Seneng ki larang regane

18.28.00

Senin kemarin bu Ngadimin, istri kepala lingkungan kampung mengantarkan undangan pertemuan rutin Tim Penggerak PKK Kelurahan pada hari rabu tanggal 27 Februari kemarin. Ya, saya termasuk dalam anggota POKJA II yang membidangi pelatihan dan ketrampilan.

Dan kemarin dengan sedikit tergopoh-gopoh saya mendatangi pertemuan itu. Sedikit tergopoh-gopoh karena jadwal berbenturan dengan acara yang lain.

[caption id="attachment_2667" align="aligncenter" width="369"]Pkk1 Latihan membuat bunga dari bahan bekas[/caption]


Kebahagian yang tak ternilai

Suatu ketika dengan sedikit memohon ibu saya meminta saya untuk mengurangi aktivitas kemasyarakatan saya demi berkonsentrasi pada usaha peninggalan ayah dan lebih lagi agar saya lebih berkonsentrasi pada pemulihan bisnis saya yang sempat carut marut gara-gara ditipu salah seorang sahabat karib.

Waktu itu, dua kali dalam seminggu saya harus merelakan waktu yang saya miliki untuk mengisi pengajian ibu-ibu didua perumahan yang berbeda. Belum lagi jadwal pengajian bulanan disalah satu dusun. Disamping itu, saya masih harus mendampingi pembentukan 4 Kelompok Wanita Tani di empat desa. Wajar bila waktu saya banyak tersita pada kegiatan kemasyarakatan.

Capek sudah barang tentu. Korban waktu, tenaga dan financial itu pasti. Tapi entah mengapa saya merasa bahagia. Bahkan ibu saya sempat berucap,”Ka, kamu itu diantara saudaramu paling banyak memiliki masalah, tapi kok saya lihat kamu yang paling bahagia diantara semuanya.”

Apa rahasianya?

Rahasianya ialah doa-doa yang dipanjatkan para ibu-ibu pengajian dan ibu-ibu anggota KWT.

Ketika saya berhalangan hadir karena sedang tidak enak badan, biasanya mereka berkata,”Mudah-mudahan cepat sembuh ya bu biar kita bisa bertemu lagi pekan depan dengan ibu.”

Ataupun ketika suatu saat saya mendapatkan masalah yang pelik sehingga tidak bisa hadir dalam pertemuan itu, mereka berkata,”Mudah-mudahan segera diberi jalan keluar sehingga kita bisa berkumpul lagi pekan depan ya bu.”

Tak mungkin saya menukar doa-doa mereka dengan keegoisan saya meninggalkan mereka dan lebih sibuk dengan urusan pribadi yang tiada habisnya. Terlalu mahal rasanya.

Doa yang membumbung tinggi diangkasa dan jatuh tepat ketika saya membutuhkannya.

Seperti tertuang dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Dari Abu Hurairah ra,  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akanmenutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.

Saatnya untuk berbagi dengan sesama. Tak selalu berupa materi karena bisa jadi yang mereka perlukan telinga kita untuk mendengarkan keluh kesahnya ataupun perhatian dari kita.

Salam hangat dari saya,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

43 komentar

  1. wah,...........met menikmati bahagia ya......

    BalasHapus
  2. Betul mbak, bahagia itu mahal harganya. Saking mahalnya tak bisa dihargai dengan rupiah.

    BalasHapus
  3. Subhanallaah. Kalo yang mendoakan sekampung gitu insyaAllah lebih mudah menghadapi masalah yang ada ya Mba. Kagum sama njenengan.

    BalasHapus
  4. Iya mas, Alhamdulillah saya masih tetap eksis. Walaupun masih terseok-seok :)

    BalasHapus
  5. semoga diberikan kelancaran ya Mba Ika untuk segala urusannya

    BalasHapus
  6. Aaamiiin, begitu juga dengan mas Dhani

    BalasHapus
  7. amiiin.. maturnuwun Mba Ika.. :)

    BalasHapus
  8. aha rahasia doa orang sekitar kita membuat kita happy.. semoga selalu sehat ya ika buat mengikuti segala kegiatan dengan happy..

