Teruslah Bergerak

11.51.00

Bersusah payahlah sebab kenikmatan hidup didapat dalam bekerja keras.

Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih dan ketika berhenti ia akan menjadi keruh.

Sebagaimana anak panah, jika ia tak meninggalkan busurnya, tak akan mengenai sasaran.

Biji emas yang belum diolah akan sama dengan debu ditempatnya.

 (Imam Asy Syafi’i)


doc. google

Ada kalanya kita merasa jenuh dengan aktivitas yang kita jalani setiap hari. Jenuh dengan aktivitas kita sebagai ibu rumah tangga, jenuh dengan aktivitas dikantor ataupun jenuh dengan pekerjaan yang telah kita jalani selama ini. Dan kejenuhan ini sesungguhnya sangat manusiawi.

Ada baiknya kita mengevaluasi kejenuhan yang menghampiri diri kita. Akankah kejenuhan ini nantinya membelenggu kehidupan kita hingga menjadikan kita stagnan? Berhenti bergerak. Mematikan kreatifitas yang kita miliki. Menghilangkan semangat kita untuk terus maju. Berhenti mengukir pencapaian-pencapaian yang luar biasa dalam hidup ini.

“Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih dan ketika berhenti ia akan menjadi keruh”

Ketika kita terus terdiam atau ada dalam situasi yang sama terus menerus, maka kita akan terjebak dalam kejumudan. Otak menjadi keruh. Bagaikan katak dalam tempurung. Teruslah bergerak dan belajar karena sesungguhnya ilmu itu cahaya yang akan menerangi kegelapan.

“Sebagaimana anak panah, jika ia tak meninggalkan busurnya, tak akan mengenai sasaran”

Selama kita tidak bergerak maka kita tak kan pernah sampai pada tujuan. Selama kita tak berusaha mewujudkan cita-cita kita, maka apa yang kita cita-citakan hanya berupa khayalan dan angan-angan belaka.

“Biji emas yang belum diolah akan sama dengan debu ditempatnya”

Bergeraklah, karena yang membedakan orang biasa dengan orang yang luar biasa ialah kemampuannya  untuk terus bergerak. Bahkan ketika harus bergerak 99 kali untuk mendapatkan 1 kali kesuksesan.

Selamat menikmati akhir pekan sobat.

You Might Also Like

0 komentar