Pendidikan Karakter Tak Sekedar Teori

21.33.00

IMG_8167-260x189Berbeda dengan sekolah lain, penggembalian rapor di sekolah anak saya dibarengi dengan konsultasi, pembuatan rencana serta komitmen bersama antara guru, murid dan wali yang tertulis dalam lembar rapor.


Dari hasil evaluasi, secara kognitif, nilai anak saya tergolong baik. Beberapa mata pelajaran grade-nya lebih tinggi. Seperti matematika, beberapa bagian dalam matematika nilainya 2C. Padahal, untuk kelas 1 nilai tertinggi 1A. Berarti ia bisa memahami matematika untuk level yang lebih tinggi.


Rapor di sekolah anak saya tidak mengenal angka. Penilaian berdasarkan level masing-masing anak. Jadi, ada anak kelas 2 yang sangat cerdas bisa saja memiliki nilai matematika level 3 atau 4. Artinya, ia bisa memahami pelajaran matematika kelas 3 dan 4. Dari penilaian rapor pula, potensi anak bisa diketahui. Apakah math, science, art, social science,  ataupun language.


***


Guru-guru di kelas 1 sampai kelas 3, mereka fokus pada penanaman karakter (bukan pendidikan karakter seperti pada kurikulum 2013). Baru di kelas 4 anak di push pengetahuan kognitifnya.


Nah, saat pengembalian rapor kemarin, guru kelas menerangkan pada wali, untuk kelas 2 ini fokus penanaman karakter pada tanggungjawab dan berkasih sayang.


Untuk urusan penanaman karakter, saya acungkan 2 jempol untuk sekolah ini. Contohnya saja, untuk kelas 1 kemarin, fokus penanaman karakter pada hak dan kewajiban. Saya hampir-hampir tak pernah memaksa anak saya untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi kewajibannya. Contohnya, belajar, shalat dan merapikan kamar ataupun mainannya. Hanya sesekali mengingatkan.



Value education

Berorientasi pada pengembangan kepribadian dan karakter

Power Ful ideas diantaranya menekankan pada :

Pemahaman hubungan antara Tuhan, dunia, dan manusia memahami diri sendiri

Menjadi orang yang bermoral, dan mampu bekerjasama, mengamalkan islam kapanpun dan dimanapun

Berpikir inovatif

Menjadi pemimpin dan berani menghadapi tantangan

Paradigm of Discovery

Menemukan sesuatu/pengetahuan dengan caranya sendiri

Effective Teching dam Learning

Pembelajaran yang berorientasi pada siswa ( Student Center)

Authentic Intruction

Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan yang nyata menggabungkan antara teori dan praktek, ilmu dan amal

Authentic Assessment

penilaian sesuai dengan kemampuan siswa

Karakter tak sekedar pendidikan yang hanya terbatas pada teori semata, karakter harus betul-betul ditanamkan dalam diri anak. Saya membuktikan sendiri, betapa penanaman karakter yang matang akan membentuk pribadi anak yang senang belajar, mengetahui tanggungjawab, mengetahui kewajiban dan hak masing-masing tanpa perlu dipaksa pihak luar. Kesadaran itu muncul dan mengakar dalam diri anak.

You Might Also Like

12 komentar

  1. Guru pertama anak adalah ibu dan sekolah pertamanya rumah. maka anak yg mendapat pendidikan yg baik dari sini, Insya Allah hasilnya membanggakan ya, Mbak Ika :)

    BalasHapus
  2. Iya mnak Evi :)

    BalasHapus
  3. membentuk karakter lebih sulit jika dibandngkan dengan membentuk anak didik menjadi pinter. Karakter bisa menyatu menjadi perilaku yang sangat bagus dalam membangun kebiasaan baik yang sesuai dengan tumbh kembang anak.
    Jadi inget guyonan, bahwa sekarang banyak orang pinter dan minteri tapi sedikit sekali orang yang ngerti. Orang yang ngerti inilah sebagai salah satu hasil produk dari pendidikan karakter

    BalasHapus
  4. Betul pak, mudah2an kurikulum 2013 yang memasukkan pendidikan karakter tak hanya berhenti dalam tatanan teori semata.

    BalasHapus
  5. "penanaman karakter" sebuah kosakata baru yang pasti akan selalu jadi pemikiran akang selanjutnya dalam mengasuh akbar :-) Terima kasih Mba Ika untuk tambah wawasannya.

    BalasHapus
  6. Yang terpenting penerapannya kang, tentu setelah dididik :p

    BalasHapus
  7. bagiku ini yang sulit Mbak..karena karakter anak terkadang sulit di rubah...

    BalasHapus
  8. Aslinya bisa mbak, kita aja bisa berubah kok. Semua tergantung kemauan ;)

    BalasHapus
  9. Ini sekolahnya TOP, MBa. Unik. . .

    Masa kecil memang harus diberi pendidikan karakter semacam disiplin dan tanggungjawab, tidak dicecer sama huruf dan angka semata.

    BalasHapus
  10. Iya Dah, makanya walaupun muahalnya minta ampun tak bela-belain dia sekolah disitu.

    BalasHapus
  11. Ini mbak ika yang kemaren nemenin larass di kadipiro njeh?
    wah joss ini mbak bisa dicontoh diterapkan di sekolah kami

    BalasHapus
  12. Iya...Alhamdulillah akhirnya mampir juga ke blog saya :)

    BalasHapus