Rambut Monte, Kearifan Lokal Menjaga Keindahannya

17.34.00

Kalau biasanya cerita traveling yang saya tulis hanya tempat-tempat wisata di Jogja dan sekitarnya, kali ini saya ingin cerita perjalanan wisata saya ke Rambut Monte yang ada di kota Blitar, lebaran lalu. Yah, biar nggak dibilang traveler abal-abal karena jago kandang :D


Rencananya (berdoa bisa terealisasi >_<) bulan September ini saya juga pengen jalan-jalan ke Lombok. Jadi ceritanya, sebelum Om yang tinggal di pulau Lombok dipindah tugaskan ke Samarinda, saya pengen tuh kesana. Kan lumayan bisa numpang tidur dan makan. Tinggal mikir tiket pulang pergi sama uang saku buat beli oleh-oleh (dasar traveler kere :P )


Kasak kusuk yang saya dengar dari temen-temen yang suka backpacker-an, kalau urusan tiket pesawat mending pesen di Traveloka.com. Harganya lebih miring, banyak promonya juga. Belum buktiin sih. Tapi kayaknya perlu dicoba biar nggak penasaran. Syukur-syukur dapat tiket promo dari Citilink atau LCC airlines lainnya yang memang sudah terkenal terjangkau harganya :D




[caption id="attachment_12748" align="aligncenter" width="701"]SAMSUNG CSC Gradasi warna Telaga Rambut Monte[/caption]

Ada perasaan tenang saat berdiri di bibir telaga, memandangi jernihnya air Rambut Monte dan melihat tarian ikan Dewa di dalam telaga. Tak ada yang berubah sejak dulu. Rambut Monte tetap lestari berkat kearifan lokal yang melingkupinya. Mitos dan legenda yang berkembang di masyarakat membuat Rambut Monte tetap memiliki keindahan yang sama sejak dulu.


Rambut Monte merupakan kawasan wisata cagar budaya berupa telaga, candi, dan petilasan atau tempat untuk bermeditasi yang berada di antara lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi. Tepatnya di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar.


SAMSUNG CSCTak perlu khawatir tersesat saat berwisata ke Rambut Monte. Sebab, akses jalan menuju lokasi sangatlah bagus. Rambu lalu lintas yang menunjukkan arah menuju Rambut Monte juga mudah ditemukan di sepanjang jalan.


Jalan berkelok hampir sepanjang perjalanan menuju Rambut Monte tak membuat saya bosan. Sebab, sepanjang jalan, saya bisa menikmati pemandangan alam nan elok yang dipadu udara sejuk. Hamparan sawah terbentang sejauh mata memandang, sementara tanaman teh berjajar rapi di kebun teh Bantaran.


Aneka tanaman sayuran juga tumbuh subur di sini. Tak hanya itu, di salah satu sisi jalan sungai berair jernih yang mengular tak pelak membuat saya takjub. Saya sempat berhenti sejenak untuk melongok tanggul penahan banjir material vulkanik Kelud.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Blitar, akhirnya saya memasuki sebuah jalan kecil. Sedikit ragu karena jalan yang saya lalui merupakan jalan kampung. Takut salah jalan, saya pun bertanya pada warga yang saya temui untuk menyakinkan apakah benar jalan tersebut menuju Rambut Monte.


Selesai memarkirkan mobil, saya bergegas menuju loket penjualan tiket masuk yang berada di dekat tempat parkir. Tiket masuk obyek wisata Rambut Monte sangat murah. Saya hanya membayar Rp.15.000 untuk 3 orang dewasa dan 1 anak, sudah termasuk parkir kendaraan roda empat.


SAMSUNG CSC



Candi Rambut Monte

Area wisata Rambut Monte tidak terlalu luas. Tempat parkir mobil hanya muat sekitar 10 mobil saja. Jadi, tak perlu khawatir kelelahan saat mengitari komplek wisata ini. Belum lagi pepohonan tinggi menjulang di sekitar lokasi yang memberikan kesejukan tersendiri.


Rambut Monte dahulunya adalah candi tempat pemujaan penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Candi terbuat dari batu andesit yang berbentuk segiempat, dengan panjang 292 cm, lebar 296 cm serta memiliki tinggi 85 cm. Sayangnya, kondisi candi diduga sudah tidak lengkap seperti sedia kala. Kini yang tersisa hanyalah kaki candi, artefak Lingga Yoni yang merupakan lambang kesuburan, sebuah altar tempat menaruh bunga dan dupa, juga Kala di bagian atas. Sementara diatas fragmen Kala terdapat fragmen Nagaraja yang ditumpuk tak beraturan.


Di dekat candi terdapat bangunan semi permanen berbentuk Joglo sebagai tempat pengunjung bermeditasi. Menurut juru pelihara situs ini yang telah bertugas sejak 18 tahun lalu, Pak Kasno, setiap hari-hari sakral dalam penanggalan Jawa seperti malam jumat kliwon dan malam jumat legi, banyak pengunjung yang berasal dari daerah sekitar dan dari luar daerah datang untuk menyepi disini.



SAMSUNG CSCLegenda Ikan Dewa

Puas melihat sisa bangunan candi dari dekat, saya lalu menuruni anak tangga menuju telaga. Saat memandang bagian tengah telaga, tampak warna berbeda berupa gradasi warna biru tosca yang merupakan mata air telaga. Di salah satu bagian dari telaga disediakan gazebo kecil untuk melihat sumber mata air telaga.


