Cerdas Mengelola Hutang

01.43.00

Sering kita temukan pamflet yang ditempel sembarangan di pohon ataupun marka jalan yang berisi kemudahan untuk berhutang. Seperti beberapa waktu lalu saat saya melintas di seputar jalan Ahmad Dahlan Jogja, saya menemukan beberapa iklan yang menawarkan kemudahan kredit, contohnya seperti ini,"Kredit mudah, satu hari langsung cair" atau dengan bahasa lain,"Cukup dengan BPKP uang langsung cair."




[caption id="attachment_4965" align="alignright" width="226"]credit credit[/caption]

Kemudahan itu sejatinya mengecoh. Lho kok bisa?


Ya, karena kemudahan tersebut terkadang menjadikan kita kurang mawas diri. Kurang berfikir jernih apakah hutang ini memang betul-betul kita butuhkan.


Seperti pengalaman saya beberapa waktu lalu. Beberapa sahabat  menawari saya berbagai jenis barang mulai dari kaca mata, tupperware, baju dan lain sebagainya.


Rata-rata mereka mengatakan barang yang dibeli bisa dicicil hingga 10x. Siapa yang tidak tertarik jika barang bisa dicicil hingga 10x tanpa bunga. Wah enak nih, bayarnya enteng pikir saya waktu itu. Dari awalnya kredit kaca mata perbulan 80.000 trus tupperware plus yang lain-lain akhirnya baru terasa berat setelah terkumpul 10 cicilan dengan barang yang berbeda.



Kemampuan dalam mengelola hutang sangat diperlukan mengingat keadaan ekonomi global maupun nasional saat ini cepat sekali berubah. Beberapa perusahaan besar tak luput dari goncangan ekonomi dan terpaksa mem-PHK karyawannya.


Saat memutuskan akan berhutang, ada baiknya kita meminta pendapat orang-orang terdekat. Masukkan dari mereka bisa menjadi pertimbangan kita saat memutuskan berhutang. Akan lebih baik lagi jika kita mempunyai prinsip berhutang hanya jika kondisi mendesak dan butuh.


Kemudahan kredit sering juga menyebabkan kita kurang memperhatikan tingginya bunga yang dikenakan atau yang dibebankan. Pernah suatu kali saya ditawari kredit tanpa agunan dari sebuah bank swasta. Kok bisa ya kreditnya tanpa agunan. Padahal bank biasanya menentukan agunan 125% dari pinjaman yang diajukan. Ternyata setelah saya hitung-hitung bunga yang dikenakan tak hanya cukup tinggi tapi luar biasa tinggi dibanding hutang yang menggunakan agunan.


Pertimbangkan pula kondisi keuangan kita di masa yang akan datang. Pastikan kita memiliki kemampuan untuk membayar serta resikonya. Risiko yang dimaksud ialah resiko bunga dan kesinambungan sumber yang kita miliki untuk membayar hutang tersebut.


Salam,


A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5


.



You might also like:


Perempuan dan Bisnis: Bekal Mental Pengusaha


Habiskan saja gajimu!!


Hermes




You Might Also Like

36 komentar

  1. Setuju mbak. Jangan sampe besar pasak daripada tiang...

    BalasHapus
  2. Klo mau kredit-kredit harus baca dg jelas syarat-syaratnya. Klo di brosur biasanya syaratnya ditulis kecilll bangett, spy luput dari perhatian pembaca :D.

    BalasHapus
  3. Paling enak emang langsung lunas ya mbak Ika, ndak perlu ngutang, tp apa dayaaaa hehehe
    Pokoknya mah jangan keasyikan/lupa diri saja ya mbak Ika.
    *sambil lihat tagihan :D

    BalasHapus
  4. Jaman saya kecil, mencari hutangan begitu sulitnya dan kalopun ada pasti jerat rentenir menunggu, dan saya sepakat di jaman sekarang justru para pemilik modal yang bingung nyari calon penghutang dengan berbagai rayuan ini dan itu sehingga yang semula nggak berniat utang jadi terseret dalam arus hutang pihutang. Apapun yang namanya hutang, tetap saja merepotkan apalagi jika tanpa perencanaan yang jelas

    BalasHapus
  5. kalau bisa milih mendingan nggak punya hutang ya mbak..
    ;-)

    BalasHapus
  6. masih mending kalu bisa dicicil dan sadar kemampuan uangnya, daripada ternyata kena tengkulak..

    BalasHapus
  7. Satu dua barang ga kerasa ya mbak.
    Klo sudah 10 baru deh kerasa..hihi :D

    BalasHapus
  8. kartu kredit, termasuk kredit juga kan ya? :)

    semasa dulu di jakarta saya memiliki hampir semua kartu kredit. dan tersadar saat harus melunasi semua tagihan sesaat sebelum meninggalkan tanah air. betapa besar total jumlah bunga yang harus saya bayar. sejak saat itu no more credit card.

    salam
    /kayka

    BalasHapus
  9. Sama Kay. Aku berkali2 ditawari kartu kredit gak pernah mau. Takut banget keenakkan gesek trus utang membengkak

    BalasHapus
  10. Iya, kalau sudah gitu bingung sendiri akhirnya

    BalasHapus
  11. Ya musti kudu nyadar mbak :p

    BalasHapus
  12. Betul, enak deh rasanya. Ndak dikejar2 tagihan mulu :)

    BalasHapus
  13. Betul pak.

