Cermat Memilih Berita di Media Online

00.23.00

Heboh kasus impor daging sapi beberapa waktu lalu telah menyedot perhatian publik dan menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan masyarakat. Kasus yang melibatkan petinggi partai besar dan seorang yang berinisial AF ini berakhir dengan pengakuan AF yang membuat semua orang terhenyak. Jauh dari opini yang dibangun oleh beberapa media massa baik media cetak, online maupun televisi.


Pasca pengakuan AF menjadi saat yang tepat untuk menilai independensi media massa. Tulisan ini dibuat tidak untuk memberikan penilaian siapa yang salah dan siapa yang benar dalam masalah ini. Hanya saja kita semua perlu belajar dari kasus tersebut. Masyarakat harus lebih kritis saat memperoleh informasi apapun dari media massa. Tak hanya kritis, sebagai konsumen media massa, masyarakat juga harus cerdas dalam memilih media massa yang dibaca ataupun ditontonnya. Media massa yang dipercayai haruslah media massa yang menampilkan berita yang obyektif dan berimbang agar tidak terjebak dalam opini yang salah.




[caption id="attachment_4682" align="aligncenter" width="518"]Koleksi pribadi Koleksi pribadi[/caption]

Meningkatnya pengguna internet beberapa tahun ini tak luput dari perhatian media massa. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, media massa yang memiliki situs online berkembang pesat. Berbeda dengan televisi dan radio yang dapat menyiarkan berita secara langsung, media online memerlukan jeda untuk meng-input berita. Demi mengejar kecepatan, media online terkadang mengorbankan akurasi berita hingga terjebak dalam berita yang dangkal.


Pasar iklan di dunia online terbilang brutal karena menggunakan sistem iklan berdasarkan traffic. Hal inilah yang menjadikan media online berlomba-lomba mengejar traffic. Nah, disinilah peran kritis kita diperlukan sebagai pembaca media online.


Media massa baik cetak maupun televisi beramai-ramai membuat situs online (pemberitaan versi online) selain dengan alasan untuk menjaring pencari informasi lebih banyak, media online juga menjadi strategi media massa agar tetap eksis. Tak terkecuali liputan 6 yang juga merupakan salah satu siaran berita terfavorit di SCTV dengan situsnya Liputan6dotcom.


Satu hal yang harus diperhatikan Liputan6dotcom bahwa masyarakat kini semakin kritis dan cerdas. Mereka bisa meng-counter berita yang tak sesuai menurut mereka dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook ataupun twitter seperti dalam kasus Prita Mulyasari dan RS Omni International.




[caption id="attachment_4684" align="aligncenter" width="518"]Koleksi pribadi Koleksi pribadi[/caption]

Liputan6dotcom, salah satu media online yang menyajikan berita terkini yang aktual, tajam dan terpercaya, menyajikan berita ter-update langsung dari TKP (Tempat Kejadian Perkara). Liputan6dotcom memiliki komitmen untuk menyajikan berita yang obyektif dan berimbang sehingga menjadikannya media online terpercaya.


Tak hanya menyajikan berita terbaruLiputan6dotcom juga menyajikan artikel lain sebagai tambahan informasi yang dibutuhkan masyarakat seperti artikel tentang kesehatan yang menyediakan info serta tips seputar kesehatan anak, remaja, dan orang tua yang ada dalam rubrik Health.


Artikel lain yang tersaji dalam Liputan6dotcom yaitu artikel tentang teknologi yang mengulas perkembangan teknologi terkini terdapat dalam ulasan Tekno. Tak ketinggalan bagi Anda penggemar sepak bola, ulasan lengkapnya ada dalam rubrik Bola. Artikel lain yang tak kalah menarik yaitu artikel showbiz dan bisnis. Seluruh artikel tersebut diulas secara gamblang dan mendalam. Tak hanya menambah wawasan pembacanya, juga menjadi bacaan yang menghibur diwaktu senggang.




[caption id="attachment_4749" align="aligncenter" width="518"]Bola4 Koleksi pribadi[/caption]

Berita hari ini yang paling hangat di artikel Bola yang saya ambil dari Liputan6dotcom yaitu pemecatan Jose Mourinho oleh Real Madrid. Kegagalan besar di musim ini membuat kubu El Real memutuskan hubungan kerja dengan pelatih kebangsaan Portugal itu pada Selasa (21/5/13) dinihari WIB.


