Bookpict Novel Riawani Elyta

20.40.00

Sumpeh! Bikin book pict itu ternyata nggak gampang. Tantangannya banyak. Butuh waktu 7 hari 7 malam cukup lama buat mikir konsepnya, quotes yang pas dengan konsep dan milih pernak pernik untuk garnis agar terlihat manis. Dan, Riawani Elyta-lah yang membuat saya mau melakukan ini! Saya pun iseng mengikuti Quiz Bookpict Riawani Elyta


Riawani Elyta, pengarang yang satu ini tak hanya produktif, ia juga mampu menghadirkan buku-buku nagih untuk di baca dan memiliki kualitas lebih.


Penulis yang lahir dan besar di Tanjungpinang, Kepulaian Riau ini telah meraih beberapa penghargaan lomba menulis, diantaranya Pemenang 2 Sayembara Cerber Femina (2008), Pemenang Harapan Cerber Femina (2009), Pemenang Sayembara Novel Inspiratif Indiva (2010), Pemenang I Lomba Novel Remaja Bentang Belia (bersued dengan Shabrina Ws) serta pemenang Favorit pada Sayembara Novel Amore.


Dan, kebetulan banget saya punya 4 buku karangan Riawani Elyta yang siap untuk saya buat book pict. 3 buku karangannya sendiri dan 1 buku hasil duet dengan Shabrina Ws.


Rencana awal saya ingin membuat keempat novel Riawani Elyta untuk saya jadikan bookpict. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, akhirnya saya hanya bisa membuat 3 book pict saja.


The Caffee Memory


Buku ini bercerita tentang perjuangan Dania untuk bangkit dari keterpurukkannya. Kematian Andro, suami serta partner bisnisnya di cafè Katjoe Manis tak hanya membawa duka mendalam, juga berpengaruh pada keberlangsungan cafè yang ia kelola bersama Andro.


Kepergian Andro otomatis membuat Dania harus berjuang sendirian membesarkan Sultan, anak semata wayangnya serta Katjoe Manis. Dan, ini tidak mudah bagi Dania sebab aroma kopi yang dahulunya sangat dinikmatinya, setelah kepergian Andro menjadi aroma yang ingin ia jauhi karena tak mau teringat dengan semua kenangannya bersama Andro.


SAMSUNG CSC


Bookpict ini favorit saya. Meski sederhana, kesan kehilangan dan kesepiannya begitu kental.


Berlatar putih dengan garnis kopi yang tinggal ampas dan sehelai daun kering, untuk menggambarkan kesendirian yang dirasakan Dania dan kenangan Dania pada Andro yang saya gambarkan dengan ampas kopi yang tersisa.


Ping! A Messages from Borneo


Novel duet Riawani Elyta dengan Shabrina Ws ini bercerita tentang penyelamatan lingkungan. Menggambil setting cerita di Borneo dengan misi penyelamatan Orang Utan dan habitatnya menjadi inti cerita.


Dalam novel ini Riawani Elyta keluar dari pakem tokoh-tokoh perempuan yang biasa ia tulis. Karakter Molly yang masih remaja terasa sangat segar.


IMG_20140306_113354


Jujur, saya nggak puas dengan hasil book pict novel ini. Kendala teknis dan minimnya ide membuat hasilnya kurang maksimal. Monitor PC yang tiba-tiba hank dan berwarna lebih kelam dari seharusnya menyulitkan saya untuk mengedit gambar via photoshop dan membuat mood saya untuk mengutak atik gambar seperti biasanya menguap. Untuk menyiasati kendala diatas, saya gunakan photo editing yang ada di hape saya.


A Cup of Tarapuccino


A Cup of Tarapuccino merupakan novel Riawani Elyta yang pertama kali saya baca dan telah memikat saya dengan kekuatan setting dan karakter tokohnya.


Novel yang berkisah tentang duo saudara sepupu Tara dan Raffi dalam membangun Bread Time, usaha roti milik mereka.


Bread Time yang mencoba mereka kelola secara sharè mendapat banyak ujian yang berasal dari dalam maupun dari luar lingkup mereka.


Kisah cinta segitiga antara Raffi, Tara dan Hazel memberi warna A Cup of Tarapuccino, hingga novel tak hanya berkutat pada bisnis dan persaingannya. Akhir cerita yang sengaja dibuat mengambang cukup membuat pembaca penasaran.


