Ibadah Haji Lancar Tak Terkendala Komunikasi

17.07.00

Labaikallahumma labbaik... labbaikalaa syarikalakalabbaik...


Selalu saja merinding kalau mendenger kalimat talbiyah dikumandangkan bertalu-talu. Jadi teringat kesempatan berhaji bersama ibu sepuluh tahun lalu. Kangen pengen ke Baitullah lagi, mencium Hajar Aswad, berlama-lama berdoa di Multazam dan Hijr Ismail, merasakan lagi segarnya air Zam-zam.


Banyak yang harus dipersiapkan agar ibadah haji lancar dan mabrur. Tak hanya persiapan finansial, persiapan ruhiyah juga penting dilakukan mengingat akan banyak sekali hal-hal yang akan menguji keikhlasan kita selama menjalankan ibadah haji. Misalnya, mendapatkan pemondokkan yang jauh dari masjidil Haram. Seperti pengalaman saya, saya mendapatkan pemondokkan di Aziziah. Untuk sampai di Masjidil Haram saya harus menggunakan bus yang disediakan pemerintah melewati terowongan panjang. Masalahnya, setiap hari jum'at semua sopir bus libur. Otomatis saya harus berjalan kaki jika ingin menunaikan shalat dan ibadah lain di Masjidil Haram. Belum lagi rebutan bus setiap kali selesai shalat isya' yang memakan waktu berjam-jam. Selesai shalat isya' pukul 8 malam, bisa saja kita baru mendapatkan bus pukul 10 malam. Jika ruhiyah tidak dipersiapkan sejak sebelum berangkat, bisa saja kan tanpa sadar kita mengeluhkan keadaan yang ada yang ujungnya akan mengurangi keikhlasan ibadah haji kita.


Persiapan fisik tak kalau penting untuk dilakukan agar tak mengalami masalah kesehatan saat menjalankan ibadah haji. Jalan santai menjadi alternatif olah raga yang paling pas dilakukan, menginggat sebagian besar prosesi haji dilakukan dengan berjalan. Mengitari Ka'bah (Thawaf), Sa'i dan melempar jumrah dilakukan dengan berjalan kaki. Dan ini sangat melelahkan jika tidak terbiasa berolah raga sebelumnya. Apalagi kalau kondisi Masjidil Haram penuh. Bisa jadi kita tidak kebagian tempat Thawaf di dekat Ka'bah. Otomatis jarak tempuh yang harus dilalui semakin panjang. Kelelahan akan menyebabkan fisik kita mudah terserang penyakit. Batuk menjadi penyakit yang umum diderita para jamaah haji. Selain karena cuaca ekstrim di tanah suci, kelelahan juga bisa menjadi penyebabnya.


Hajiku


Tak hanya persiapan finansial, ruhiyah dan fisik saja, urusan komunikasi juga harus dipikirkan jauh-jauh hari. Jangan sampai salah memilih operator seluler seperti pengalaman saya dulu. Pulang dari ibadah haji, saya dikagetkan dengan tagihan telpon hingga mencapai 3,5 juta rupiah. Untuk ukuran sepuluh tahun lalu uang 3,5 juta bukan uang sedikit, bukan?


Nah, untuk urusan komunikasi dengan keluarga, jama'ah haji tak perlu khawatir tagihan telepon membengkak. Kini ada penawaran menarik dari Indosat. Namanya Program Haji Indosat 2014. Khusus bagi jama’ah haji Indonesia yang menggunakan kartu Indosat seperti Matrix, Mentari & IM3, selama menjalankan ibadah Haji di Arab Saudi akan diperlakukan tarif promo. Periode program mulai 31 Agustus hingga 30 November 2014.


Selama jamaa'ah haji di Arab Saudi, Indosat akan memberikan bonus Rp. 20.000 setiap kali isi ulang pulsa senilai Rp. 100.000. Bonus tersebut bisa digunakan untuk layanan voice dan SMS dengan masa berlaku 7 hari dari tanggal reload bagi pelanggan Mentari & IM3 (Prepaid). Untuk mengecek bonus silahkan tekan: *122*501#.


Selain itu, pelanggan juga tidak dikenai biaya setiap kali ada panggilan masuk tanpa perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pelanggan juga mendapatkan gratis 5 menit menerima telpon di Arab Saudi, dengan syarat penelpon adalah nomor Indosat. Tak hanya itu, jamaah haji pengguna INDOSAT bisa menikmati gratis menelpon customer care, juga saat menggunakan seluruh layanan Indosat selama melaksanakan ibadah haji tanpa perlu disetting terlebih dahulu. Mudah dan menguntungkan, bukan?


You Might Also Like

13 komentar

  1. enaknya ada yang memfasilitasi komunikasi dengan keluarga ya saat beribadah

    BalasHapus
  2. Dengan lancar komunikasi dg kelg yg ditinggalkan, baik yg menjalankan ibadah haji maupun yang ditinggalkan akan merasa tenang :)

    BalasHapus
  3. Indosat menerbitkan senyum :)

    BalasHapus
  4. aku pake dua nomer, salah satunya indosat, tinggal tunggu berangkat hajinya nih mak hehe

    BalasHapus
  5. Aaaamiiin, semoga cepat terkabulkan ya mbak Rahmi ^^

    BalasHapus
  6. Betul mbak Lidya. Namanya haji kan memakan waktu lama, pastinya kangen sama keluarga. Dengen fasilitas ini jadi mudah berkomunikasi dengan keluarga

    BalasHapus
  7. Senyum yang cemerlang ya mbak :)

    BalasHapus
  8. Eh ternyata masalahnya sama nih Mbak, 2006 saya juga menggunakan IM3 yang nggak pakai program seperti ini, akibatnya tagihan telpon rumah membengkak, juga pulsa hape jadi kayak kesedot cepet habis saat kita telpon maupun menerima telepon.

    BalasHapus
  9. Iya pak, dulu nggak seenak sekarang ya. Biaya telpon mahal. Nerima telpon aja kena 14.000 padahal cuma nerima -_-

    BalasHapus
  10. Huaaa.. Serem amat tagihan teleponnya, Mbak :O

    BalasHapus
  11. Dulu urusan komunikasi tuh mahal banget Beb. Nerima telon aja kena 14.000. Padahal nerima doang -_-

    BalasHapus
  12. Wah cakep ya postingannya gan, jadi pingin naik haji segera neh terima kasih tulisannya
    sangat informatif, berguna sekali gan terima kasih, mantap banget
    , mantap gan, boleh dong saya share gan,
    mau saya share gan , boleh ya saya share untuk kolega saya.Segera register sekarang juga biar
    tahun depan bisa naik haji

    BalasHapus