"Hal ini berdasarkan kesepakatan bersama. Alasan yang Mourinho berikan untuk meninggalkan klub, saya dukung sepenuhnya. Kami berdua memutuskan itu dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memecah hubungan ini," ungkap Perez.


Sebagai pengganti Mourinho, Madrid belum menunjuk pelatih baru. Namun nama-nama besar seperti Rafael Benitez dan Carlo Ancelotti sudah dihubungkan dengan klub asal ibukota Spanyol tersebut. Untuk mengetahui kelanjutan beritanya dan berita lain yang tak kalah menarik, silahkan klik di Liputan6dotcom.




[caption id="attachment_4782" align="aligncenter" width="518"]sigi Koleksi pribadi[/caption]

Lebih menarik lagi, Liputan6dotcom juga menyajikan laporan investigasi tim Liputan6 SCTV dalam program SIGI Investigasi dalam bentuk video yang bisa di tonton secara langsung ataupun di download untuk disimpan.


Bagi Anda yang hari ini tak sempat menonton siaran berita Liputan6 SCTV, Anda bisa membaca beritanya di www.liputan6.com. Berita hari ini yang menjadi topik utama di acara siaran berita Liputan6 SCTV juga menjadi berita terkini liputan6.com. Jadi, walaupun Anda tak sempat menonton siaran berita Liputan6 SCTV, Anda tak akan ketinggalan berita terbaru.


Artikel ini diikutsertakan dalam 'Lomba penulisan tentang www.liputan6.com'.


klik-banner


Sumber:


liputan6.com


media.kompasiana.com

You Might Also Like

65 komentar

  1. kalau dulu sumber berita terbatas, sekarang justru sebaliknya..melimpah ruah. bahkan waktu 24 jam terasa nggak cukup untuk mengikuti semua informasi yg ada.... harus kita pilih berita dan informasi mana saja yg benar-benar kita perlukan...kalau nggak, habis waktu kita uma untuk ngikuti berita...

    BalasHapus
  2. Sepakat pak. Pilih yang benar2 kita perlukan. Kalau semua diikuti habis waktu kita :)

    BalasHapus
  3. Ancaman independensi media saat ini adalah "pemilik modal". Untunglah ada Twitter, sebagai barometer, trending setter dan penyeimbang media mainstream.

    BalasHapus
  4. Betul pak Sarib. Dan juga pemilik media pak :)

    BalasHapus
  5. Persaingan dan hangatnya kancah pemberitaan, dengan berita yang kejar tayang tanpa menitikberatkan pada akurasi beritanya, memang menyisakan kesimpangsiuran bagi masyarakat penikmat berita itu sendiri. Sudah saatnya, kita harus lebih jeli dalam memilih sumber berita yang ingin kita ikuti, agar tak menjadi 'korban' sebuah informasi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan.

    Sukses untuk kompetisinya ya, Mba Ika. Trims jg udah balik ke rumah mayaku untuk lanjutan reportase Asean Blogger Festival, maafkan belum sempat update, sdg riweh di offline. :)

    BalasHapus
  6. Ndak pa pa mbak. Kemarin pengen ikutan kontes ASEAN blogger cari referensi ketemu blognya mbak Al. Terimakasih sudah mampir mbak ;)

    BalasHapus
  7. jaman sekarang mencari informasi semudah menggerakkan jari saja...

    BalasHapus
  8. memang pembaca mesti lebih kritis dan tidak menelan semua informasi di media massa ...

    BalasHapus
  9. Iya betul, kita justru yang harus lebih selektif :)

    BalasHapus
  10. salut sama orang yg scr rutin setiap hari menyempatkan diri untuk mengecek berita terkini. aku pribadi gak suka nonton berita. hanya mengandalkan twitter saja. if it's not on twitter (bcoz my friends arent talking about it) then it's not important for me to know. yah begitulah versi keminggrisnya, hehehe.

    BalasHapus
  11. Kalau menurut saya semua harus berimbang ya twitter ya cek berita. Tapi semua boleh berpendapat berbeda kok ;)

    BalasHapus
  12. Apik ulasane, mbak Ika.
    Ada satu acara favorit keluarga di SCTV, yg arsip-arsipnya bisa diperoleh di liputan6[dot]com yaitu SIGI, Sidik & Investigasi. Istriku sampai mendownload hampir semua movie-nya terutama ttg kejahatan industri makanan, minuman, dan kosmetika.

    BalasHapus
  13. Terimakasih pak Iwan atas informasinya. Ini bisa buat tambahan referensi saya.

