Menanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini

23.25.00

Menanamkan kebiasaan sehat pada anak tak bisa dengan cara instan. Ada proses panjang yang musti dilalui. Laksana sebuah pahatan yang berkelas, ia adalah paduan antara kreasi, ide, kesabaran, dan semangat yang tak pernah habis.


Membiasakan anak dengan kebiasaan sehat berarti membentuk karakternya menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya kesehatan. Tak hanya butuh kesabaran, dibutuhkan juga contoh nyata dari kedua orangtuanya. Maka saya dan suami pun berkomitmen untuk menerapkan kebiasaan sehat dalam diri kami.


Berikut ini beberapa Tradisi Baik untuk Keluarga Sehat yang saya lakukan bersama keluarga.




[caption id="attachment_8089" align="alignright" width="222"]Jalan di sawah Olahraga plus eksplorasi alam[/caption]

Olahraga


Olahraga tak setiap hari kami lakukan. Hanya beberapa kali saja dalam seminggu. Jalan santai merupakan olahraga pilihan kami. Tak hanya ringan, jalan santai termasuk olahraga yang  mudah dan menyehatkan.


Berhubung saya tinggal di desa, khusus pada hari minggu, saya dan keluarga melakukan jalan santai dengan menyusuri pematang sawah dan menyeberangi sungai jika arus sungai tidak deras. Anak-anak suka sekali dengan acara jalan-jalan yang kami lakukan di hari minggu.


Acara jalan santai di hari minggu tak hanya sebagai olahraga semata, juga saya manfaatkan sebagai ajang mengenal dan mengeksplorasi alam pada anak-anak. Sambil berjalan-jalan, biasanya kami membawa jaring dan gayung sebagai tempat untuk ikan-ikan kecil dan kepiting yang mereka temukan di sawah.


Bangun Pagi


Saya selalu membiasakan anak untuk bangun pagi. Selain untuk membiasakan mereka agar shalat subuh berjamaah di masjid atau mushola terdekat, kebiasaan bangun pagi juga menyehatkan. Saat pagi udara begitu sejuk dan bersih.


Membangunkan anak-anak diwaktu pagi biasanya dimulai dengan menyentuh pipinya dengan lembut. Jika cari ini tidak berhasil, lalu saya gelitiki mereka supaya bangun. Dan cara ekstrim yang terakhir yaitu mencuci muka mereka dengan air dingin.


Walaupun terkadang pada akhirnya saya menggunakan cara ekstrim tersebut untuk membangunkan mereka, tak pernah ada keributan dan pemaksaan. Saya bangunkan mereka dengan cara sehalus mungkin. Dari buku yang pernah saya baca tentang Neuro Linguistic Programming (NLP), waktu paling efektif untuk mengaktifkan otak bawah sadar ialah sesaat sebelum tidur dan saat bangun tidur. Sayang sekali jika acara bangun tidur diisi dengan keributan dan pemaksaan.


Sarapan Pagi


Walaupun manfaat sarapan pagi masih simpang siur, antara sebaiknya sarapan atau tidak, bagi saya sarapan pagi sangat penting. Anak-anak perlu energi yang cukup untuk menyerap pelajaran yang mereka peroleh dari guru di sekolah.


Saya selalu menyiapkan sarapan pagi plus satu gelas susu sebagai modal anak-anak melakukan aktifitas harian. Terkadang, saya juga membawakan bekal roti pada anak saya yang pertama, saat aktivitas di sekolah lebih padat daripada hari-hari biasa.


Membuang Sampah Pada Tempatnya


Membuang sampah pada tempatnya untuk membiasakan anak agar selalu mejaga lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya juga mengajarkan pada mereka agar lebih bertanggung jawab terhadap keasrian lingkungan dimana mereka tinggal.

Tak hanya memberi contoh, saya juga sering membacakan buku cerita yang menceritakan tentang seorang anak yang gemar membuang sampah pada tempatnya. Cara ini lebih efektif daripada saya harus menasehati panjang lebar.

Menyikat Gigi


Anak-anak saya biasakan untuk menyikat gigi, minimal 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Untuk malam hari sebelum tidur, saya masih agak kerepotan. Terkadang saya harus sedikit memaksa mereka pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Bahkan ada kalanya saya harus menggendong mereka ke kamar mandi agar mau menyikat gigi sebelum mereka tidur.


