Ajarkan Anak Keterampilan Hidup dengan Bermain

06.52.00

Bermain clayAda banyak hal yang harus saya syukuri saat saya dan keluarga harus pindah dari kota Jogja ke sebuah desa di wilayah Purworejo, meskipun di awal kepindahan, kami sulit untuk beradaptasi. Salah satunya yaitu kesempatan bermain yang lebih beragam dan aman pada kedua anak saya.


Kini, anak-anak terlihat begitu menikmati aktivitas bermain yang mereka lakukan bersama teman-temannya. Senang rasanya melihat kebahagiaan serta binar mata mereka, seperti kejadian beberapa waktu lalu saat Fathiin membawa pulang ikan dengan baju sekolah penuh lumpur.


"Ummiiii.. mas Fathiin dapet ikan. Tolong digorengin ya, Mi," teriak Fathiin sambil berlari memasuki rumah.


"Pulang sekolah kok dapat ikan? Ikan dari mana?"


"Tadi mas Fathiin nangkep ikan di kolamnya Farel, Mi. Seru deh pokoknya."


"Oke, ceritanya disambung nanti lagi ya, Nak. Sekarang mas Fathiin mandi dulu, biar ummi goreng ikannya. Nanti kalau sudah matang kita makan sama-sama."




Bermain hingga kotor adalah bagian dari masa kanak-kanak setiap orang, dan baju kotor adalah bagian dari kehidupan sehari-hari sebuah keluarga - Rinso



Saya tak bisa membayangkan jika kami masih tinggal di Jogja dengan pagar tinggi yang mengungkung keduanya. Saya sering khawatir saat anak-anak bermain di luar rumah. Takut anak-anak tertabrak kendaraan, takut anak-anak memecahkan kaca orang saat bermain bola dan ketakutan lain.


Minimnya lahan bermain anak-anak di perkotaan tentunya membatasi ruang gerak mereka. Anak-anak sulit menemukan tempat yang aman untuk bermain. Padahal, bermain akan mengajarkan mereka banyak hal.


[youtube=http://http://www.youtube.com/watch?v=tt_NmYFNsEA]

Seringkali, orang tua menginginkan anak-anaknya kelak memiliki daya saing dan sanggup berkompetisi di era global, hingga menjejali anak-anak dengan berbagai les. Saya pun demikian. Tak cukup dengan les matematika dan bahasa Inggris, saya pun meminta Fathiin mengikuti les melukis dan les robotik. Beruntung saya memilihkan sekolah yang tepat untuknya. Sekolah tidak memberi Fathiin PR setiap harinya, hingga ia masih bisa bermain dengan teman-temannya walau hanya pada hari-hari tertentu.


Video dibawah ini menyadarkan saya, betapa saya telah memberikan begitu banyak beban pada anak-anak, hingga merampas hak mereka untuk bermain dengan leluasa bersama teman-temannya.







Menurut psikolog Roslina Verauli, anak usia 2-6 tahun membutuhkan waktu bermain minimal 5 jam, baik di luar ruangan ataupun bermain pasif di dalam ruangan. Bermain sejatinya bukan hanya aktifitas untuk mengisi waktu luang. Bermain merupakan bagian penting dari perkembangan anak, serta turut mendukung pembentukan keterampilan hidup anak kelak saat mereka dewasa.


Dengan bermain anak belajar memahami diri sendiri dan mengembangkan kepercayaan diri, melatih mental, meningkatkan kreativitas, mengembangkan pola sosialisasi dan emosi, melatih motorik, serta mengasah imajinasi dan analisis anak.


Rinso melalui program #Kids Today Project mengajak para orang tua di seluruh dunia untuk memahami betapa pentingnya bermain bagi anak.


Proyek yang mengambil sudut pandang anak-anak ini bertujuan untuk melihat setiap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita dan mengajak kita membahas lebih dalam mengenai bagaimana rasanya menjadi anak-anak masa kini dan bagaimana mereka belajar, dengan menghadirkan 4 film pendek yang bisa disaksikan melalui Youtube yang berjudul Wajah Bermain, Anak-anak Perkotaan, Anak-anak yang Sibuk dan Menjadi seorang Anak Kecil.







