Olahan Berbahan Lobak

16.05.00

Olahan Berbahan Lobak - Waktu saya kecil, saya suka sekali baca majalah Bobo. Nggak langganan sih. Hanya sesekali saja beli. Kebetulan di depan rumah ada kios majalah. Kadang kalau lagi nggak pengen beli, saya pinjam sebentar untuk liat-liat isinya. Untungnya si penjual baik hati. Biarpun nggak beli, tetep boleh dipinjam kalau hanya dilihat sebentar. Waktu itu harga Bobo masih seribu rupiah. Jangan ditanya itu tahun berapa, ya. *nyengir kuda*

Nah, disalah satu edisinya pernah ada cerita mengenai lobak raksasa. Lobak yang ada dalam cerita bisa tumbuh sangat cepat. Cerita itu membuat saya penasaran seperti apa bentuk lobak sesungguhnya. Karena saat itu tak ada penjual lobak di daerah sekitar saya, rasa penasaran saya terbawa hingga dewasa.

Singkat cerita, hari minggu lalu saya dan anak-anak menyempatkan berbelanja di pasar Suronegaran. Pasar yang ada di tengah kota Purworejo ini buka sejak dini hari. Konon kabarnya, aktifitas paling ramai di pasar ini sekitar pukul 3 pagi. Maka tak heran jika pasar ini lebih sering disebut pasar pagi daripada nama aslinya.

Saat asyik berbelanja, saya melihat tumpukan lobak disalah satu penjual sayuran di sudut pasar. Demi menyakinkan diri, saya pun bertanya pada si penjual apakah yang teronggok di salah satu lapaknya bernama lobak. Saat penjual mengatakan bahwa benar sayuran berbentuk seperti wortel yang berwarna putih itu bernama lobak, tanpa ragu saya mengambil 2 buah lobak ukuran sedang. Padahal saya belum tahu si lobak bisa dimasak apa.

SAMSUNG CSC

Dari googling di internet, saya baru tahu jika lobak kaya manfaat. Umbi yang satu ini mengandung  vitamin A, B1, B2, niasin, minyak atsiri, kolin, serat kasar, kalsium, fosfor, zat besi dan asam oksalat.
Daun lobak mengandung minyak atsiri, vitamin A dan C. Sedangkan bijinya mengandung 30-40 persen minyak lemak dan minyak atsiri. Zat-zat tersebut mengandung antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri dan antioksidan.

Beberapa khasiat lobak diantaranya, untuk mengobati bisul, eksim, luka bakar akibat air panas, asma, batuk, batuk rejan, desentri, influenza dan sakit jantung. Lobak juga dapat mengobati gangguan paru-paru disertai batuk darah atau pendarahan hidung, gangguan pencernaan, mengatasi perut kembung, menurunkan tekanan darah tinggi, juga mengurangi nafsu makan berlebih.

Saya memasak lobak menjadi 2 olahan yakni sup dan tumis. Kedua relatif mudah. Bumbu yang diperlukan untuk membuat sup hanya bawang putih, merica dan jahe. Isian sup pun beragam. Kita bisa mencampur lobak dengan wortel, tahu, soun, kentang ataupun buncis. Pokoknya suka-suka kita aja.
SAMSUNG CSC
Karena saya suka masakan pedas, saya juga bereksperimen mengolah lobak menjadi tumisan. Memasak tumis sangat mudah. Bahan yang diperlukan hanyalah bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, salam, laos dan saus teriyaki. Sementara untuk campurannya saya pakai wortel dan udang karena kebetulan pas liat isi kulkas ada wortel dan udang.

Tekstur lobak seperti labu siem, sementara rasanya mirip oyong. Sedikit tips, saat memasak lobak masaklah hingga empuk. Jika masih keras terkadang terasa sedikit getir dan sengir. Sup lobak cocok disandingkan dengan aneka sambal dan aneka lauk. Penasaran untuk mencoba?

You Might Also Like

0 komentar