Sarapan Sehat Amunisi Cerdas

21.06.00

Pentingnya sarapan sehat untuk buah hati


Anak-anak memerlukan sumber tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas hariannya. Inilah salah satu alasan mengapa sarapan menjadi begitu penting. Namun sayangnya, kini banyak anak-anak sekolah yang sering tidak sarapan, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Banyaknya tugas sekolah ditambah jadwal les yang padat menyebabkan anak-anak kelelahan sehingga sulit untuk dibangunkan di pagi hari. Belum lagi kemacetan yang harus dilalui sepanjang perjalanan menuju sekolah, menyebabkan sarapan acap kali terlewatkan.


Padahal, sarapan tak hanya menjadi ‘bahan bakar’ anak-anak untuk beraktivitas saja. Sarapan sesungguhnya memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi anak, sarapan juga akan memberikan hal positif bagi keluarga. Lalu, hal positif apa saja yang didapatkan?




[caption id="attachment_9659" align="aligncenter" width="460"]credit credit[/caption]

Pertama, sarapan menciptakan kebiasaan sehat. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2010 pada anak usia 4-18 tahun, sarapan memiliki kontribusi besar dalam total asupan harian, yakni 15%-30% kebutuhan gizi harian.


Dari penelitian tersebut juga ditemukan fakta jika 16,9%-59% anak sekolah, remaja dan orang dewasa di Indonesia tidak sarapan. Sementara itu, 44,6% anak sekolah yang sarapan memiliki kualitas gizi sarapan dengan kualitas rendah.


Menurut Prof. DR. Hardiansyah, MS., Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, bangsa ini akan menghadapi dua kegagalan apabila anak-anaknya tidak sarapan. Tidak terbiasa sarapan akan berpengaruh pada penurunan kemampuan berfikir dan kognitif anak. Selain itu, anak akan terhindar dari ancam obesitas. Dengan sarapan, kebiasaan sehat pada anak secara tidak langsung akan terbentuk.


Kedua, anak memiliki konsentrasi yang lebih baik. Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22% lebih tinggi daripada yang tidak sarapan. Sarapan dapat meningkatkan kemampuan otak dalam mengerjakan sesuatu, berpikir dan meningkatkan konsentrasi bekerja. Melalui makanan yang dikonsumsi saat sarapan, bahan bakar untuk otak tersalurkan. Maka tak heran, anak yang terbiasa sarapan lebih cerdas dan memiliki nilai rapor yang lebih tinggi. Dengan sarapan stamina anak juga terjaga, sebab anak memiliki status gizi yang lebih baik.


Ketiga, mempererat hubungan keluarga. Kebiasaan sarapan bersama di pagi hari bersama seluruh keluarga tentunya akan semakin mengeratkan hubungan keluarga. Di pagi hari suasana lebih fresh hingga memungkinkan terciptanya pola komunikasi santai yang membuat seluruh anggota keluarga merasa nyaman. Sebuah penelitian mengungkapakan, anak yang terbiasa sarapan bersama keluarga lebih berhasil dan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik saat di sekolah.



Menu sarapan seimbang


Tuntutan hidup terkadang menenggelamkan orang dalam pekerjaan siang dan malam. Karena alasan ekonomi pula, kini wanita dituntut untuk bekerja. Dan, menyiapkan sarapan merupakan kegiatan di pagi hari yang membutuhkan waktu ekstra. Tentunya hal ini sangat merepotkan bagi ibu yang bekerja, sehingga terkadang makanan instan menjadi salah satu alternatif untuk menyiasati kendala tersebut. Padahal, makanan instan cenderung tidak memiliki nilai gizi yang memadai.


Menurut Prof. DR. Hardiansyah, MS., Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, sarapan dengan segelas susu masih kurang karena belum memenuhi gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, bugar dan cerdas.


Untuk menyiasati kesibukan mengolah sarapan di pagi hari, ibu bisa menyiapkan sayuran yang akan diolah pada malam harinya sambil menikmati siaran televisi.




[caption id="attachment_9658" align="aligncenter" width="438"]credit credit[/caption]

Sarapan tak harus selalu nasi. Ibu bisa mengganti menu sarapan dengan roti, mie, kentang, pasta ataupun sereal. Yang perlu ibu perhatikan adalah komposisi menu sarapannya. Sarapan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Dan, pastikan porsi sarapan sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan anak setiap hari, yang bisa dilihat dalam tabel berikut ini.


