Resensi Mahogany Hills di Koran Jakarta

13.43.00

Masih inget, kan cerita saya yang histeris saat melihat anak bungsu saya terlihat membuka-buka novel Mahogany Hills. Novel kategori Harlequin yang saya resensi dan coba kirimkan ke Koran Jakarta itu dan Alhamdulillah diterima editor dan terbit di koran hari ini.


Buat temen-temen yang seneng nulis resensi, coba kirim tulisan ke KorJak, siapa tahu diterima seperti resensiku. Untuk syarat-syaratnya diantaranya:


1. Panjang 4.000 karakter (dengan spasi)

2. Orisinal

3. Komprehensif dalam mengupas

4. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

5. Menggunakan logika bahasa yang mudah dicerna

6. Tidak salah ketik

7. Menyertakan kutipan-kutipan buku

8. Menyertakan cover buku

9. Terbit paling lama setahun sebelumnya.

Sertakan juga beberapa hal berikut;

1. Kartu Identitas (KTP)

2. Nomor kontak yang dapat dihubungi

3. Foto diri

4. Nomor rekening

5. Pendidikan terakhir.

Resensi dikirim untuk Rubrik Perada dengan alamat e-mail opinikoranjakarta@gmail.com  CC  opinikoranjakarta@yahoo.co.id.


Resensi dibawah ini versi asli. Tulisan yang saya kirim ke Koran Jakarta. Untuk melihat versi yang sudah di edit sama editor bisa klik disini.


***

resensi Kor-JakJudul : Mahogany Hills

Penulis : Tia Widiana

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Pertama : Mei, 2013

Tebal : 344 halaman

ISBN : 978-979-22-9584-9

Harga : Rp 58.000

***

Mahogany Hills, rumah berlantai dua dengan dinding kayu bercat putih itu terletak di pelosok Sukabumi yang sejuk dan indah. Rumah yang dikelilingi bukit itu ditempati pasangan Jagad Arya dan Paras Ayunda setelah mereka menikah. Rumah yang seharusnya membuat betah penghuninya itu ternyata tak membuat Paras nyaman tinggal didalamnya. Bukan karena jauh dari akses mana pun, lebih karena sikap Arya yang tak bersahabat padanya. Arya dan Paras menikah bukan karena cinta. Baik Jagad maupun Paras punya rahasia yang mereka pendam.


Sejak kepindahan mereka ke Mahogany Hills, tepatnya dua hari setelah pernikahan mereka, Jagad sama sekali tak menganggap keberadaan Paras. Tinggal satu rumah namun minim komunikasi tentu membuat Paras jengah dan merasa kesepian. Tak hanya itu, kebutuhan batin Paras pun tak dipenuhi Jagad.


Cara Jagad memperlakukan Paras sejatinya merupakan sebuah perlawanan atas perjodohannya dengan Paras oleh orang tuanya. Jagad tak habis pikir, apa yang dimaui Paras hingga mau dinikahkan dengannya. Jagad menganggap perjodohan merupakan tindakan tolol di abad modern ini. Namun apa daya, ia tak kuasa menolak perjodohan itu. Semakin keras ia menolaknya, maka yang ia dapati adalah kenyataan bahwa ibunya marah padanya dan anfal sampai harus dibawa ke UGD. (hal 87)


Berbagai pikiran buruk tentang Paras hinggap di kepala Jagad. Awalnya Jagad mengira Paras hamil diluar nikah hingga mau dijodohkan dengannya. Ternyata bukan itu alasannya Paras menikah dengan Jagad. Setelah beberapa saat Jagad bersama Paras, ia tahu jika tak ada tanda-tanda Paras hamil. Alasan Paras menikah dengan Jagad karena kesepian hingga tak bisa hidup tanpa lelaki yang membuat Paras harus buru-buru mengikatkan diri pada pernikahan pun terbantahkan. (hal 39)


Seperti apapun kondisi rumah tangganya, Paras berusaha untuk selalu sabar dan tegar. Dihadapinya semua sikap Jagad padanya dengan kepala dingin. Bagaimanapun juga Jagad adalah pria yang ia pilih diantara 10 pria lain yang disodorkan orang tuanya untuk dinikahkan dengannya. Paras yang selalu berpikir logis telah menimbang baik-buruknya menikah dengan Jagad. Dan pilihan pada Jagad yang menurutnya paling logis. (hal 64)


Kesabaran dan ketegaran Paras mulai goyah dengan hadirnya Nadia di Mahogany Hills walau sesaat. Wanita yang pernah diharapkan cintanya oleh Jagad selama sepuluh tahun kebersamaan Nadia dan Jagad itu tentu mengusik ketenangan Paras. Ia merasa ada sesuatu yang direncanakan Jagad dan Nadia atas pernikahan mereka. Ditambah lagi sikap Jagad yang seolah-olah semakin tak membutuhkan Paras tentunya membuat luka yang ditorehkan Jagad padanya kian dalam.