    Jaman juga sudah berubah pak. Dulu kalau mau hutang rasanya malu dan sungkan. Kalau sekarang sudah biasa.

    BalasHapus
  14. Wkwkwk, tagihannya berapa lembar mbak :D

    BalasHapus
  15. Iya betul Nel. Kita harus cerewet tanya ini itu

    BalasHapus
  16. tinggal pinter-pinternya menyiasati :). tips kartu kredit, bayar lunas tiap ada balance, jadi gak pernah bayar bunga:).

    BalasHapus
  17. Iya sih, cuman takutnya keenakkan apa-apa mau di beli. Nah, penyakit ini yang masih susah disembuhin :)

    BalasHapus
  18. Kalo utang memang lebih baik hanya untuk yg sifatnya 'investasi' kayak rumah, dan konsumsi yang urgent kayak mobil ya Mbak. Other than that, kalo kita ngutang belinya artinya kan kita udah hidup melampaui kemampuan keuangan kita,
    Aku perlu kartu kredit hihi buat tiket pesawat

    BalasHapus
  19. Iya betul, masih banyak orang yang terjebak dalam utang konsumtif gegara kartu kredit. Aku sendiri parno mbak walaupun belum pernah pakai. Coz, suka gatel kalo jalan ke Mall :D

    BalasHapus
  20. itu ignorance Bu, kata Pak Heppy Trenggono orang yang pernah terbelit hutang 64 M cek saja di google

    BalasHapus
  21. belum pernah yg namanya ngeredit :)...

    BalasHapus
  22. siip. mending beli tunai aja. Ndak ada uang ya ditahan ndak beli dulu ")

    BalasHapus
  23. di sini juga banyak iklan-iklan yang menawarkan kemudahan kredit gitu, tapi salah-salah lepas dari mulut singa masuk ke mulut harimau

    BalasHapus
  24. Emang kudu hati2 banget. Harus cermat dan teliti :)

    BalasHapus
  25. pihak bank atau pemberi utang (leasing) memanfaatkan kebiasaan sebagian masyarakat kita yang suka belanja dan konsumtif, mbak.

    selain itu, bank saat ini juga kelebihan dana cash. ini salah satu strategi untuk mengurangi resiko kredit macet.. mereka lebih baik ngasih kredit 100 juta rupiah ke 40 orang daripada langsung 4 M tapi hanya ke satu orang....

    kalau 40 org itu katakan 10% yg gagal bayar, resiko kemungkinan dana nggak kembali 400 juta. tapi kalau kasih pinjaman ke satu orang dan dia gagal bayar, bablas kredite.

    tulisan yang menarik dan bermanfaat, agar kita tak mudah tergiur dengan iming-iming mudahnya mengutang.....

    BalasHapus

  26. Bank juga semakin gencar memberi pinjaman yang bersifat konsumtif. Kartu kredit sekarang di tawarkan bak kacang goreng.

    Saya sering mendapat telpon dari telesales kartu kredit sampai saya harus membuat surat keberatan ke bank yang bersangkutan.

    BalasHapus
  27. kartu kredit lebih cocok untuk yg sering bepergian ke luar negeri....

    benar, kita sebagai konsumen berhak menolak tawaran mereka...

    BalasHapus
  28. harus bisa menahan diri ya mbak supaya tidak tergoda rayuan kartu kredit :)

    BalasHapus
  29. Halo Saya Bill dari Audit Jasa Keuangan.
    Berbasis di Lithuania, secara resmi Republik Lithuania di Eropa Utara.
    Kami menawarkan pinjaman sebesar 3% persen lebih murah untuk meningkatkan bisnis kami.
    Kami memberikan pinjaman berbagai individu dan mitra dan Anda bisa mendapatkan pinjaman Anda dalam waktu 48 jam dari perusahaan kami dan ini perusahaan terbaik yang pernah Anda bisa percaya.

    Di bawah ini adalah parameter pinjaman kami:
    Waktu yang diperlukan untuk persetujuan pinjaman adalah 48 jam.
    Waktu yang diperlukan untuk memproses permintaan pinjaman adalah 2 hari.
    Untuk penjamin pinjaman tidak diperlukan.
    Dalam berurusan dengan peminjam layak kredit tidak dikendalikan oleh register.
    Pinjaman tidak dibatasi oleh usia.
    Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana menerapkan dan mendapatkan pinjaman anda, silahkan hubungi kami 24 jam melalui email pada auditfinacialservice@gmail.com

    BalasHapus
  30. Terimakasih informasinya :)

    BalasHapus