Mencuci Tangan Sebelum Makan


Kebiasaan ini mulai saya kenalkan pada anak-anak ketika mereka mulai bisa makan sendiri. Pembiasaan ini penting, mengingat banyak sekali kuman yang terdapat ditelapak tangan. Apalagi anak-anak suka bermain dengan lumpur dan pasir.


Untuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan, saya masih harus sering-sering mengingatkan mereka. Saat mereka pulang dari bermain dan mendapati kue diatas meja, terkadang mereka langsung mencomotnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.


Camilan Sehat




[caption id="attachment_8116" align="aligncenter" width="406"]market-day Market Day[/caption]

Siapapun pasti suka camilan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun suka ngemil. Saya membiasakan anak-anak untuk memilih camilan yang sehat dengan kriteria halal, non MSG serta memilih makanan yang tidak berwarna mencolok. Anak-anak sering saya edukasi mengenai hal tersebut. Kini, mereka lebih selektif saat membeli jajan.


Bicara camilan, kami sekeluarga punya camilan favorit lho. Namanya bola-bola ubi. Bola-bola ubi tak hanya kami jadikan camilan di rumah, terkadang bola-bola ubi juga dibawa ke sekolah oleh anak saya untuk dijual saat acara Market Day. Beberapa kali saya bawakan, ternyata teman-temannya banyak yang menyukainya dan dagangannya pun habis terjual. Anak saya gembira, sebab ia mendapatkan tambahan uang jajan dari hasil berjualan di sekolah.


***


Membuat bola-bola ubi tidaklah sulit. Bahan-bahannya pun mudah didapat. Anda ingin mencoba membuatnya? Berikut bahan serta cara pembuatannya.




Bahan:


400 gram ubi jalar, kukus, haluskan dan dinginkan


450 gram tepung terigu protein tinggi


20 gram ragi instant


8 gram bread improver (pengempuk roti)


100 gram susu bubuk


200 gram gula pasir


2 butir telur ayam, kocok lepas


80 gram mentega, suhu ruang


1 sendok teh garam halus


Coklat batangan, lelehkan


 untuk mengoles dan menggoreng  Sunco



rotikuMasukkan bahan kering (tepung terigu, ragi instant, bread improver, gula pasir dan susu bubuk) ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata.


Setelah itu, masukkan ubi yang telah dihaluskan dan telur kocok, aduk hingga adonam menyatu. Uleni hingga tercampur rata dan setengah kalis. Tambahkan mentega dan garam, Uleni lagi adonan hingga benar-benar kalis. Jika adonam masih lengket, tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga adonan benar-benar kalis dan tidak menempel di wadah dan tangan. Adonan harus terasa kenyal, elastis dan lembut sebelum diproses lebih lanjut.


Siapkan wadah, olesi dengan minyak goreng, bulatkan adonan dan letakkan di wadah. Tutup wadah dengan kain bersih dan istirahatkan adonan  kurang lebih 1 jam, hingga adonan mengembang minimal 2 kali lipat. Setelah itu, kempeskan adonan dan uleni kembali selama 5 menit. Bagi adonan sesuai selera, bulatkan adonan dengan menggelindingkannya di telapak tangan hingga menjadi bola-bola kecil yang halus.


Tata adonan di loyang datar yang telah ditaburi tepung, beri jarak agar adonan tidak berdempetan saat mengembang. Tutupi loyang dengan kain bersih dan istirahatkan kembali adonan hingga mengembang 2 kali lipat. Jika adonan telah mengembang 2 kali lipat, waktunya untuk menggoreng.


Panaskan minyak dalam wajan, goreng adonan dengan api kecil hingga kecoklatan. Pastikan adonan tercelup semua dalam minyak goreng agar warnanya merata. Saat bola-bola ubi terlihat matang, angkat dan tiriskan. Biarkan dingin, setelah itu, oles bola-bola ubi dengan lelehan coklat, hias menggunakan coklat putih atau mesis. Masukkan dalam kulkas sebentar agar coklat melekat diatas roti. Bola-bola ubi pun siap dinikmati.