SAMSUNG CSC


Masih dengan layar komputer yang bermasalah, saya mencoba membuat bookpict novel A Cup of Tarapuccino. Bicara hasil, saya pribadi masih kurang puas meski jauh lebih baik daripada bookpict novel Ping! A Message from Borneo.


Dan, kebetulan banget beberapa waktu lalu saya mendapatkan mug cantik dari penerbit Indiva. Penerbit yang kebetulan juga menerbitkan novel ini. Maka, mug pun saya gunakan sebagai garnis menemani kue-kue untuk melambangkan bakery seperti yang ada di novel.

You Might Also Like

24 komentar

  1. bagus bagus kok mbak! Joss deh.

    BalasHapus
  2. yang ide a cup of terapuccino udah bagus. Cuma keliatan gak tajam aja dibagian bukunya

    BalasHapus
  3. Vey udah baca yang coffe memory. emang kece deh ceritanya. Saya suka..
    book pict keren mbaak ^^

    BalasHapus
  4. aku suka yg coffee memory Mak... keliatan sunyi sepi sendiri tapi keren banget :)

    BalasHapus
  5. Kereeeen...jadi minder nih :D

    BalasHapus
  6. suka yang coffeeeee memory,terkesan romantis....apik mbk,good luck ya mbk ^_^

    BalasHapus
  7. Paling suka yang coffee memory sama tarapucino, boleh pinjem novelnya ngga #eh

    BalasHapus
  8. Mbak Ika ...
    Saya ingin bertanya ... yang disebut Bookpict itu apakah sama dengan komik ...
    dan apakah ... bookpict itu terdiri dari kata-kata dan gambar ?

    jika Ya ... maka ... ini memang memerlukan dua kompetesi ... kompetensi menulis ... dan kompetensi memilih gambar/foto

    Salam saya Mbak Ika

    (8/3 : 2)

    BalasHapus
  9. Setahu saya buku bergambar semacam komik dinamai pictbook, Om. Kalau yg ini buku trus di foto dikasih quotes yg ada di buku.

    BalasHapus
  10. Bener mau pinjem? Boleh kok. Asal ambil sendiri yak :D

    BalasHapus
  11. Mba... paling suka yang Coffee Memory, angle-nya pas and fokusnya pada buku itu pas banget.
    Yang kedua dan ketiga, agak kurang fokus mba. Untuk foto ketiga sih sebenarnya dah ok itu posisinya, tinggal difokuskan lagi ada di bukunya. Hasilnya juga pasti keren deh kayak yang pertama.
    Sayang buku Coffee Memorynya di Indo, gak bisa ikutan deh. Lupa pernah ada foto gak ya? :D

    BalasHapus
  12. Keren banget Jeng Ika, nambah wawasan saya. Kebayang permainan ide di angan Jeng Ika tuk menuntaskan dalam gambar. Salam

    BalasHapus
  13. paaaaaling suka sama foto yg pertama [yg kedua ketiga juga bagus, tapi yg pertama itu berasa ngepass banget (y)]
    goodluck yaa mak ikaaa :D

    BalasHapus
  14. Udah lama ga mengikuti dunia perbukuan, enggak kenal sama penulisnya. Apalagi konsep bookpict ini, saya ketinggalan kereta nih. :(

    BalasHapus
  15. sehabis mbaca-mbaca, masih gak ngeh ttg Bookpict. Baca komentar, baru deh sdkt ada pencerahan kalau ternyata bookpict itu. Seru banget kayaknya Mbak. Lha saya belum bisa gunain PS:(

    BalasHapus
  16. the coffee memory-nya ok,
    kesan yang timbul sejalan dengan cerita novelnya. keren.

    BalasHapus
  17. Kayanya kalau novelnya berhubungan dengan kopi hasil book-pict-nya Mbak Ika selalu bagus :)

    BalasHapus
  18. keren mbak Ika.... (y)
    Jadi pingin belajar photoshop

    BalasHapus
  19. ajarin aku dong mbak caranya

    BalasHapus
  20. Makin mahir utak atik foto niihhh...

    BalasHapus
  21. Salam kenal mbak ika, fotonya bagus sekali kelihatan elegan jadinya...

    BalasHapus
  22. Saya suka yg paling atas, mbak Ika.. trims mbak.. baru ngeh ttg bookpict ini hehe.. sukses ya mbak... :)

    BalasHapus
  23. suka yang gambar pertama.. keren! :)

    BalasHapus
  24. Semuanya bagus kok mbak, cuma kalo disuruh milih saya malah njagokan yang a cup of tarapuccino. Sukses untuk bookpict-nya mbak ...

    BalasHapus