Menikmati Eksotisnya Taman Sari

20.31.00

Ngayogyakarta Hadoningrat atau yang lebih di kenal dengan sebutan Jogja mempunyai 'magnet' yang menarik wisatawan untuk datang ke kota yang minim konflik ini. Jogja selalu ngangeni, begitu kata orang yang pernah datang ke kota ini. Daya magis ini disebabkan kesan historis Jogja yang cukup kuat.


Nah, jika suatu saat berkesempatan mengunjungi kota Jogja tapi tak sempat mengunjungi tempat-tempat wisata alam dipinggir kota Jogja seperti Parangtritis, jangan khawatir, di dalam kota pun masih banyak tempat wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, salah satunya Taman Sari.


SAMSUNG CSC


Taman Sari yang dikenal juga dengan sebutan Watel Castle ini konon kabarnya adalah istana yang di bangun sebagai tempat peristirahatan raja. Kalau boleh dibilang, Taman Sari merupakan villanya raja-raja Mataram jaman dulu.


Taman Sari terletak tak jauh dari keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758 hingga tahun 1765. Konon kabarnya, salah satu arsitek yang turut mendesign istana ini berasal dari Portugis yang bernama Demang Tegis. Sayangnya istana ini hanya digunakan Sultan Hamengku Buwono I hingga Sultan Hamengku Buwono III saja.


Awalnya nama Water Castle saya kira merujuk pada dua kolam yang berada ditengah istana. Ternyata saya salah. Istana ini dinamakan Water Castle sebab dulunya, Taman Sari dikelilingi danau buatan hingga istana tampak seperti berada di atas air (mengambang).


Taman Sari dahulu memiliki luas kurang lebih 10 hektar yang terdiri dari 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan serta pulau buatan dan lorong bawah air. Terbayang, kan bagaimana indahnya istana ini dahulu. Sayangnya, kini hanya beberapa bangunan saja yang tersisa. Banyak bangunan yang telah menjadi pemukiman warga dan telah diruntuhkan.



Gedhong Gapura Hageng


Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang istana air ini. Letaknya disebelah barat dari situs bangunan istana air yang tersisa. Dahulu bangunan ini menghadap kearah barat. Jadi, pintu masuk yang digunakan para wisatawan untuk memasuki Taman Sari sejatinya dahulu merupakan pintu keluar.


Gerbang mempunyai beberapa ruang dan dua jenjang berhiaskan relief burung dan bunga-bungaan yang menunjukkan tahun selesainya pembangunan Taman Sari yakni pada tahun 1691 Jawa (kira-kira tahun 1765 Masehi). Di sebelah timur gerbang terdapat halaman bersegi delapan yang berfungsi sebagai tempat penyambutan raja. Saat memasuki taman, konon kabarnya raja dan keluarga akan disambut tari-tarian oleh para penari.



Umbul Binangun


SAMSUNG CSCUmbul Binangun memiliki versi nama lain yakni Umbul Pasiraman dan Umbul Winangun. Bangunan ini terletak disebelah timur Gedhong Lopak-lopak (halaman bersegi delapan). Kompleks ini dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Di dalamnya terdapat kolam-kolam pemandian Sultan, istri, selir serta putri-putri raja. Terdapat tiga kolam yang memiliki fungsi masing-masing. Masing-masing kolam dihiasi mata air yang berbentuk jamur. Terdapat pot bunga raksasa disekeliling kolam.


Kolam paling utara yang disebut Umbul Muncar digunakan untuk mandi putri-putri raja. Sementara kolam disebelah selatannya yang disebut Blumbang Kuras digunakan untuk mandi para istri dan selir raja. Kolam paling selatan disebut Umbul Binangun. Kolam ini merupakan kolam pemandian raja dan istri ataupun selir pilihan raja. Umbul Binangun dipisahkan bangunan dengan menara di bagian tengahnya.


Bangunan sayap barat merupakan tempat berganti pakaian dan sayap timur digunakan untuk beristirahat Sultan. Sementara menara di bagian tengah konon digunakan Sultan untuk melihat istri dan selirnya saat mereka mandi. Dari atas menara Sultan akan memilih selir ataupun istri mana yang akan menemani Sultan. Untungnya tradisi ini sekarang tidak ada. Jika masih ada mungkin akan di protes aktivis perempuan.



Pulo Cemethi


Pulo Cemethi dan Sumur Gumuling terletak tak jauh pasar Ngasem. Pulo Cemethi merupakan bangunan dua lantai yang terletak persis dibelakang pasar Ngasem. Di tempat inilah konon kabarnya Sultan bermeditasi. Sayangnya bangunan ini saat ini sedang dalam proses renovasi. Pengunjung tidak diijinkan menaikki bangunan lantai dua. Waktu saya kecil, saya sering naik kelantai dua untuk melihat kota Jogja dari ujung utara sampai ujung selata.