 





























Usia



Berat badan



Kalori per hari



Protein per hari



1-3 tahun



12 kg



1220 kal



23 gr



4-6 tahun



18 kg



1720 kal



32 gr



7-9 tahun



23,5 kg



1860 kal



36 gr




Mengingat pentingnya sarapan, rasanya sayang jika buah hati melewatkan sarapan bersama keluarga. Pilih menu sarapan yang memiliki gizi lengkap dan tentunya makanan yang disukai anak agar mereka lebih bersemangat untuk sarapan.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “Sarapan Sehat” bagi Blogger dan Mahasiswa yang diselnggarakan oleh http://www.pergizi.org


Referensi:


http://m.parenting.co.id/article/mobArticleDetail.aspx?mc=001&smc=004&ar=268


http://health.okezone.com/read/2014/02/14/482/940885/yuk-biasakan-sarapan-sehat-mulai-sekarang


http://cakrawanita.blogspot.com/2013/03/pentingnya-sarapan-ternyata-pengaruhi.html


Sumber tabel Widya Karya Pangan 2004


 

You Might Also Like

22 komentar

  1. Semoga sukses ngontes nya ya mak...
    Saya pengen ikutan tapi blm punya bahan :(

    BalasHapus
  2. Ya Allah aku udh bookmark lomba ini tp lali Mbak.. Hiks... Ya wes aku dukung mb Ika aja.. Moga2 sukses ngontesnya :)

    BalasHapus
  3. Good luck ya mbak, aku kadang sarapan terlambat mbak

    BalasHapus
  4. dulu.kalau tidak.sarapan tidak.diberi uang saku

    BalasHapus
  5. Sarapan sehat ... menjamin energi yang cukup ...

    Semoga sukses di perhelatan GA mengenai Gizi ini ...

    Salam saya Mbak Ika

    (17/2 : 11)

    BalasHapus
  6. Aku selalu sarapan.....*ehhh siapa yang tanya ya...

    Sukses mbak Ika...

    BalasHapus
  7. lupa mau ikutan yang ini..moga menang Mak Ika..

    BalasHapus
  8. Sip maaaak...foto bentonya bikin ngiler. Ha..ha..janganlupa kalau menang ngontesnya aku ditraktir ya mbak :D

    BalasHapus
  9. Sarapa itu modal
    Oleh karena itu anak-anak harus dibiasaka untuk sarapan ya Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  10. Saya yang termasuk dulu rajin sarapan dan memang sarapan itu penting mba Ika.
    Sukses nggih mba ngontesnya...

    BalasHapus
  11. nice pos bak salam kenal kunbal y

    BalasHapus
  12. jika sarapan dengan nasi putih dipagi hari atau dengan segelas susu dan roti,mana yang lebih diutamakan ya sob, masalahnya kalau sarapan saya jarang komsumsi nasi putih

    BalasHapus
  13. sarapan memang harus sejak dini dibiasakan pada anak2 ya mak Ika.
    saya sih suka sarapan yg praktis aja, teh sama roti :) kalo utk anak saya yg masih 2 tahunan dibikinin oatmeal campur madu atau susu.

    BalasHapus
  14. Sarapan merupakan rutinitas pagi yg wajib setiap hari MBak.

    Waktu saya masih anak-anak, sarapan merupakan aktifitas otomatis yg sdh di biasakan oleh ibu saya. Dan semoga saya pun bisa membiasakan sarapan sehat ke anak-anak..

    #sukses Lombanya ya mbak

    BalasHapus
  15. sukses ngontesnya mbak.
    Sarapan itu menu wajib bagi kami, nggak harus nasi. Jajan pasar + segelas kopi/teh bagi saya itu namanya sudah sarapan. Klo bagi suami sih belum, karena sarapan = makan nasi.

    BalasHapus
  16. Jangankan buat anak2 yang perlu tenaga untuk aktivitas, akang sendiri kalo nggak sarapan pagi perjalanan ke kantor dengan roda dua sering merasa kurang konsentrasi :-) Terima kasih Mba Ika atas sharing-nya dan gudlak untuk kontesnya :-)

    BalasHapus
  17. tiap hari istri di rumah bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak, mbak

    BalasHapus
  18. saya sering banget baca blog seputar pentingnya sarapan
    tapi terkadang saya lupa untuk sarapan pagi
    terima kasih mbak sudah mengingatkan
    (toh gk cuma anak2 aja yang butuh sarapan)

    BalasHapus
  19. artikelnya sangat bermanfaat izin share yah....

    BalasHapus
  20. Terimakasih...Silahkan di share ^^

    BalasHapus
  21. mau pie buahnya aja mtiesr kalo risolnya pasti pake daging sapi, gak mau.. yg di sebelah kanan ada kismisnya kue apa ya itu juga yummi

    BalasHapus