Jagalah Perutmu!

18.01.00

[caption id="attachment_3007" align="alignright" width="373"]doc. google doc. google[/caption]

Jum'at Mubarok!

Urusan perut ternyata bukan urusan sepele seperti yang kita bayangkan. Urusan ini akan berdampak secara fisik maupun psikis. Ruh dan jasad, bahkan berkaitan erat dan akan berdampak pada manis dan lezatnya ibadah yang kita lakukan.

Tak hanya halal dan haramnya saja yang perlu kita perkatikan, akan tetapi banyaknya juga harus kita kelola secara benar karena makanan halal pun jika kita konsumsi berlebih maka hukumnya menjadi makruh.

Allah SWT berfirman,“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf ayat 31)

Bahkan Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan kita,”Tidak ada suatu wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih jelek melebihi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suapan kecil untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak mungkin, sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya,” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim).

Dan seperti inilah manajement perut, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas. Artinya seenak apapun sebuah makanan ataupun bagaimanapun laparnya perut kita, tidak lantas dengan seenaknya kita mengisi perut.

Lalu, berapa ukuran memakan makanan dikatakan berlebih?

“Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan.” (H.R. Ibnu Majah)

Ya, saat kita memperturutkan nafsu kita untuk selalu mengisi perut kita tanpa ada batasnya, tanpa memperhatikan halal dan toyyibnya, maka itu termasuk makan yang berlebihan.

Yang jadi pertanyaan kemudian, apa kaitan ibadah dengan perut?

Imam Ghazali (Hujjatul Islam) pernah berpesan,“Jangan harap bisa memperoleh manisnya ibadah jika engkau makan terlalu banyak. Bagaimana cahaya akan bersinar di hati tanpa ibadah? Apa nikmatnya ibadah yang tak disertai rasa manis dan kelezatan?”

Nikmatnya sebuah ibadah ialah ketentraman hati. Saat perut kita sering kenyang, maka ibadah yang kita lakukan cenderung sebagai penggugur kewajiban. Kenikmatan beribadah tidak kita temukan.

Ma'ruf Al-Kurkhi pun dengan tegas menasehati kita untuk berhati-hati dalam mengisi perut. “Berapa banyak makanan yang kemudian menghalangimu mendirikan shalat malam. Dan berapa banyak pandangan haram telah menghalangimu dari membaca Alquran. Terkadang, sepotong makanan bisa menghalangi seorang hamba dari melaksanakan shalat malam selama satu tahun,” ungkapnya.


Saatnya untuk mengevaluasi, sudah berapa malam kita tertidur dengan lelapnya hingga qiyamulail terlewat. Berapa lama Al Qur'an tidak tersentuh dengan berbagai alasan.

Berhati-hatilah dengan makanan sobat :)

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

55 komentar

  1. kapan hari saya berobat ke klinik untuk luka jahitan saya,,
    dan saya di kasih obat yang salah satunya vitamin penambah nafsu makan,,
    makan saya jadi gak bisa teratur kayak biasanya, karena gampang lapar,,
    akhirnya sekarang saya gak minum vitaminnya itu, takut keterusan mbak,,,

    BalasHapus
  2. yeah.............andai yisha bisa!hiks

    BalasHapus
  3. memang untuk ukran saja bila makan,
    kita ambil secukupnya sehingga tidak meninggalkan sisa dan tidak kekenyangan
    memberi dampak kenikmatan yang berbeda, apalagi kalau memperhatikan hal2 di atas... semoga bisa istiqomah..

    BalasHapus
  4. nurul selalu makan-makan terus. tapi selalu juga lapar. ckckckck

    BalasHapus
  5. malu..... ngerasa perut dah mulai buncit. hiks....
    thanks banget udah diingatkan.

    BalasHapus
  6. Iya nih Mbak Ika, perlu banget menjaga perut. Makin nambah usia, punya saya makin maju ke depan hehehe..

    BalasHapus
  7. setuju mbak tidak hanya halal dan haramnya tapi juga jumlahnya. suka lupa kadang kalau enak tau2 sesek. trims manajemen perutnya mbak bagus sekali untuk diingat2 @sepertiga untuk makanan, minuman dan nafas :)

    salam
    /kayka

    BalasHapus
  8. Kalo saya emang maemnya dikit Mbak Ika hehehehe...

    Btw, •‧::‧• ♥♏ªƙªsίђ♥ •‧::‧• Di ingatkan... :)

    BalasHapus
  9. makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang.. cukup saja..

    BalasHapus
  10. maturnuwun Mba Ika.. *lagi-lagi malu hati saya*

    BalasHapus
  11. Reblogged this on Knitknotlove and commented:
    Tadi pagi sy baru saya diskusi dengan teman ttg makanan yg dilarang -haram- untuk dimakan. Ada yg menganggapnya halal krn di al qur'an tidak tertulis nyata ttpi Rasulullah jelas melarang untuk membunuhnya apalagi memakan.