***


“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”


z79

You Might Also Like

39 komentar

  1. Mendidik kebaikan dan perilaku positip akan sangat gampang jika anak mencontoh kebiasaan baik yang kita lakukan.. Hanya saja, satu hal yang tidak bisa saya contohkan pada anak-anak yaitu olah raga, meskipun hanya jalan pagi.

    selamat berkontes Mbak Ika, semoga sukses dengan ulasan dan tips yang bermanfaat ini

    BalasHapus
  2. Setuju bu ...
    Dan yang jelas ...
    itu juga harus dicontohkan ... kedua orang tuanya juga melakukan apa yang dinasehatkan

    salam saya Bu Ika

    BalasHapus
  3. Wah selain sedang mengadakan kontes Mbk Ika juga aktif ya mengikuti kontes.

    Semoga menang ya Mbk.

    Saya akan segera menyusulnya nanti.

    Betul Mbk, kebiasaan baik itu harus dimulai sedari sekarang.

    Terutama waktu luang keluarga, harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Salam untuk keluarga.

    BalasHapus
  4. Akulah hantu lomba hi..hi..hi..

    BalasHapus
  5. Yang namanya kebiasaan sehat memang nggak bisa instan. Semakin dini semakin baik...
    Semoga kita termasuk orang tua yang bisa menanamkan kebiasaan sehat pada anak sejak dini.
    Ketika terlambat, susah ngejarnya

    BalasHapus
  6. jadi inget kalimat bijak.... belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu

    BalasHapus
  7. aha cerita hidup sehat jadi menu sehat..
    semoga menang ya.. sehat pun minyaknya..

    BalasHapus
  8. Apresiasi dengan ketekunan Jeng Ika menanamkan kebiasaan sehat pada buah hati serta memeliharanya melalui keteladanan dalam keluarga.
    Pasti berbuah lebat melalui perilaku buah hati terkasih.
    Salam

    BalasHapus
  9. Emang segala sesuatu itu dimulai dr kecil ya, Mbak... :)

    BalasHapus
  10. Memberi contoh adalah cara yang paling sulit untuk membiasakan hidup sehat ini kepada anak2, apalagi akang sendiri sering lupa untuk memberi contoh yang baik kepada anak. Selamat buat ikutan kontesnya Mba Ika :-)

    BalasHapus
  11. Hahahaa takut ahhh...

    Kaborr aja...

    BalasHapus
  12. aih jadi ga sabar pengen punya istri, trus punya anak, trus ngajarin anak hidup sehat, huehehehe

    BalasHapus
  13. lebih sehat memang kalau bikin cemilan sendiri daripada jajan.., cuma kadang2 kesempatannya yg terbatas

    BalasHapus
  14. Met pagi mba Ika,
    Saya suka foto yg diatas yg berjudul olahraga plus eksplorasi alam. Jadi teringat masa kecil. Kalo pas liburan sekolah, saya sering habiskan masa liburan itu di rumah kakek di Jampang, sekitar 40an km dari Sukabumi. Kegiatan membawa jaring untuk menangkap ikan2 kecil di kali yg masih bersih saat itu sungguh menyenangkan. Ikan2 kecil ini, orang sunda menyebutnya "berenyit", dikumpulkan. Sampe dirumah kakek kalo gak di pepes ya di goreng oleh nenek. Ini lauk yg lezat sbg lauk saat makan. Saat itu thn 70an mba. Sekarang, sudah susah dapatin berenyit di kali. Ada, tapi gak sebanyak dulu. Anehnya, tempo hari pas ke Jampang, saya minta di pepesin berenyit, saat dimakan malah sekarang terasa mual perut saya. Entah kenapa jadi begini...

    Salam,

    BalasHapus
  15. Bu, gue udah follow blog Ibu dan ikutan My 2nd GiveAway-nya Ibu! :) Ternyata lagi ikutan lomba, moga sukses ya , Buuu ^_^

    BalasHapus
  16. kalau saya belum nikah nih mas, tapi kalau saya pribadi sedari saya kecil saya dah terbiasa dengan didikan keras dan tegas mas

    BalasHapus
  17. Halo mak, salam kenal.
    Memang kebiasaan sehat harus ditanamkan sejak kecil dan juga mesti dicontohkan dari lingkungan sekitar terutama orangtua. Saya suka kagum sendiri sama anak-anak yang sudah punya "prinsip" yang benar ajaran orang tuanya tentang :
    1) Ga bole menerima kue/permen dari orang lain tanpa sepengetahuan orang lain
    2) terbiasa memakai baju dengan rapi
    3) 'Selalu bersih' : cuci tangan, membersihkan yang tumpah.
    dll..

