Penyebab Datangnya Rezeki

17.08.00

[caption id="attachment_6539" align="aligncenter" width="480"]credit credit[/caption]

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa ia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana dia belanjakan, dan (4) tentang ilmunya untuk apa ia amalkan.” (HR Tirmidzi)

Urusan harta bukanlah urusan sepele. Tak hanya karena beratnya pertanggungjawaban yang harus dipikul, harta juga dapat menjadi penyebab terhalangnya seseorang masuk surga.

Allah SWT jelas-jelas melarang dan memperingatkan kita untuk menjauhi harta yang haram, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui,: (QS 2:188)

Beberapa faktor penyebab datangnya rejeki diantaranya, pertama, ketaqwaan pada Allah SWT. Allah berfirman," Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS 7:96).

Terkadang kita tidak menyadari jika kemalasan kita beribadah dan bertaqorrub pada Allah menjadi penghalang jalan rezeki kita. Seringkali kita jumpai orang-orang yang begitu bersemangat dalam mencari rezeki tapi tatkala panggilan Allah (adzan) berkumandang, tak sedikit pun ia bergeming dari pekerjaannya. Tenggelam dalam pekerjaan yang nyaris tak berakhir.

Kedua, banyak bertaubat.”Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka (umatku): "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS 71:10-12)

Dan faktor terbesar untuk mendapatkan rejeki ialah meninggalkan perbuatan dosa sebagaimana firman-Nya,"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."(QS 42:30). Rasulullah SAW juga berpesan dalam sabdanya:"Sesungguhnya seseorang tertahan mendapatkan rejeki lantaran dosa yang dilakukannya." (HR Ahmad)

Jika kita merasa disempitkan rezeki kita ataupun rasanya sulit rezeki kita dapatkan, maka saatnya kita mengevaluasi diri. Mungkin dosa-dosa yang kita lakukan menjadi penghalang datangnya rezeki. Ataupun mungkin kita perlu menambah ketaatan kita pada Allah.

 

You Might Also Like

15 komentar

  1. di Hari Lebaran ini, saya mengucapkan, selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H, mohon maaf lahir dan bathin.

    BalasHapus
  2. Sama-sama, saya juga mohon maaf :)

    BalasHapus
  3. wow saya suka sekali template blog ini, ringan, dan sepertinya sudah memenuhi SEO. Hiheiheiheiheee. Saya setuju dengan apa yang ditulis di sini. Bagi saya yang utama adalah sedeqah dengan Ikhlas, Insya Allah rezeki akan mengalir.

    Selama sebulan penuh juga saya nda sempat blogwalking ke sana kemari walhasil blog ku sepi pengunjung. Kalaupun ada yang mampir pasti 4 L (alias Loe lagi Loe Lagi). Wahahahahahahaa. Hiheiheihieee.

    Met mudik lebaran ya. Mudik nda nih? Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitrie, 1 Syawal 1432 Hijriah. Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan Bathin

    BalasHapus
  4. adeem banget baca artikel ini, Met Idul Fitri juga yaa mbaa. Mhn maaf lahir dan batin ^_^

    BalasHapus
  5. Salam knal ya mba, blog bagus tulisannya jg oke.. heheh

    BalasHapus
  6. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    BalasHapus
  7. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Silaturahmi di hari lebaran kedua, selamat Idul Fitri 1434 H, taqobbalallahu minna wa minkum, minal ‘aidin wa faaidzin…

    Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba yang diterima amal ibadah kita oleh Allah Swt…

    BalasHapus
  8. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mbak Ika. Mohon maaf lahir dan bathin ya..

    BalasHapus
  9. bermanfaat banget nih mbak Ika, mengingatkan kita semua..
    jadi kalau rejekinya sempit jangan salahain keadaan apalagi orang lain ya mbak, lebih baik instrospeksi diri dan lebih mendekatkan diri sama Alloh.. Taubat juga pastinya :)

    Met idul fitri mbak Ika, maaf lahir batin ya..

    BalasHapus
  10. bagaimana kalau manusia itu seperti burung, dalam menjemput rejeki tidak pernah khawatir dan mbesungut, tetap ceria dan berdendang ria, mungkin ia begitu yakin dunia ini begitu luas diciptakan tuhan, sehingga pasti ada rejeki yang terhampar untuknya, dan anak-anaknya yang kecil itu. pasti asik deh, ndak perlu jalan pintas yang haram kan ya bu ya... kuncinya yakin dan tawakal, dan juga ceria!

    BalasHapus
  11. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mbak Ika.
    Maaf lahir dan batin ya, khususnya kalau ada salah komentar atau salah menjawab komentar selama ini :)

    BalasHapus
  12. Maaf lahir batin mba, semoga fitrah kembali dan amal ibadah di Ramadhan di terima Nya..

    btw gimana mba kajian mengenai orang yg ga punya agama atau yang mendurhai Nya tetapi rezekinya diberi luas? :)

    BalasHapus
  13. Sama-sama mas, saya juga minta maaf atas segala khilaf.

    Orang yang tak memiliki agama dan senantiasa mendurhakai-Nya tetapi selalu diberi kemudahaan rejeki berarti bencana. Allah SWT sengaja melalaikan mereka dengan limpahan rejeki (Istidroj)

    BalasHapus
  14. Setuju banget Mbak, mohon ampunan dan memperbaiki ketaatan.

    Taqabbalallahu minna wa minkum ya Mbak...
    Mohon maaf atas salah dan khilaf saya selama ini
    lahir dan batin.

    BalasHapus
  15. Sama-sama pak, saya juga mohon maaf lahir dan batin.

    BalasHapus