    Bahkan dalam makanpun harus tetap menggunakan ilmu begitu juga tata caranya.
    Jazakillah for sharing mbak :)

    BalasHapus
  12. Terima kasih tausyiahnya, mbak

    BalasHapus
  13. jadi inget iklan anak kecil joget2

    "dari perut ke kepala, dari perut ke tangan, dari perut turun ke kaki, dari perut ke semuanya..." *kurang lebih gitu lah ya liriknya, lupa-lupa, hehe

    betapa penting dan sakralnya si perut dalam sudut pandang Islam..

    BalasHapus
  14. makasih sudah diingatkan, mbak. anjuran nabi itu juga bermakna supaya kita mengambil makanan secukupnya saja ya. jangan sampai ada makanan yg tersisa dan akhirnya dibuang :-)

    BalasHapus
  15. Perutmu adalah harimaumu...
    H he

    BalasHapus
  16. Komentar aku ditangkap mbah Akismet...

    BalasHapus
  17. semua dilakukan sebaik'a dengan tidak berlebihan, itu jauh lebih bagus + di imbangi dengan olahraga teratur, biar jasmani kita tetap terjaga mba :)

    BalasHapus
  18. Sama2 pak. Betul, rasanya kok ndak pas kalo sampai buang2 makanan. Kasihan orang lain yang untuk makan sehari 3x aja susah

    BalasHapus
  19. Betul sekali pak. Dan sering hal ini terfokus hanya pada hala haramnya saja.

    BalasHapus
  20. Pas, ndak kurang ndak lebih ;)

    BalasHapus
  21. Perutnya mbak Lies bikin ngiri :)

    BalasHapus
  22. Sama2 mbak, saya juga perut dah buncit padahal anak baru 2 :)

    BalasHapus
  23. Hati2 jeng. Lihat ibadah2mu, apakah banyak ibadah yang terlewatkan :)

    BalasHapus
  24. Bikin jadi sixpack biar keren :)

    BalasHapus
  25. Aaamiiin, saling mendoakan semoga tetap istiqomah pak :)

    BalasHapus
  26. Emang napa ndak bisa Yish :)

    BalasHapus
  27. Oh, gitu ya. Mudah2an cepet sembuh. Obatnya dikonsultasikan lagi aja Mit

    BalasHapus
  28. sepotong makanan bisa menghalangi shalat malam setahun?ckcckckc...
    aku termasuk yg jarang makan malam mbak, tapi bangun malam pun susah... :-(
    kalo bcara soal perut kayaknya aku paling jahat sama perut sendiri, kadang dibiarin kosong seenaknya, kadang diisi penuh ckckc..
    terima kasih postnya ya mbak ika..mencerahkan sekali :-)

    BalasHapus
  29. Yep, my doctor said, "food is your medicine or medicine will be your food. Pick carefully

    BalasHapus
  30. Intinya disitu. Bukan masalah perut melar karena estetika tapi lihat ibadahmu :)

    BalasHapus
  31. Sama2 Izz. Perut diperhatiin Izz, Diisi sesuai takaran. Jangan dibiarkan sering kosong nanti kena asam lambung :)

    BalasHapus
  32. iya kak ika. :(
    mungkin ada yang ngak bener kal yaa

    BalasHapus
  33. wah..seperti diingatkan untuk segera mengurangi makan... aku kegendutan, Mbak Ika..

    BalasHapus
  34. iya mba, makasih,,, obat yang vitamin itu sudah gak saya minum mbak,,,, iya ntar klu balik lagi k klinik mw saya konsultasikan mbak,,,

    BalasHapus
  35. Mba agar saya tetap bisa mosting.. Jalurnya saya pindahkan dulu ke
    http://sulitnih.blog.com
    Atas dukungan Mba selama ini aku ucapkan terimakasih….

    BalasHapus
  36. Siip, cepet sembuh ya Mil ;)

    BalasHapus
  37. Ada yg bilang kalau mencari karyawan itu lihat dr berat badannya proporsional atau ga?kalau ga berarti itu org tdk bs menjaga nafsunya. Bbrp perusahaan besar jg menolak karyawan yg gemuk, walaupun dia pintar. Mungkin ibadahnya kacau itu krn kalau makan bnyk jd gemuk, dan gemuk menyebabkan badan berat jd males ngapa2in atau kalau sujud susah krn terhimpit perut yg buncit.

    BalasHapus
  38. He,,,he,,, betul banget.. Badan gemuk berat mau ngapa-ngapain

    BalasHapus