    Sukses ya tulisannya ^^

    Sekalian mau ngajakin ikut GA ku yaa ^^
    http://noniq.blogspot.com/2013/08/1-giveaway-noniq-diary-x-firmoo.html

    BalasHapus
  18. Mbak Ika ini aktif sekali menulis...blog-nya banyak

    BalasHapus
  19. Mbakyu..susah banget mau komen ditempatmu. Aku udah 10x komen di FF Hidangan Penutup ga muncul juga. Ampek aku baca Bismillah juga ga mau muncul :(

    BalasHapus
  20. Pengen ikutan GAnya tapi kok ribet banget syaratnya ya :(

    BalasHapus
  21. Aku emang ternak blog mas :)

    BalasHapus
  22. Ehh, itu ada cemilan sehat. Masih suka kriyiiik2 yang ituuu tuh, Citat. Explorasinya menyehatkan tuh. Apalagi akalu dapat ikan di sungai ya, Mba. :mrgreen:

    BalasHapus
  23. Olahraga plus eksplorasi alamnya itu keren mbak ... anak2 pasti senang dan puas ya.
    Moga menang ya mbak dan kita bisa kopdaran :)

    BalasHapus
  24. Seperti kutipan di blog nya Pak Lambang Sarib, anak adalah kertas putih sedang orang tua adalah krayonnya... ;)

    BalasHapus
  25. resepnya mudah, bahannya gampang didapatkan. bikinnya gak ribet cuma butuh kesabaran aja. semoga berhasil ya lombanya

    BalasHapus
  26. aku malah ga tau tuh anak anak gaya hidupnya sehat apa engga
    orang tiap hari mainnya di sawah mulu :D

    BalasHapus
  27. Menanamkan kebiasaan sehat memang penting banget ya, Mbak. Sebagaimana saya yang sejak kecil bapak dan ibuk selalu bangun pagi dan langsung beraktivitas kini bener-bener tertanam pada diri saya, bangun pagi dan bergerak! Semoga sukses ya, Mbak Ika.

    BalasHapus
  28. kebiasaan bangun pagi tuh yang saya lupa gak terapkan ke anak
    kalo Dija gak sekolah, saya biarin bangun siang. heheheheheheee
    kayaknya kalo udah agak besar, Dija harus dibiasain bangun pagi buat ikut sholat subuh nih

    BalasHapus
  29. Mbak Ika, itu ubi yg putih atau merah? disini hanya ada ubi merah, pernah saya kukus ga manis :( .
    Jadi mau coba resep mbak ini :) .

    BalasHapus
  30. Sebenernya semua ubi bisa Nel. Kalo pengen ubinya manis, habis beli diinepin dulu. Kalau baru dicabut emang kurang manis. Coba inepin barang 1 atau 2 hari, tp jangan sampai tumbuh ya. Taruh di ruang terbuka aja. Oya kalo yang aku pakai ubi yang kuning.

    BalasHapus
  31. memberi contoh dengan perbuatan memang lebih bisa diterima anak daripada hanya menyuruh saja

    BalasHapus
  32. Kata orang bijak, alah bisa karena biasa. Dengan menanamkan kebiasaan2 sehat di atas, Insya Allah anak akan mengadobsinya dan menjadikannya bagian dari rutinitas kelak, Mbak Ika

    BalasHapus
  33. Lo, mbak, iki dari kapan jadi .com? Hehe
    #KetinggalanBerita

    BalasHapus
  34. Udah sebulan lebih ^^

    BalasHapus
  35. Setuju sekali Mbak.
    Mengajarkan anak agar kenal dengan yang sehat sejak dini itu memang wajib. Penting dan manfaatnya banyak sekali nanti saat dia besar.

    BalasHapus
  36. Bahagianya punya mas yang perhatian sama adiknya ya

    BalasHapus
  37. Mbak Ika...
    Blog-nya keren banget...!! :D

    Tapi, aku bingung, mau follow-nya..
    tombol follow-nya ada di mana, ya? :)

    BalasHapus
  38. Kemarin follownya ilang. Ni baru mau diutak atik lagi ^^ Next time kalau kunjung lagi mudah-mudahan sudah muncul

    BalasHapus
  39. […] beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah kompetisi menulis di blog. Tulisan yang berjudul “Menanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini ” ternyata menjadi salah satu […]

    BalasHapus