Pesona Kinahrejo Pasca Erupsi Merapi

03.27.00

[caption id="attachment_6361" align="aligncenter" width="491"]Kinahrejo Kinahrejo[/caption]

Bencana membawa berkah. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Dusun Kinahrejo saat ini, pasca bencana erupsi yang menewaskan lebih dari 100 orang penduduk yang bermukim disekitar lereng Gunung Merapi 3 tahun silam.


Dusun yang berjarak sekitar 5 km dari puncak Gunung Merapi ini, sebelumnya dikenal sebagai jalur pendakian favorit para pendaki gunung menuju Gunung Merapi.


Kinahrejo kini berubah menjadi obyek wisata yang mampu menggerakkan roda ekonomi penduduk sekitar. Tak hanya bertani dan beternak, kini masyarakat juga memiliki beragam profesi yang mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Kinahrejo.


Memasuki kawasan wisata Kinahrejo, saya membayar tanda masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Cukup ekonomis jika dibanding tempat wisata lain.


Jarak antara tempat parkir kendaraan dengan obyek wisata yang cukup jauh, sekitar 1 km serta jalanan yang menanjak cukup membuat kaki terasa pegal. Jika Anda tak mampu berjalan menuju lokasi obyek wisata Kinahrejo, tersedia sewa motor dengan tarif sebesar Rp 30.000 pulang pergi atau ojek motor dengan tarif Rp 20.000. Anda juga bisa menyewa motor trail ataupun jeep terbuka.


Museum Erupsi Gunung Merapi


Cuaca mendung dan sedikit berkabut tak mengurangi semangat saya dan keluarga untuk mengunjungi Kinahrejo beberapa waktu lalu. Beruntung mendung segera berlalu dan tak meninggalkan hujan sehingga saya dan keluarga tetap bisa menikmati keindahan Kinahrejo.


Berada pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut menjadikan Dusun Kinahrejo memiliki cuaca sejuk. Tak hanya menawarkan pemandangan indah khas pegunungan, Kinahrejo pun menawarkan wisata edukasi berupa Museum Erupsi Gunung Merapi.


Berbeda dengan museum pada umumnya, Museum Erupsi Gunung Merapi berada di alam terbuka. Museum yang berada di sekitar bekas rumah Mbah Maridjan ini semakin hari semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


Di museum ini pengunjung bisa melihat sejumlah kendaraan yang rusak parah akibat terjangan awan panas dan debu merapi. Sebuah mobil APV dan beberapa motor yang tinggal kerangka menjadi saksi kedahsyatan letusan Gunung Merapi.


Kendaraan-kendaraan tersebut ditemukan terkubur di dalam lava dan puing bangunan. Pengunjung juga bisa menyaksikan peninggalan Mbah Marijan, berupa gamelan dan tempat sujud terakhir Mbah Maridjan.




[caption id="attachment_6376" align="aligncenter" width="491"]Mobil Kinahrejo Mobil evakuasi saksi keganasan wedhus gembel[/caption]

[caption id="attachment_6377" align="aligncenter" width="491"]Gamelan Gamelan milik mbah Maridjan[/caption]

Terdapat pula bekas rumah penduduk dan aneka macam benda seperti jam dinding, lampu petromak, CD, kaset, jam tangan, HP, dan lain sebagainya, saksi keganasan Wedhus Gembel.




[caption id="attachment_6429" align="aligncenter" width="491"]Salah satu rumah penduduk korban erupsi Salah satu rumah penduduk korban erupsi[/caption]

Saya takjub banget pas lihat batu besar yang berbentuk wajah manusia. Takjub karena bentuknya, juga takjub disebabkan besarnya. Ndak kebayang gimana batu sebesar itu bisa loncat dari perut bumi.


Selain batu yang menyerupai manusia,  ada juga batu bergema, asap panas berdesis, lokasi bekas bungker, batu gajah, hingga asap panas yang bisa ditemui di lokasi sekitar Kaliadem, bekas kawasan wisata favorit di Gunung Merapi yang sudah menjadi puing dan menyatu dengan lava beku.




[caption id="attachment_6428" align="aligncenter" width="491"]Batu berbentuk wajah manusia Batu berbentuk wajah manusia[/caption]

Jangan lewatkan untuk menikmati petualangan menelusuri jalan lava dengan kendaraan jeep terbuka ataupun motor trail. Petualangan penuh sensasi ini menghadirkan pesona berpetualang layaknya offroad di lokasi bebatuan lava di sekitar merapi. Sangat indah dan menarik ber-offroad ria dengan jeep terbuka (willys prototype) ataupun motor trail dengan suasana alam pegunungan yang menyegarkan.


