Menikmati Pesona Pantai Parangtritis

03.13.00

Cukup lama saya tak berwisata ke pantai Parangtritis. Pantai yang terletak 27 km selatan kota Jogja ini ternyata masih memiliki keindahan yang sama sejak terakhir kali saya kunjungi, 12 tahun silam. Daya tariknya pun tak lantas luntur meski kini banyak pantai-pantai di daerah Gunung Kidul mulai mencuri perhatian wisatawan yang berkunjung ke kota Jogja karena pemandangan pantainya yang eksotis.


Liburan sekolah beberapa waktu lalu, saya dan keluarga berlibur ke pantai Parangtritis. Sebelum ke Parangtritis, saya dan keluarga menyempatkan bergelung gumuk pasir di Parangkusumo yang lokasinya tak jauh dari Parangtritis. Tepat tengah hari saya sampai di area gumuk. Sore menjelang, tak ingin terlewatkan menikmati sunset Parangtritis, saya dan keluarga pun beralih menuju Parangtritis setelah puas bermain-main gumuk.


SAMSUNG CSC


Pantai Parangtritis lekat dengan legenda Ratu Roro Kidul yang dipercaya orang Jawa sebagai gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Ada kepercayaan di masyarakat yang melarang pengunjung menggunakan baju berwarna hijau saat berwisata ke Parangtritis karena Ratu Pantai Selatan akan murka. Kini mitos itu sepertinya sudah mulai luntur seiring dengan kemajuan jaman. Terbukti banyak saya temukan pengunjung menggunakan baju berwarna hijau sedang asyik bermain di tepi pantai.


Cara termudah untuk sampai ke pantai Parangtritis adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi dari kota Jogja. Perjalanan dapat dicapai dalam dua cara yaitu melalui desa Kretek atau melalui Imogri dan desa Siluk. Selain menggunakan kendaraan pribadi, bisa juga menggunakan bus jurusan Parangtritis dari terminal Giwangan dengan tarif Rp.6000 sudah termasuk tiket masuk, lalu turun di lokasi wisata.


SAMSUNG CSC


Di belakang Parangtritis terdapat tebing Gembirawati. Sayangnya saya tak memiliki cukup waktu untuk menaikinya. Dari informasi yang saya dapat dari pak Atmo, kusir bendi yang mengantarkan saya berkeliling pantai, jika bisa menaiki tebing Gembirawati, kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala. Di sebelah timur tebing tersebut ternyata juga tersembunyi sebuah reruntuhan candi. yang terletak hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai. Untuk menuju candi, pengunjung bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South, lalu melewati jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter.


SAMSUNG CSC


Banyak fasilitas yang ditawarkan untuk menyusuri pantai Parangtritis dari ujung timur menuju ujung barat. Saya dan keluarga memilih menyusuri pantai menggunakan bendi. Beberapa pengunjung tampak menyusuri pantai dengan menaiki kuda yang mereka sewa. Alternatif lain menyusuri pantai yakni dengan menyewa ATV (All-terrain Vechile) yang diparkir dipinggir pantai. Tarifnya sekitar Rp.50.000 hingga Rp.100.000 per setengah jam.


SAMSUNG CSC


Setelah puas bermain pasir dan bermain air di pinggir pantai, saya dan keluarga menepi untuk membersihkan diri. Usai membersihkan diri, kami menanti sunset Parangtritis.


Waktu terbaik mengunjungi Parangtritis adalah di sore hari menjelang matahari terbenam. Sambil menanti matahari tenggelam, saya dan keluarga duduk di pinggir pantai beralaskan tikar ditemani jagung bakar serta kehangatan wedhang rondhe yang banyak dijajakan dipinggir pantai. Sayangnya, cuaca tak mendukung kami menyaksikan indahnya sunset sore itu. Mendung menutupi mentari yang akan tenggelam. Selepas maghrib, kami pun beranjak pulang. Anak-anak terlihat menikmati wisata kali ini hingga terbawa dalam igauan tidur mereka saat tertidur dalam perjalanan pulang.


 

 

You Might Also Like

32 komentar

  1. Wah kayaknya indah sekali ya mak pantai parangtritis...sudah lama tak kesana
    Sukses bwt kontesnya

    BalasHapus
  2. ke paris terakhir tahun 2010,habis subuh berangkat dari jogja kota,sampe sana jam 6,sepii banget cuma ada beberapa,berasa pantai pribadi hehe...habis itu lanjut ke pantai depok buat sarapan seafood...baru tahu ada tebing gembirawati,jd penasarn pingin kesana lagi :)

    BalasHapus
  3. saya terakhir ke jogja tahun 2001. membaca ini jadi kangen pengen ke sana

    BalasHapus
  4. Suasana pantai memang selalu indah, apalagi jika sama keluarga perjalanan yang seru pastinya. Sayang saya tidak melihat foto saat sunset. Hihi, maklum saya suka dengan pemandangaan saat matahari menutup matanya bu.