    BalasHapus
  14. Contohnya arsip video ini:
    http://news.liputan6.com/read/335495/nikmatnya-pedas-saus-busuk

    BalasHapus
  15. Terimakasih banyak pak. Tulisan akan saya perdalam lagi, mumpung belum dinilai juri :D

    BalasHapus
  16. Sipp... video-videonya membuka mata semua untuk lebih hati-hati.
    Arsip-arsipnya ngumpul di sini: http://video.liputan6.com/main/kategori/18

    Downloadnya pake software Orbitdownloader, biar bisa ditonton anak-anak sbg bagian dari edukasi.

    BalasHapus
  17. Siap pak.

    Saya membuat postingan ini, pertama, mencoba kritis dengan realita yang ada lewat tulisan. Jikalaupun pada akhirnya menang lomba itu bonus tersendiri dan mungkin bonus terindah.

    Terimakasih banyak untuk info2nya pak

    BalasHapus
  18. benar sekali.
    dengan adanya media online, terkadang disalahgunakan untuk menyebarkan berita Hoax semata untuk mengejar jumlah traffic. berita tersebut juga tidak tahu apakah benar-benar terjadi. Saya juga lebih memilih menonton TV yg disiarkan resmi.
    korban jg bisa dirugikan karena bisa saja nama baiknya tidak pulih sepenuhnya.
    Oia, mampir ke blog saya ya http://fahriaagustin.blogspot.com/2013/05/saatnya-total-action.html terima kasih :)

    BalasHapus
  19. Ini kesempatan kita menyuarakan agar media online menyajikan berita yang sesuai dengan kode etik jurnalistik yang profesional.

    Terimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  20. ya ampun ika, berita gini ternyata buat lomba.. enak bacanya pun.. dikau jadi reporter sctv aja deh..

    BalasHapus
  21. sedih lihat mou didepak dari realmadrid.. balik kandang ke chelsea ga tuh?

    BalasHapus
  22. Sepakat dengan pak Iwan...ulasanmu pas Mbak...semoga kali ini beruntung dan menang yaa.... :)

    BalasHapus
  23. Doain kite dilirik ma SCTV mbakyu :D

    BalasHapus
  24. Sama mbak, aku juga sedih lihatnya. Yah, namanya manusia ga' selalu sukses khan?

    Aku ga' se7 kalo balik ke chelsea. Ntar kena depak lagi ama Abramovik

    BalasHapus
  25. ikaaaaaaaaaaaaa.. bukunya udah sampe ya.. baru di sms orang rumah nih.. dari bukabuku.com katanya..

    BalasHapus
  26. ya udah mou ke endonesah aja.. sanggup bayar ga sih kita? *eh?

    BalasHapus
  27. Iya,,, Alhamdulillah rejekimu mbak. Ni punya Noni malah belum bisa kirim. Dari sananya suruh ganti buku yang lain :(

    BalasHapus
  28. kenapa kudu ganti sih? ga ada stok?

    BalasHapus
  29. makasih banyak ya ika.. rejeki lancar jaya buat ika..

    BalasHapus
  30. Kemarin juga sempet ngobrol gitu sama suami. Tapi ntar jangan2 APBN kita tekor cuma buat bayar si Mou :lol:

    BalasHapus
  31. Iya, aku belum kontak noni lagi

    BalasHapus
  32. bukan tekor lagi.. utang kita bertambah.. :D

    BalasHapus
  33. Mantap mbak ulasannya tentang Liputan6.
    Gudlak ya mbak, semoga menang :)

    BalasHapus
  34. Liputan6 adalah salah satu media yang menyajikan berita dg cukup bagus.
    Jadi pengen ikutan nyoba juga buat ulasan utk Liputan6 nih :)

    BalasHapus
  35. Aaamiiin, makasih ya mbak Reni

    BalasHapus
  36. Telah bnyk sekarang sumber berita,tergantung bagaimana kita mencernanya..

    BalasHapus
  37. yang pasti harus sesuai dengan pedoman pemberitaan media siber yang sudah dirilis Dewan Pers awal tahun lalu :)

    BalasHapus
  38. Iya betul,,, mudah2an media berpedoman pada aturan itu. Tidak hanya mengejar trafic

    BalasHapus
  39. Sebagai konsumen berita, sepakat Jeng Ika perlu paduan bijak mencerna berita dan memilih sumber berita. Untuk produsen berita, mangga kebenaran berita dan kemasan berita yang elegan dibangun. Apresiasi untuk opini apik ini Jeng Ika. Sukses ngontesnya. Salam

    BalasHapus
  40. Terimakasih mbak Prih. Aaamiiin.