Dalam kondisi rumah tangga yang tak menentu, Adrian, mantan pacar Paras yang sangat obsesive pada Paras tiba-tiba hadir di Mahogany Hills dan hampir saja memperkosannya. Beruntung Jagad segera datang hingga Paras bisa selamat dari pemerkosaan itu. Namun lagi-lagi Paras dikejutkan ulah Jagad padanya. Seperti keluar dari mulut singa masuk ke dalam mulut buaya. Jagad memperlakukan sama seperti apa yang dilakukan Adrian pada Paras. Hubungan suami istri yang seharusnya indah itu menorehkan luka pada hati Paras.


***


Novel Amore yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) merupakan novel jenis Harlequin versi Indonesia. Jika dalam versi barat adegan yang menjurus seks ditulis secara mendalam dan cenderung liar, Amore menyajikannya dengan nuansa budaya timur yang lebih santun, manis, dan dituturkan dengan bahasa yang lembut dan sopan. Termasuk novel Mahogany Hills karya Tia Widiana


Tema yang diangkat dalam novel ini sejatinya tema yang sangat biasa. Bahkan sudah banyak yang menuliskannya. Tapi tunggu dulu, disinilah kepiawaian Tia Widiana dalam meneracik serta menggolah cerita patut diacungi jempol. Tia mampu menghadirkan novel dengan tema bisa tapi tetap menawan. Ibarat tempe diolah oleh seorang chef terkenal. Maka tak heran, juri langsung jatuh hati dengan tulisan Tia dan tanpa ragu memilihnya menjadi pemenang pertama lomba penulisan novel Amore tahun 2012.


Novel yang menggunakan POV III ini sukses membawa pembacanya hanyut dalam cerita. Alur cerita yang apik menjadikan kekurangan novel yang kental sinetronik ini tertutupi. Setting dideskripsikan secara detil dan menyatu dengan cerita. Walaupun tokoh digambarkan sangat bertentangan dan terlihat mencolok hitam putihnya tetap dideskripsikan manis oleh penulis. Satu hal positif yang bisa diambil dari novel Mahogany Hills ialah sekeras apapun ego pasangan, lama-lama akan luruh dengan kesabaran dan ketulusan.


You Might Also Like

21 komentar

  1. selamat Mbak. Joss pokoknya! Di rumah ada beberapa buku yang mau dibikin resensi, eh, biasa, terbentur waktu :)--alasan.com

    BalasHapus
  2. saya baca buku aja susah.... gimana bikin resensi :D

    selamat ya mbak

    BalasHapus
  3. Ini resensinya bener2 memikat deh ;) Mba Ika memang jagonya ngresensi deh.

    BalasHapus
  4. terima kasih sharingnya ya... inshaa Allah manfaat..
    selamat yaa :)

    BalasHapus
  5. Keren Mba Ika. Makasih tipsnya Mba. :D

    BalasHapus
  6. Wah keren mbak... selamat ya.
    Semoga makin banyak tulisannya yg muncul di media cetak :)

    BalasHapus
  7. Waaaahhhhh selamat yaa mbak Ika ^_^
    Dan trimakasih bagi2 infonya.
    Pengen nyoba ngirim resensi juga nih

    BalasHapus
  8. selamat...mbak Ika...perlu dicontoh nih. selain untuk mengasah keterampilan, juga bsa menambah penghasilan :-)

    BalasHapus
  9. mak ikaaaa.. tengkyu bgt ilmunya nih. mantaapp pokoknya :)

    BalasHapus
  10. keren! makin banyak aja nih tulisan di media..
    selamat ya :)

    BalasHapus
  11. Jeng Ika, selamat ya resensi yang obyektif memikat tak heran lolos tayang koran. Terima kasih pula berbagi tips meresensi. Salam hangat

    BalasHapus
  12. Catat ya mbak Ika. Wiiih selamat ya .. saya jg pengen nampang di KorJak ^_^

    BalasHapus
  13. Membaca resensi mbak Ika membuat epmbaca penasaran baca keseluran isi novelnya :) . Kalau diangkat ke layar film atau sinetron sepertinya oke juga temanya.

    BalasHapus
  14. heabt nih mbak ika makin banyak tulisannya yang dipajang di media

    BalasHapus
  15. Bagus banget mb... slamat yaahh:)
    Klo dimuat resensi gitu, kita dikonfirmasi pemuatannya ga mb?

    BalasHapus
  16. ketika jari ini telah bersentuhan dengan alat tulis apa pun itu bentuknya maka rasanya sangat sulit untuk di hentikan setiap gerakannya,ibu Ika adalah sosok ibu penulis yang kreatif,salut buat ibu

    BalasHapus
  17. jadi pengen belajar ngeresensi. Thx buat tipsnya, ya :)

    BalasHapus
  18. resensinya bagus sih.. dan mudah ditangkap intinya.. itulah sebabnya kenapa lolos he he

    BalasHapus
  19. wah keren bu, saya kirim beberapa kali di koran Jakarta masih saja belum lolos. Mungkin karena belum mengerti syarat-syaratnya. Semoga kedepannya lolos. Selamat bu :)

    BalasHapus