    BalasHapus
  5. Wah .. sudah lama nggak ke Parangtrirtis lagi mbak :)

    BalasHapus
  6. Saya terakhir ke Parangtritis tahun 2000, hehehe... udah lama banget.... emang lumayan indah ya, Mak, pantai itu :)

    BalasHapus
  7. Parangtritis, oh parangtritis. lama tak berkunjung kesana. Kapan-kapan ajak bintang kesana ah...

    BalasHapus
  8. Udah lama bgt ga ke Parangtritis..makin rame ya kayanya ^-^

    BalasHapus
  9. Rame bangeeet pantainyaaa.... asik tuh bisa naik kuda di pantai ya, Mak.
    Ini cerita dari pantaiku, Mak, mampir yaaak.. :D

    http://catatanhatiibubahagia.blogspot.com/2014/08/menyaksikan-geliat-nelayan-di-pantai.html

    BalasHapus
  10. Wow. Dengan baca artikel Mak Ika, jadi mupeeeenggg banget pengin ke Jogja!

    BalasHapus
  11. Waa cantik sekali pantai parangtritis sekarang. Sudah lama tidak berkunjung ke sana karena kesibukan di kerjaan

    BalasHapus
  12. wah, saya malah belum pernah ke sana, mbak. harus masuk agenda kalo nanti berwisata ke Jogja :-)

    BalasHapus
  13. wwaaaaahhhh... terakhir ke paris tuh 3tahunan lalu :)
    Jadi pingin ke jogja lagiiii

    BalasHapus
  14. bendi-nya imut banget.....tidak bisa pakaian ijo..padahal saya suka banget dengan warna ijo......selamat berlomba ya...semoga menjadi yang terbaik.....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  15. Saya trakhir ke sini pas zaman kuliah, Mba.
    Masih banyak orang2 jualam dipinggir pantai gak, Mba?

    Pingin ke Gumuk, panjat tebing juga eh. . .

    BalasHapus
  16. baca tulisan ini jadi kangen jogja :(

    BalasHapus
  17. parang tritis mah mistis pisan... http://fxmuchtar.blogspot.com/2014/08/serasa-memiliki-pantai-pribadi-di-liang.html?showComment=1408231644270#c1827843152361388028

    BalasHapus
  18. lama tak blusukan ke Parangtritis. wuih foto keluarga berbendinya elok banget seolah sang penikmat pantai pribadi.
    Salam

    BalasHapus
  19. wah mantap mbak ika jalan-jalan ke Parisnya seru hehe

    BalasHapus
  20. saya terakhir ke Parangtritis pas SD. Dari dulu smapai sekarang selalu aja ramai :)

    BalasHapus
  21. parangtritis slalu ramai yah...

    BalasHapus
  22. Sudah lama nggak ke Paris karena njajal di Gunung Kidul yg lagi heits. Paris ini strategis, paling dekat kota. Njajal nasi gorengnya nggak? Kalau biasanya nasgos ditaburi brambang goreng, kalau disitu kulit brambang yg digoreng. :D

    BalasHapus
  23. Pantainya emang terkesan mistis loh, Mbak.. Heheh..

    BalasHapus
  24. wah pesona pantai yang benar2 alami keren .......

    BalasHapus
  25. Ah rupanya begini keadaan pantai Parangtritis saat ini ya Mbak?
    Belum pernah saya kesana, hanya sering mendengar saja cerita tentang keindahan pantai ini.
    Moga suatu waktu saya bisa berkunjung ke Parangtritis. Dan naik bendi, sungguh menarik juga...
    Sukses dgn blog contestnya Mbak.

    Salam,

    BalasHapus
  26. pantai parangtritis memang selalu jadi tujuan wisata utama kalau berkunjung ke Bantul. goodluck ya mak buat lombanya. ditunggu kunbal ke postinganku juga mak:)

    BalasHapus
  27. Sayang banget aku waktu liburan ke sini kemalemam mak. Jadi gak srmpat liat keimdahannya...

    BalasHapus
  28. Walau sudah banyak pantai2 lain yang bisa dikunjungi, namun Parangtritis belum jua kehilangan pesona ya Mbak. Senja masih romantis walau lingkungannya agak berantakan :)

    BalasHapus
  29. Lagi masa liburan nih, jadi pantainya keliatan kotor gini.

    BalasHapus
  30. aku diajaki kesana mbak :)

    BalasHapus
  31. Parangtritia dituliskan ala mak ika jadi lebih eksotis dan menarik.. Jadi pingin kesana...

    BalasHapus
  32. Beberapa kali maen ke Jogja tapi gk ke Parangtritis :(
    semoga kalau liburan lagi kesana bisa maen ke pantainya :)

    BalasHapus