Menikmati Sajian Khas Bali

12.38.00

Kukibaskan rokku yang terkena percikan air hujan kala memasuki restaurant khas Bali yang terletak didaerah utara kota Jogja. Hari ini, aku dan adikku bersepakat untuk makan siang di restaurant Betutu Gilimanuk saat berkunjung ke salah satu anak cabang usaha kami yang terletak di daerah Sleman. Letak restaurant ini hanya berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi yang kami kunjungi, hingga tak menyulitkan kami saat tugas kunjungan belum selesai dan break untuk makan siang.


Sebelum memesan makanan, saya bertanya pada pelayan yang menyambut kedatangan kami, apakah restaurant ini menyajikan masakan berbahan Babi, mengingat beberapa masakan Bali menggunakan daging Babi sebagai campurannya seperti pada masakan babi genyol dan babi guling.


Setelah yakin tak ada masakan berbahan Babi, kamipun mencari tempat duduk. Tempat duduk lesehan menjadi pilihan kami agar bisa menyelonjorkan kaki untuk mengurangi penat. Tak berapa lama pelayan datang menanyakan menu apa saja yang akan kami pilih. Setelah berdiskusi sebentar, kami akhirnya memilih menu Ayam Betutu, Sate lilit, Lawar Ayam dan Sambal Matah.


Restaurant ini kental dengan nuansa Bali. Saat memasukinya, pengunjung melewati pintu kecil yang didesain seperti pintu pure. Disetiap tiang bangunan dibebat kain bercorak kotak-kotak hitam putih khas Bali. Tak lupa payung tiga tingkat juga menghiasi tiap sudut ruangan. Bangunan utama berupa pendopo dengan kursi dan bangku yang kesemuanya terbuat dari kayu. Ada satu yang tidak saya temukan di restaurant ini. Tak terlihat pohon Kamboja yang juga menjadi ciri khas rumah-rumah di bali juga di dalam pure.


Betutu1


Sajian pertama yang kami cicipi adalah Ayam Betutu. Kuliner yang kaya akan rempah-rempah ini merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu biasanya digunakan sebagai sajian dalam upacara adat Bali. Konon kabarnya, untuk mendapatkan rasa Betutu yang nikmat, ayam yang telah diberi bumbu dipanggang dalam api sekam. Sayangnya, restaurant ini tak menyajikan Betutu bakar. Jadi penasaran gimana lezatnya ayam betutu yang dipanggang diatas sekam.


Makanan khas pulau Bali ternyata bercita rasa asin. Lidah saya yang menyukai makanan jawa timuran pun langsung cocok. Sementara adik saya langsung mengarahkan ibu jarinya ke bawah pertanda ia kurang menyukai. Jadi ingat salah satu iklan produk kecap yang mengatakan jika soal rasa, lidah tak pernah bohong. Lidah adek saya lidah orang Jogja tulen yang menyukai makanan yang cenderung manis. Maka tak heran, ayam Betutu yang sangat nikmat untuk lidah saya jadi sebaliknya buat dia.


Selain tekstur ayamnya yang super duper empuk, kuah pedasnya pun nendang banget. Pokoknya sukaaa pakai banget. Kelihatan banget kalau ayam yang dipakai merupakan ayam yang masih berumur muda.


SAMSUNG CSC


Hampir setiap daerah di negeri ini memiliki olahan sate. Bali pun demikian. Namun ada satu hal yang membedakan sate lilit dengan jenis lain. Biasanya sate hanya merupakan irisan daging yang ditusuk menggunakan lidi lalu dibakar diatas bara api, sate lilit merupanakan campuran daging dan parutan kelapa. Aroma kelapa menguar dari sate saat dihidangkan panas-panas.


Sambal Matah1


Jika Makassar mempunyai sambal mentah berupa irisan tomat hijau, cabai rawit, bawang merah dan mangga muda yang diberi nama dabu-dabu, Bali juga memiliki sambal mentah yang tak kalah nikmat, namanya sambal matah. Jika dabu-dabu diberi saus kacang atau petis sebagai toppingnya, sambal matah hanya berisi potongan cabai rawit, bawang merah. Meski sederhana, sambal matah cocok disandingkan dengan ayam Betutu.


