerimaan siswa baru yang membuat saya semakin mantap menyekolahkan anak saya di sekolah ini. Oya, satu lagi yang unik, meski berlabel internasional, proses belajar mengajar tetap menggunakan bahasa Indonesia karena konon kata Prof. Rahman Sudiyo, belajar mengajar paling efektif menggunakan bahasa ibu.


Dan benar saja, anak saya menjalani hari-harinya di sekolah dengan perasaan gembira. Tak ada PR yang menggunung, pun tak ada buku yang harus memberatkan pundaknya. Sekolah benar-benar tempat yang menyenangkan. Dan inilah salah satu nilai yang ditanamkan di sekolah ini, bahwa belajar itu menyenangkan!


PembelajaranPembelajaran yang diterapkan SDIT LHI berbasis pengalaman langsung, biasa disebut PBL (Project Based Learning). Yang membedakan PBL SDIT LHI dengan PBL lainnya adalah sekolah ini mengembangkan PBL dengan konsep 7M yaitu Mengagumi, Menghayati, Merenungi, Mendalami, Mengkolaborasi, Mengaktualisasi dan Memberi dengan tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama.


Misalnya saat siswa mempelajari keajaiban penciptaan bumi, bulan dan matahari. Siswa diajak menginap di Candi Ratu Boko untuk menikmati matahari terbenam.  Kegiatan ini sebetulnya merupakan tahap awal PBL-7M yaitu tahap mengagumi kebesaran Allah SWT atas penciptaan langit dan bumi. Tahapan berikutnya adalah menghayati dan merenungi penciptaan bumi, bulan dan matahari dalam berbagai konteks mata pelajaran (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan lain-lain). Lalu dua tahap berikutnya siswa diajak untuk mendalami dan mengkolaborasi ilmu pengetahuan tersebut ke dalam pembuatan sebuah maket sederhana dan tampilan slides presentasi. Siswa SDIT LHI mulai diajarkan public speaking sejak kelas 3.


Sementara pada tahap aktualisasi diri, siswa diajak untuk melakukan kunjungan persahabatan ke beberapa SD terdekat untuk saling menyapa dan berbagi ilmu yang telah mereka pahami mengenai bumi, bulan dan matahari. Dan di akhir kunjungan, para siswa menyerahkan maket miniatur sistem (bentuk, posisi dan pergerakan) bumi, bulan dan matahari yang telah mereka buat kepada para sahabat baru mereka.


KarakterSekolah yang memiliki motto "taking the lead-caring and joyful-ikhlas" ini memiliki orientasi pada pengembangan kepribadian dan karakter. Penanaman karakter menjadi penekanan paling penting mulai kelas 1 hingga kelas 3.


Saya dan wali murid lain pernah dibuat teperangah dengan apa yang disampaikan guru saat kami meminta kisi-kisi ujian pada pertemuan wali murid diawal kelas 1. "Tak perlu khawatir dengan ujian, Bu. Jangan paksa anak untuk belajar karena fokus kami pada pendidikan karakter hingga kelas 3 nanti," ujar guru.


Di sekolah ini, siswa dihargai bukan hanya karena prestasi akademis semata. Semua perkembangan siswa yang mengarah positif sangat dihargai. Setiap upacara di hari senin, akan diumumkan siapa "star of the week" yang mewakili tiap kelas. Dan, Fathiin anak saya pernah mendapatkan star of the week sebagai Bintang Kesabaran.


RapotJika di sekolah lain baru menerapkan rapor tidak berbasis angka pada kurikulum 2013, SDIT LHI telah menerapkan sejak awal berdiri. Uniknya lagi, jika sekolah lain memerlukan waktu lama saat penerimaan rapor untuk berkonsultasi, di sekolah ini hal itu terjadi saat pengembalian rapor. Perlu waktu 1 minggu untuk menyelesaikan pengumpulan rapor seluruh siswa kelas karena 1 hari guru hanya mau menerima 5 wali murid untuk mengembalikan rapor. Mengapa butuh waktu lama hanya untuk mengembalikan rapor?


Rapor sekolah ini beda. Banyak hal yang harus dibahas dari isi rapor dengan guru. Berikut keterangan isi rapor. (keterangan gambar searah jarum jam)




  • Pertama, inilah penampakan rapor SDIT LHI. Rapor ini diambil wali murid dan wajib dipelajari isinya untuk bahan konsultasi saat pengumpulan rapor.

  • Kedua, Character Development Report merupakan penilaian 7 kecerdasan pribadi anak yang meliputi, Spiritual Literacy: God Consciousness, Moral Literacy: Noble Character, Intellectual Literacy: Pengetahuan yang bermanfaat, Physical Literacy: Healthy Living, Interpersonal Literacy: Human Relations, Cultural Literacy: Faith in Action dan Social Literacy: Public Service.

  • Ketiga, Feddback & Commitments. Dalam form ini baik siswa, wali murid maupun wali kelas mengevaluasi kekurangan siswa dan secara bersama dan berkesinambungan berupaya untuk memperbaikinya. Misalnya jika siswa tidak memiliki kepercayaan diri, maka "PR" orang tua, guru dan siswa adalah bagaimana agar kepercayaan diri si siswa meningkat dengan membuat suatu perjanjian yang harus dilaksanakan dalam form tersebut.