Pulo Cemeti


Dari atap bangunan ini akan tampak keelokkan kota Jogja dari atas. Namun, seiring maraknya pembangunan gedung-gedung bertingkat di kota ini, saya tak yakin akan bisa menikmati keelokannya kota Jogja dari atas seperti dulu.



Sumur Gumuling


Sumur GemulingDi sebelah pulau Cemethi terdapat Sumur Gemuling yang berbentuk bulat seperti cincin. Pada masanya, Sumur Gemuling difungsikan sebagai masjid. Terdapat mihrab dibangunan atas serta sumur yang menggantung dibagian tengah bangunan yang digunakan untuk berwudhu. Sayangnya demi keamanan sumur itu kini ditutup.


Dahulu bangunan berlantai 2 ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air. Kini terowongan ditutup juga demi keamanan sebab diatas terowongan kini berdiri rumah-rumah warga. Selain itu, ditakutkan terowongan sudah tidak kokoh dan dikhawatirkan runtuh.


Uniknya, walaupun dahulu belum ada pengeras suara seperti saat ini, makmum perempuan yang berada di bangunan bawah bisa mendengar suara imam. Pemandu yang mendampingi saya sempat mempraktekkan dengan menepukkan tangannya beberapa kali untuk membuktikan gema pada bangunan tersebut.




[caption id="attachment_9699" align="aligncenter" width="460"]Lorong tempat shooting video klip "Yogyakarta" by Kla Project Lorong tempat shooting video klip "Yogyakarta" by Kla Project[/caption]

Jangan lupa untuk membawa persediaan air mineral yang cukup agar tak kehausan saat mengelilingi Taman Sari. Kontur istana yang naik turun serta istana yang cukup luas untuk dikelilingi akan menguras tenaga. Kelelahan mengelilingi istana seimbang dengan kepuasan mengunjungi keindahan bangunan bersejarah ini.


 

You Might Also Like

17 komentar

  1. sy senang baca tulisannya mbak.. meskipun ini kunjungan pertama saya di blognya. salam kenal ya

    BalasHapus
  2. Lihat foto pertama, kesannya adeem...
    jadi pengen kesana sesekali

    BalasHapus
  3. Satu hal yg paling membekas ttg yogyakarta setelah lihat2 taman sari keraton dan masjid bawah tanah ini adalah .... saking baiknya raja sampe seluruh situs skrg sdh dikepung rmh penduduk, tanah nya dikasih2in gratis buat abdi dalem dan keluarganyaaa

    BalasHapus
  4. mang tempat ini keren banget ya mbak.. udah berkali-kali datang pun tetep ga nolak kalau diajak kesana lagi (*kode) :P

    BalasHapus
  5. Saya juga sudah pernah masuk ke Tamansari
    Sayangnya banyak tangan2 jahil yang corat-coret di tembok ya Jeng
    Terima kasih reportaseya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. Lokasinya yang tidak jauh dari keraton, saya dulu pernah main ke Taman Sari di pagi buta, turun dari stasiun tugu blusukan ke Taman Sari, dan ternyata lewat pintu samping di antara rumah warga itu bisa lho. Tapi bisa masuk ke semua lokasinya sih..

    BalasHapus
  7. cantik cantik mbak fotonya ... jadi pengen ke sana :)

    BalasHapus
  8. Mengenai Sumur Gumuling ...
    Saya pernah melihat tayangan televisi ...
    bahwa dari ujung yang satu ... ke ujung yang lain ... suara bisa terdengar dengan jelas ...
    karena dinding-dindingnya beresonansi dengan baik ...

    Saya baru sekali ke Taman Sari ...
    Itupun sudah lama saya
    Salam saya Mbak Ika

    (20/2 : 10)

    BalasHapus
  9. Salah satu tujuan yang ingin banget saya datangi Mba kompleks taman sari ini...

    BalasHapus
  10. Pengen banget ke Taman Sari ini, secara saya baru sekali ke Yogya :(

    BalasHapus
  11. bener.. yogya itu ngangenin mba..
    mdh2an kalau ke yogya lg, bs maen ke taman sari :)

    BalasHapus
  12. aku udah lama enggak ke sana lagi. ajakin dong, mbak :)

    BalasHapus
  13. Jogja itu memang tempat yang asik, apalagi buat liburan hehe :D

    BalasHapus
  14. pas saya ke taman sari, saat itu kolamnya sedang dikeringkan. Padahal sdh membayangkan spt apa tempat pemandian para putri Raja jaman dulu

    BalasHapus
  15. kunjungan perdana. salam kenal, bunda ika
    pas kuliah aku seneng bgt kesini. bisa gratisan soalnya. hehe
    tp sejak pulo cemethi nya di renov jd sperti yg skarang, ud gak suka lagi. lebih seneng pas dulu reruntuhan gitu

    BalasHapus
  16. jadi pengen ke jogja,,, semoga secatnya. aamiin ya rob

    BalasHapus