    Tulisan ini sebenernya berawal dari kegelisahan saya. Pas ada momentum akhirnya saya tulis.

    Besar harapan saya, media bekerja secara prifesional. Bukan karena kepentingan

    BalasHapus
  41. Wah, ternyata buat lomba...
    Kayaknya sih kurang tergali ya mbak bahasannya, karena terkekang oleh liputan 6 ini. Tapi, pesannya tersampaikan kok mbak :)

    BalasHapus
  42. Iyaaa, aku emang sengaja ga gali terlalu dalem. Bukan karena lomba sih, karena blog dibaca banyak orang. Lebih hati2 aja :)

    BalasHapus
  43. Keprihatinan saya sekarang ini adalah independensi, sama seperti mas Lambang bilang. sudah mulai bias karena adanya permainan modal dan politik di dalam industri ini. karenanya perlu lebih mencerna semua yang diberitakan dengan lebih baik lagi.

    BalasHapus
  44. Samaaa Ryan, uneg-uneg ni sebenernya dah beberapa minggu tertahan. Eh ni pas ada momentnya.

    Menang ga' menang bagiku ga' jadi soal. Sekarang rada plong :D

    BalasHapus
  45. ya didoakan menang deh mba. :D

    BalasHapus
  46. Aaamiiin,, makasih Ryan. Tulisanmu mbok diperdalem lagi Yan. Yang bisnis via BBM itu lho

    BalasHapus
  47. nanti deh mba.
    sebenernya sih gak mau terlalu dalam karena bukan ahlinya di sana :D

    BalasHapus
  48. Yap, bisa dibikin beberapa seri. Kayaknya banyak yang pengen tau Yan

    BalasHapus
  49. Lagi tak simak, tak baca, lha jebule kontes ya, Mba. hihihihi

    BENAR, kita harus semakin cerdas dan cermat dalam memilih siaran berita. Baik online maupun tipi2. :)

    Sukses 15 jguanya ya, Mba. Hihihihi

    BalasHapus
  50. Ya elah mbak, santai aja, paling kalau kejebak, berantem argumen...
    Tulisan saya ramenya malah di fb, gak di-blog, pada berantem semua, asyik aja gitu ngeliatnya... #ehhh
    Hehe...

    BalasHapus
  51. Ngontes soal moment Dah. Sebenernya pengen ngeluarin uneg2 ni baru dapet momennya :)

    Terlalu kritis tau juga ni bakalan menang pa ndak :(

    BalasHapus
  52. Halah, kontes ternyata. Sebelum gambar pertama saya setuju, setelahnya tak kuat melanjutkan membaca :D

    Saya adalah orang yang jarang mencerna berita, baik situs berita, tivi, koran, radio apalagi. Pola pikir saya simple saja, selama sebuah berita tidak ada sangkut paut dengan hidup saya, buat apa saya menghabiskan waktu dan perhatian untuknya.

    Apalagi gossip yang bikin kita berprasangka dan mengkeruhkan suasana hati, mending stay out of them :)

    Kemarin saya membaca sebuah email lengganan dari salah satu blog luar favorit saya, membahas hal ini juga, sepihak dengan saya dengan alasan yang lebih bisa diterima. Hendak saya buat posting sebenarnya namun belum jadi :D

    BalasHapus
  53. Ngontes plus berpendapat :)

    BalasHapus
  54. Saya setuju sekali dengan Bu Ika ... kita harus kritis dalam menyimak berita yang ada ...
    Media juga punya kepentingan ... (apapun itu kepentingannya ...)
    Jika kita tidak tau ujung pangkalnya ... saya rasa adalah bijak rasanya untuk tidak menghakimi terlebih dahulu ...

    Salam saya

    (ini postingan juga ada kepentingannya bukan ?)(dan itu sah-sah saja ...)(sama seperti media )
    (qiqiqi)

    BalasHapus
  55. Betul Om, kepentingan berpendapat dan kepentingan memenangkan lomba :D

    BalasHapus
  56. Citizen6 di Liputan6.com menatik juga sihs ebenernya, cuman gak digarap dengan lebih :D

    BalasHapus
  57. harus lebih pintar dalam memilih berita ya.hehe

    BalasHapus