  • Keempat, penilaian mata pelajaran. Dalam penilaian ini kemampuan anak dinilai berdasarkan level. Selain menilai berdasarkan level, siswa dinilai berdasarkan kemampuan verbal dan nonverbal. Siswa tidak hanya dinilai pada kemampuannya menyelesaikan soal diatas kertas, penyempaian gagasan siswa dalam setiap mata pelajaran juga dinilai. Dibagian bawah form terdapat apresiasi dan saran guru. Selain itu guru juga meminta feedback dari siswa mengenai pelajaran yang disampaikan guru, apakah guru telah menyampaikan pelajaran dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa atau tidak.


Berikut secara singkat keunggulan SDIT Lukman Hakim Internasional:
Value education

Berorientasi pada pengembangan kepribadian dan karakter

Power Ful ideas diantaranya menekankan pada:

  • Pemahaman hubungan antara Tuhan, dunia, dan manusia memahami diri sendiri

  • Menjadi orang yang bermoral, dan mampu bekerjasama, mengamalkan islam   kapanpun dan dimanapun

  • Berpikir inovatif

  • Menjadi pemimpin dan berani menghadapi tantangan


Paradigm of Discovery

Menemukan sesuatu/pengetahuan dengan caranya sendiri

Effective Teching dam Learning

Pembelajaran yang berorientasi pada siswa ( Student Center)

Authentic Intruction

Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan yang nyata menggabungkan antara teori dan praktek, ilmu dan amal

Authentic Assessment

Penilaian sesuai dengan kemampuan siswa

You Might Also Like

27 komentar

  1. sekolah yang bagus...somoga nanti di tebo ada sekolah semaca ini....

    BalasHapus
  2. Dari penuturan mak Ika, aku bayangin anak-anak yang sekolah disitu pasti belajar dengan gembira.
    Metode mengajarnya menyenangkan, bikin asik, pasti anak-abak suka..
    semoga makin banyak sekolah-sekolah semacam ini ya :))

    BalasHapus
  3. Nice school... mari manfaatkan sekolah untuk menuntut ilmu setinggi langit...

    BalasHapus
  4. arifah wulansari24 September 2014 23.52

    Ini sekolah yg kita obrolin kmrn ya mak...hehe..sekolah impianku juga nih buat Tayo klo dia sudah SD nanti..semangat nabung dr skrg :))

    BalasHapus
  5. Iya, bener banget mbak Arifah. Nggak papa keluar uang lebih asal kualitasnya terjamin ^^

    BalasHapus
  6. waahh lengkap banget mbak ika sukses y mbak GA mantap dah mbak yang satu ini ^-^.9 top BT dah bu haji ini hehe....

    BalasHapus
  7. wah top markotop nih sekolah, bisa jadi referensi sekolah pilihan anak nantinya. salam

    BalasHapus
  8. Wih,wiiih, sekolahnya asyik banget ya mak Ikaa... Pengiiin deh, sidqi sekolah di tempat kayak gini...

    BalasHapus
  9. wa, mupenggg..mumpung anakku masih 3 tahun, nabung aah..

    BalasHapus
  10. sepupuku semuanya sekolah di SDIT,umum dan agama 22nya bagus...konsep 7m nya menarik banget :)

    BalasHapus
  11. Mak... asik sekali sekolahnyaa.... bener-bener sekolah yang nyaman buat anak belajar, juga bikin tentram orangtua ya...
    Semoga makin banyak sekolah seperti ini... :)

    BalasHapus
  12. sepertinya sekolah yang bagus ya, mbak
    ga bisa liat videonya.. fakir bandwith
    salam

    BalasHapus
  13. Iya, Mak Diba. Nabung mulai sekarang :D

    BalasHapus
  14. wah SDIT memang luar biasa , di Makassar juga udah ada, memang cinta lingkungan yang dinomrsatukan, dan berhasil meraih prestasi di luar sekolah

    BalasHapus
  15. konsep 7M SDIT ini bagus, mak. saya suka. terutama yang menghayati dan merenungi.
    dua hal ini bisa menjadi dasar supaya pengajaran itu bisa terus tertanam di diri anak dan membuat si anak teguh pada pendirian yang baik :)

    BalasHapus
  16. powerful ideas -> suka banget ini, penting ya buat mengembangkan ide2 kreatif yang out of the box :)

    BalasHapus
  17. wah keren sekolahnya, anak gw nanti boleh neh sekolah di sini

    BalasHapus
  18. Sekolah bagus. Tapi aku belum bisa pisah lama2 sama anak2 je, meskipun dirumah juga sibuk sendiri2 heheheee

    BalasHapus
  19. Iya, sekolah ini memang tidak mendesain muridnya hanya sekedar menghafal.

    BalasHapus
  20. Aktivitas luarnya apik banget, Mba. Anak2 bisa memahami dengan sndirinya, ya.

    BalasHapus
  21. Bagus banget Mba Ika sekolahnya. Jadi pengen nyekolahin anak di sekolah yang sejenis..

    BalasHapus
  22. mantep banget sekolahnya mba...

    BalasHapus
  23. semoga bisa dicloning kesekolah-sekolah lain sehingga makin banyak anak-anak yang pintar seimabang EQ.SQ,IQ

    BalasHapus
  24. Pendidikan aklah juga sangat perlu ya bu di masa-masa sekarang.. :D

    BalasHapus
  25. Sangat menarik konsep pendidikannya mbak Ika !
    Kami juga mencarikan anak semata wayang kami SD yang asyik seperti ini di Semarang. Kami menjulukinya "Sekolah Rasa Es Jus" :-)
    mangkoko.com/ruang_bermain/sekolah-rasa-es-jus

    BalasHapus
  26. […] beliau mengundang Kak Wawa ke Yogya untuk berbagi seputar PAUD dan sekolah di Swedia. Dari blog ini, tengoklah bagaimana beliau mengembangkan SDIT […]

    BalasHapus