Telaga Rambut Monte dihuni ikan Sengkaring, yang oleh warga sekitar dinamai ikan Dewa. Bentuknya seperti wader (Labeobarbus siamensis) yang memiliki ukuran cukup besar dengan panjang sekitar 60 cm. Konon kabarnya, ikan yang hidup di telaga ini jumlahnya tetap. Tidak pernah berkurang, juga tidak bertambah. Entah hanya sebuah mitos ataukah sesungguhnya. Dan, meski ikan Dewa terlihat jinak, warga tak berani menangkapnya. Hal ini tak lepas dari kepercayaan yang beredar di masyarakat terkait legenda ikan Dewa yang dipercayai secara turun temurun.


Menurut legenda, dahulu Rambut Monte merupakan tempat pertarungan mbah Rambut Monte yang merupakan keturunan Kerajaan Majapahit melawan Rahwana dan naga. Pertarungan sengit antara mbah Monte dengan Rahwana dan naga dimenangkan oleh mbah Rambut Monte. Mbah Rambut Monte kemudian mengutuk Rahwana dan naga menjadi candi berbentuk monyet dan relief naga, lalu ia berpesan pada murid-muridnya agar menjaga batu candi tersebut. Sayangnya, murid-murid mbah Monte tidak mengindahkan pesan beliau, hingga membuat mbah Monte murka dan mengutuk muridnya menjadi ikan Sengkaring.


Rambut Monte sejatinya merupakan obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan. Sebab, tak hanya terdapat situs peninggalan Majapahit didalamnya, juga  memiliki panorama serta telaga yang indah. Sayangnya, obyek wisata ini minim fasilitas pendukung yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.

You Might Also Like

23 komentar

  1. ternyata tempat wisata to mak, kirain rambute sopo hehe

    BalasHapus
  2. Keren tempatnya ya mak.. jadi pengen kesana juga :)

    BalasHapus
  3. Waaaah, makasih informasinya Mba Ika. Baguuus tempatnya. Semoga bisa ke sana. :D

    BalasHapus
  4. wah kalo ke blitar perlu nih saya agendakan ke sini ya mbak Ika mntapd ah jalan-jalan ke blitarnya... kalo ke lombok sya mbok di culik mbak ikutan jalan-jalan kerenya donk hehehe pizz

    BalasHapus
  5. Airnya jernih banget. Pengen kesanaa~

    BalasHapus
  6. kalau ada yang murah harus di coba mbak

    BalasHapus
  7. kalo jadi ke Lombok, mampir rumahku juga bisa mak..
    wisata lokal memang perlu dikenalkan dilestarikan.
    semoga bulan ini aku juga bisa nulis wisata lokal juga ah...

    BalasHapus
  8. Subhanallah, warnanya indah banget mbak..

    BalasHapus
  9. namanya unik ya, rambut monte. Telaganya jernih banget :)

    BalasHapus
  10. Iiih, ternyata di Blitar ada lagi tho wisata keren. Soale, selama ini paling cuma ke makam Bung Karno aja. Thanks ya mak. Btw, kalo ke Lombok, info2 yaaa... daku jadi mupeng pengin ke sana juga nih.

    BalasHapus
  11. Tempatnya indah dan kelihatan asri, Mbak.
    Legenda ikan dewanya juga menarik. Di daerah Kuningan Jawa Barat juga ada ikan dewa lho Mbak, cuma yang di Kuningan ikannya hidup di kolam renang. Mitosnya juga sama, jumlahnya gak bakal berkurang atau bertambah, cuma ya susah juga membuktikannya :)

    BalasHapus
  12. telaganya indah dg gradasai warnanya yg pasti udaranya di sana sejuk ya???

    BalasHapus
  13. Ada tempat indah seperti ini di blitar mba? Wow,,perlu ditelusuri lebih lanjut ini mba,,trmasuk penginapan dn transportasinya nih,,tengkyu ya mba,,

    BalasHapus
  14. Saya berharap, semoga kearifan lokal tetap dihormati sehingga telaga ini tetap terjaga kejernihannya ys Mbak. Cantik sekali :)

    BalasHapus
  15. Wahh kota Blitar saya sdh hapal diluar kepala letaknya didalam peta Prop Jawa Timur, namun sampai sekarang saya belum pernah sampai kesana,...
    apalagi Telaga Rambut Monte ... tentu alangkah 'indah menariknya. ...kapan ya saya bisa sampai kesana?

    BalasHapus
  16. Mbaaaaak.. Kalok ke Lombok, jangan bikin postingan banyak-banyak yah. Akoh siriiiik! T_T

    BalasHapus
  17. Duh jadi malu nih, saya yang tinggal di blitar hampir 20 tahun malah belum pernah ke sini. Justru anak-anak saya sudah beberapa kali ke sini mengikuti kegiatan sekolah dan punya cukup banyak hasil jepretan.
    Baiklah, Insya Alloh saya agendakan untuk mengunjunginya biar lebih memahami mblitar sebagai tanah lahir kedua saya.

    BalasHapus
  18. Waah.... cantik telaga nya, mbak Ika... Hm.., jadi pengen menikmati langsung suasana di sana... Ditunggu oleh2 & cerita dari Lombok ya mbak.. :)

    BalasHapus
  19. Kemarin juga aku pake Traveloka lhoo waktu ke Bali :D

    BalasHapus
  20. Blitar ya? dekat juga dengan rumah Mbah di Malang, Mak. Semoga bisa wisata ke sana. jernih airnya, pemandangannya juga sepertinya apik :)

    BalasHapus
  21. Bening banget ya telaganya. Legendanya lumayan mencekam deh tentang asal muasal ikannya hehehee...
    Mbakyuuu...inget daku ya klo ke Lombok, olih2nyooooo ;)

    BalasHapus
  22. Telaga yang ada di Candi Rambut Monte sangat cernih, coba kalau sungai2 di Indonesia bisa sejernih itu ya.. Nampaknya mitos tersebut memberi dampak positif, ikan tetap terjaga begitu pula dengan telaga-nya :)

    BalasHapus