[Macaroon Love] Magali dan Segala Keanehannya

21.13.00

[caption id="attachment_5466" align="aligncenter" width="358"]SAMSUNG CSC doc. pribadi[/caption]

Magali dan nama. Benar-benar topic of the year setiap tanggal 29 Desember. Why?


Magali memiliki masalah penting seumur hidup, yakni namanya sendiri.


Andai namaku bukan Magali. Begitulah Magali. Bahkan di ulang tahunnya yang ke-24 pun ia tetap berharap bukan bernama MAGALI. Yeah, meski menurut Jhodi, ayah Magali, namanya berasal dari bahasa Perancis yang berarti mutiara. "Daughter of the sea," begitu kata Jhodi.


Tak hanya namanya saja yang terdengar aneh, selera makan Magali pun tergolong unik. Magali memiliki kebiasaan manikmati makanan dengan cara yang tak biasa. Salah satunya cara Magali menikmati french fries. Magali tidak mencocolkan french fries pada saos tomat melainkan pada vanila sundae. Dan kebiasaan aneh Magali inilah yang mempertemukannya dengan sosok Ammar, koki ganteng sekaligus pemilik restoran Suguhan Magali yang membuatnya merasakan hal-hal aneh yang cukup merepotkannya.


Saat membaca judul novel ini, yang tergambar dalam benak saya cerita Macaroon Love pastilah unik. Bagaimana tidak unik jika cinta dipadukan dengan makanan. Saya jadi teringat pesan nenek waktu beliau masih hidup,"Dari perut turun ke hati. Makanan bisa menumbuhkan dan mengokohkan cinta."


Begitu pula dengan kisah cinta antara Magali dan Ammar. Dari kesamaan selera makan yang tak ingin seperti kebanyakkan orang, akhirnya tumbuh bibit cinta diantara keduanya. Namun sayang, cinta keduanya tak berjalan mulus. Akankah Ammar dan Magali bersatu?




[caption id="attachment_5575" align="aligncenter" width="324"]Macaroon love1 doc. pribadi[/caption]

Dibalik keunikan Magali, Winda menyelipkan pesan apik tentang makna sebuah cita-cita. Cita-cita sejatinya adalah sebuah kepuasan atas pencapaian diri, tak harus terdengar bombastis hingga membuat orang tercengang. Whoever you are, satisfaction of self achievement that's a dream.


"Cita-cita kan, tidak harus terdengar bombastis agar yang mendengar ternganga! Bukan untuk itu cita-cita diciptakan! Bagaimana kalau aku punya cita-cita yang humble, seperti menjadi food writer? Apakah itu menjadikan aku manusia yang kurang hebat dibanding mereka yang bercita-cita ingin menjadi dokter atau presiden. Cita-cita itu adalah pencapaian yang memberi kepuasan pada diri sendiri, bukan orang lain....." (hal 41-42) 


Winda mampu menangkap informasi dan realita yang ada disekitarnya dengan cerdas. Terbukti sosok Magali yang unik ini ternyata merupakan hasil observasi Winda atas apa yang ia baca dan amati dari social media setiap harinya "I learn a lot and get inspired so much by watching your life through my laptop screen,"


Novel ini menyajikan cerita yang akan membuat pembaca betah duduk berlama-lama karena penasaran dengan endingnya. Karakter tokoh utama tergali secara matang. Namun sayangnya, kisah cinta yang menjadi pokok cerita ini terasa kurang racikan hingga gregetnya kurang terasa. Novel ini justru banyak bercerita tentang kehidupan dan permasalahan Magali, serta konflik batin Magali. Penggunaan kata 'aneh' untuk memancing perhatian pembaca pun terdengar janggal. Lebih pas jika menggunakan kata unik karena Magali hanya melakukan sesuatu yang berbeda tapi masih dalam koridor wajar.


Terlepas dari itu semua, cerita Macaroon Love memberi kita sebuah pelajaran penting bahwa apa yang kita lakukan dan cita-citakan tak harus sama dengan kebayakkan orang. Justru karena beda itulah yang menjadikan kita unik. Dan dari pribadi yang uniklah sesungguhnya kreatifitas muncul.

***


Judul Buku : Macaroon Love


Penulis : Winda Krinadefa


Penerbit : Qonita PT Mizan Pustaka


Halaman : 264 halaman


Terbit : Cetakan I, Maret 2013


Ukuran : 11x18cm ISBN : 978-602-9225-83-9


Harga : 47.000

You Might Also Like

34 komentar

  1. Semoga mbak Winda terkesan dengan resensimu mBAK.. :)

    BalasHapus
  2. Ya ampuuun... udah nge-review aja nih Mak Ika. Sukses ya... aku blm bisa euy.. reviuw buku.

    BalasHapus
  3. Ni aku juga belajar sama mbak Haya

    BalasHapus
  4. Nyidam banget buku ini... :D
    #SemogaMenangGiveawayPersahabatanAntarBloggerBiarDapetBukuIni :D

    BalasHapus
  5. sepertinya ini review kedua yang mengatakan buku ini bagus... :) jadi makin penasaran

    BalasHapus
  6. Aku suka novel-novel bertema cinta. Jadi penasaran mau baca ;).

    BalasHapus
  7. Bagus, enak bacanya. Kisah cintanya ndak kayak sinetron :D

    BalasHapus
  8. Iya, ni cinta2annya pokoknya beda deh

    BalasHapus
  9. Duo sahabat saling meriview buku nih Jeng Ika,
    Dengan resensi sekeren ini, novelnya pasti laris manis, Salam

    BalasHapus
  10. Doakan mudah2an resensi ini menjadi pemenangnya mbak :)

    BalasHapus
  11. Mba .. Kayanya aku nda harus perlu beli bukunya deh.. Nih..
    Dah jelas sih resensinya.. He he.. mks mba pelajarannya bgmn melihat sudut suatu novel..

    BalasHapus
  12. Waduh, berarti resensiku spoiler dong pak. Bisa dijitak yang punya buku nih.

    BalasHapus
  13. ikut menyimak :lol: *songgo uang*

    BalasHapus
  14. good luck ya mbak, duh aku lagi keteter untuk baca nih mbak

    BalasHapus
  15. Semoga cepet kelar dan bisa menyusul bikin resensinya mbak

    BalasHapus
  16. coba aku ari di toko buku. kalau ada aku mau beli buat buktiin cerita kamu. pokoknya cerita tentang orang yang ngejar cita-citanya menurutku bagus buat motivasi

    BalasHapus
  17. Ini temanya sebenernya cenderung mengarah ke percintaan cuman karena saya emak2 jadi saya melihat sisi lain.

    BalasHapus
  18. oooh.... gitu. kalo gitu kelak insya alloh aku mau bikin kisah cinta ala blogger aja.

    BalasHapus
  19. Siiip, ditunggu. Pengen ngeresensi hasil karyamu juga nih ;)

    BalasHapus
  20. -- ketawa dalam hati -- . makasih. aku jadi malu. :shy:

    BalasHapus
  21. besok yah angponya mau lebaran H-3 :P

    BalasHapus
  22. hhmm,,,, mbakyu inih ku email di YM loohh :|
    sumonggo dipun cek njih :)

    BalasHapus
  23. Aku pinjem bukunya bunnnnnnnn :D

    BalasHapus
  24. Aku barusan selesai bacanya, tinggal buat resensinya. Semoga sukses ya Mak :)

    BalasHapus
  25. Aaaamiiin, terimakasih mbak. Met meresensi :)

    BalasHapus
  26. Ika Koentjoro28 Juli 2013 15.06

    Alhamdulillah :)

    BalasHapus