Ongkos menyewa motor trail bervariasi. Mulai Rp 50.000 hingga Rp 250.000, tergantung durasi dan panjang pendeknya rute tour. Jika menginginkan petualangan menggunakan jeep terbuka, maka ongkos yang harus dikeluarkan sebesar Rp 250.000-Rp 400.000, tentu tergantung rute mana yang dipilih.


Jadah Tempe


Lelah berjalan-jalan menyusuri area seputar Kinahrejo, saatnya bersantai sejenak sambil menikmati jadah tempe dipadukan kehangatan wedhang ronde khas Kinahrejo di warung-warung seputar obyek wisata. Saya penggemar berat jadah tempe Kinahrejo. Jadahnya empuk cocok dipadukan dengan tempe bacem yang manisnya pas.


Di kawasan ini juga terdapat Resto Kinahrejo yang berada di depan Posko Informasi. Tersedia beragam menu makanan dan minuman dengan nama-nama khas erupsi Merapi diantaranya, Nasi Goreng Vulkanik, Soto Awan Panas, Lele Shelter, Ayam Bukit Kendil.


Wedang Gedhang merupakan minuman khas resto ini. Minuman yang nikmat disajikan panas maupun dingin ini ternyata resepnya berasal dari Mbah Maridjan. Menurut cerita pengelola resto, dahulu Mbah Maridjan sering menyajikan minuman ini pada para tamu yang datang berkunjung. Kebetulan di sekitar rumah Mbah Maridjan banyak terdapat pohon pisang (gedhang).


Mengingat status Gunung Merapi yang sangat aktif, jika Anda berencana mengunjungi Kinahrejo sebaiknya pastikan Kinahrejo dalam kondisi aman. Informasi bisa di akses di http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/klimatologi/Informasi_Gunung_Api.bmkg


 

You Might Also Like

20 komentar

  1. tertarik banget denger cerita Mbak Ika... berharap suatu hari bisa ke sana..

    BalasHapus
  2. saya yang di jogja malah belum pernah ke situ mbak ... mrentes deh melihatnya ...

    BalasHapus
  3. wah ... lihat Foto fotonya jadi pengen ke sana mbak

    btw, sdh pakai Domain sendii ya , keren !! selamat ya mbak :)

    BalasHapus
  4. selalu ada hikmah dr setia bencana. Semoga suatu saat nanti sy bs ke sana :)

    BalasHapus
  5. Kinahrejo saksi erupsi, kepingin mengunjunginya. Jeng Ika mencoba petualangan trail atau atau jeepnyakah? Trim ya Jeng tlah berbagi foto museum alam ini. Salam

    BalasHapus
  6. Saya tertarik semua peninggalan tersebut, terutama peninggalan gamelan, alangkah lebih baik kalo di tata kembali tempatnya agar terhindar dari kerusakan alam. Semoga ada dana dari APBD sehingga pemerintah bisa serius mengelolanya sebagai cagar budaya.

    BalasHapus
  7. sesudah musibah ada kebaikan,
    jadi pengen lihat sendiri mbak

    BalasHapus
  8. terakhir saya ke Kinahrejo sekitar setahun lalu, sayangnya saya hanya ada di seputar kawasan parkiran terakhir nggak sampai naik ke rumah mbak Mardijan. Meski demikian, saya bisa merasakan betapa dasyatnya bencana dari merapi ini

    BalasHapus
  9. yang rumah penduduk memang sengaja digitukan ya mba?

    BalasHapus
  10. yang rumah penduduk memang sengaja digitukan ya mba?
    penasaran sih mau ke sana.

    BalasHapus
  11. Disekitar kaliurang situ banyak tempat wisata ya, yag seperti ini seharusnya perlu promosi dan dukungan ... pengen pulang ke jogja.. :)

    BalasHapus
  12. Yuk pulang kampung. Mumpung lebaran :)

    BalasHapus
  13. Saya belum pernah ke museumnya je, Mba. . .

    Pingin ke sana. . :)
    Moga menang, ya. ..

    BalasHapus
  14. Aaamiin, walau tak berharap banyak Dah :)

    BalasHapus
  15. belum pernah ke sana sih, mbak. nggak terbayang kalau lokasi yg dulu pernah kena musibah sekarang jadi tempat wisata.

    BalasHapus
  16. Besok kalau ke Jogja mampir ya pak. Sekalian buat wisata edukasi :)

    BalasHapus
  17. waktu ikut lava tour merapi, ga sempet ke museumnya :(
    merinding ya liatnya..

    BalasHapus
  18. wah penasaran pengen kesana...

    BalasHapus
  19. Aku gak lama kesana mbak. Luaar biasa ya.
    Gak bisa mbayangin pas kemarin turun si gembel gimana jadinya. heuheuheu :(

    BalasHapus
  20. Ngeri mas. Pake banget pula :D

    BalasHapus