 


 

You Might Also Like

24 komentar

  1. Emaknya ga ikutan kotor-kotoran nih ? Hehehe

    BalasHapus
  2. Bersahabat dengan alam, bersosiialisasi dengan teman sebaya di lingkungan memberikan pendidikan karakter yang sangat baik untuk perkembangan mental dan sosial anakl. Sementara saat ini kebanyakan orang tua membeiarkan anak-anak hanya berteman dengan aneka gajet yang hanya membuat mereka berada di dunianya sendiri

    BalasHapus
  3. Seru banget mainnya menangkap ikan, nanti kalau ikannya sudh digoreng Umi, tante Memez mau yaaaa :))))

    BalasHapus
  4. seru banget kalo main sama a apalagi main kotor2an makin seruu hehehe

    BalasHapus
  5. Suuatu hari saya mengajak santri TPA Al-Muhtadin untuk bermain di sungai yang tidak jauh dari masjid. Berbasah-basdah mereka di sana. Ternyata, kejadian itu sering diceritakan di anatara mereka. Betapa menyenangkan.

    BalasHapus
  6. saya selalu 'mengusir' anak-anak keluar rumah kalau dirasa sudah cukup lama bermain game,
    minimal mereka gowes sepeda muter-muter komplek, banyak hal yang bisa mereka lihat,
    saatnyakembali bermain bagi anak-anak

    BalasHapus
  7. Iya, Mak. Tinggal di kampung emang enak. Aku juga jadi hilang kekhawatiran dari susahnya cari tempat bermain. Tapi ya itu dia, gadget kini mulai merongrong anak-anak. Sukses lombanya, Mak. ^^

    BalasHapus
  8. biasanya kalau ada yag sedang bangun rumah atau renovasi rumah anak2 suka yambak main-main pasir. Maklumlah disini tanah untuk main jarang

    BalasHapus
  9. Dan, saya tidak ada niatan untuk hidup di kota. Lebih enak di Desa emang, Mba. :D

    BalasHapus
  10. Enak lagi mak di desa. Dulu suka kaget anak2 pulang bawa belut atau pisang hihihiii

    BalasHapus
  11. sebab bermain membentuk life skiil

    BalasHapus
  12. ayo mancing Mbak, kalau di pelabuhan pendaratan malah seru...tinggal tawar trs bawa pulang ikan #EH

    Sukses GAnya ya Mbak. saingan berat neh

    BalasHapus
  13. Betul mbakyuu... masa kanak2 tak kan kembali lagi. Biarlah anak2 kita lebih menikmati masa kecilnya dengan bahagia.

    BalasHapus
  14. Wuiih...asyik banget tuh yg ngubek-ubek lumpur..

    BalasHapus
  15. Asyiknya dunia bermain anak ya Mak....
    Mereka bisa bergembira dan bersenang-senang sepuasnya sekaligus mendapatkan banyak pelajaran dari permainan itu
    Semoga menang

    BalasHapus
  16. Betul mbak Reni. Permainan sejatinya sarana belajar juga

    BalasHapus
  17. Iya mbak. Membiarkan mereka bermain dan mendapatkan banyak pengalaman

    BalasHapus
  18. Mancing bareng anak-anak ya mbak biar lebih seru ^^

    BalasHapus
  19. Bermain di luar lebih sehat ya mbak. Anak-anak jadi banyak bergerak

    BalasHapus
  20. Bermain diluar dan berkotor-kotor ria selalu memberi kesan pada anak-anak pak Azzet

    BalasHapus
  21. Orang tua sekarang tak mau repot pak. Makanya yuk, dukung program rinso ini agar banyak orang tua yang sadar pentingnya bermain

    BalasHapus
  22. keceriaan anak2 saat bermain, sepertinya tdk bisa digantikan dgn yg lain :)

    BalasHapus