SAMSUNG CSC


Aslinya, Lawar menggunakan daging Babi. Berhubung tak semua bisa menyantap makanan berbahan daging Babi, restoran ini menyajikan Lawar dengan campuran daging ayam. Lawar berisi irisan kacang panjang dan suwiran ayam. Hampir sama dengan masakan lain, rasa rempah Lawar sangat kuat terasa.


SAMSUNG CSC


Menyantap masakan Bali tak lengkap tanpa Plecing kangkung sebagai lalapannya. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus yang diberi sambal tomat diatasnya. Kangkung yang digunakan biasanya kangkung air yang ditanam di sungai, bukan kangkung cabutan yang biasa ditanam di kebun. Kangkung air biasanya memiliki daun yang lebih lebar dan batang besar yang lebih renyah.

You Might Also Like

19 komentar

  1. wow,tambah laper saya mbk hehehe...sampai sekarang penasaran sama rasa ayam betutu + sate lilit asli Bali.....nyemmmm,sambel matahnya enak tuh kayaknya,segerrrrr... :D

    BalasHapus
  2. Mbak knp ini Nggak diikuti lomba blog yg dr viva itu,? Pilihannya ada kuliner Bali lho... Aku pgn ikut tp ga punya foto nya hiks.... :(
    Mbaakk... Lapeeerr nih jdnya... :(

    BalasHapus
  3. Marai lapeeerrrr......l :)

    BalasHapus
  4. Laper saya Mba baca deskripsinya sama lihat potonya. Makanan daerah Jawa Timur emang cenderung ke gurih meskipun masih ada beberapa unsur manisnya. Kebayang enaknya Mba..

    BalasHapus
  5. huaaah, jadi kangen kampung nih bun~
    soalnya nenek saya sering tuh masak sate lilit, lawar, sambal matah dan plecing kangkung~ :)
    semuanya enak sekali~

    BalasHapus
  6. Daging satenya ngirit banget ya, Mba. Hihihi
    Sambal matahnya mantap. Level 8 kayaknya. :mrgreen:

    BalasHapus
  7. Waaah... aku belum pernah ke resto/RM Bali Mak. Kalau pelecing kangkung itu ada di RM ayam taliwang gitu.. mirip kali ya.. soalnya kan asal daerahnya berdekatan.
    sambal matahnya menggoda iman banget, pleus nasi putih... hmmm... *ngiler malem malem*

    BalasHapus
  8. Pertanyaan saya cuma satu .,..

    Itu semua empuk-empuk kan Mbak ?

    (nasib om-om tak bergigi ...)(hahaha)

    Salam saya Mbak Ika

    BalasHapus
  9. lawar tanpa daging itu enak boh.. sambal matah mirip dabudabu..
    bisa sih diminta ayam betutu bakar, tapi ku lebih suka dikukus..

    BalasHapus
  10. Jadi pengen ke Bali nih liat makanannya :mrgreen:

    BalasHapus
  11. Sate bali memang tidak ada duanya deh, apalagi kalau bumbunya pas banget. jadi ngiler....

    Salam wisata

    BalasHapus
  12. Ayam Betutu, dengar kata itu langsung laper :-(

    BalasHapus
  13. Dear Mbak Ika,

    Terima kasih sudah submit blog untuk lomba Jelajah Kuliner Unik Nusantara.
    Mohon kirimkan data diri (username di VIVAlog, Nama Sesuai KTP, Alamat lengkap sesuai KTP. No telepon, dan Link Blog) ke sintia.citra@viva.co.id
    Terima kasih atas perhatiannya.

    Regards, Citra - VIVA

    BalasHapus
  14. Ayam betutu racikan Yogya nih Jeng Ika, mantap enaknya, bikin pengin.....

    BalasHapus
  15. foto-fotonya itu, langsung membuat saya laperr. apalagi sambel matahnya itu, whaaaa
    kirimin saya dong :)

    BalasHapus
  16. Masakan bali sangat enak dan sekarang sudha mendunia
    Btw selamat menikmati mbak

    BalasHapus
  17. masakan bali memang mantap, thanks artikelnya menarik sekali

    BalasHapus