    BalasHapus
  9. bagi bagi bahagianya mbak, lagi galau ni :P

    BalasHapus
  10. Salah satu kebahagiaan hakiki adalah saat kita bisa berbagi tentang hal apa saja, bukan hanya soal materi..

    Doa semua orang belum tentu di kabulkan olehNya, tapi setidaknya dengan doa orang banyak, tentu lebih banyak yang akan dipilih oleh اللّهُ SWt..untuk dikabulkan. Subhanallah.

    Semoga selalu bahagia ya Mbak Ika... :)

    BalasHapus
  11. dengan berbagi dan bersilahturahmi juga bisa mendatangkan kebahagiaan ya mbak...

    BalasHapus
  12. Hadist Rasulullah itu sudah terbukti dahsyatnya berbagi solusi menuju kelapangan.

    BalasHapus
  13. Semoga tetap diberikan kemudahan dan juga kesehatan Mbak. :)

    BalasHapus
  14. Semangatku jd merah membara setelah baca tulisan mbak Ika ini!!
    Kadang aku malu pd mrk yg ttp berusaha meski dlm keterbatasan, sedangkan aku hendak menyerah bahkan tanpa alasan :(

    BalasHapus
  15. kapan nih ngisi pengajian di Majelis Taklim Ibu-ibu di tempat kerja saya, ustadzah? :-)

    BalasHapus
  16. Wah jadi malu nich :) Kayanya berat diakomodasinya dech pak :D

    BalasHapus
  17. Ayo semangat bunda Muna. Saling mengingatkan dan menyemangati bun :)

    BalasHapus
  18. Aaamiiin, terimakasih pak. Semoga bapak demikian juga :)

    BalasHapus
  19. Yap, betul sekali. Itulah inti dari postingan ini :)

    BalasHapus
  20. Aaamiin terimakasih doanya mbak. Btw, kapan nich kopdaran :)

    BalasHapus
  21. Aaamiiin, terimakasih doanya mbak :)

    BalasHapus
  22. Subhanallah adem banget rasanya baca postingan ini.
    Thanks For Sharing mba Ika :)

    BalasHapus
  23. bahagia itu seperti rembulan deket
    orang yang ndak tahu menggapainya dengan memanjat pohon
    ataupun menunggangi apolo ingin menjangkau
    padahal menikmati keindahannya rembulan
    bukan dengan menjakaunya,
    ya nikmati saja lembutnya cahaya
    pendar kilaunya diriak air
    atau efek celoteh bocah yang bermain di pelataran

    BalasHapus
  24. Si bapak puitis banget. Dalem dech :)

    BalasHapus
  25. Sama2, terimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  26. emang deh ya mbak kekuatan doa....

    salam
    /kayka

    BalasHapus
  27. benar banget mbak.. kebahagiaan bukan saja disuntikkan oleh kesuksesan dalam usaha finasial,namun juga dari hubungan sosial dan spiritual seperti yang Mbak Ika jalin dengan ibu-ibu pengajian..

    BalasHapus
  28. mbak ika di foto yg pakai baju hijau itu, ya

    BalasHapus
  29. Bukan pak, saya lagi moto jadi ndak ke cetrek :)

    BalasHapus
  30. Betul sekali mbak. Mbak Nina juga ada pengalaman dengan rasa bahagia yang tidak hanya bersumber dari materi ndak mbak?

    BalasHapus
  31. Doa mampu menembus sesuatu yang menurut akal tak mungkin :)

    BalasHapus
  32. Senang ya sis kalau didoakan oleh semua ibu-ibu pengajian dan juga ibu-ibu anggota KWT.:)

    BalasHapus
  33. He,,,he,,, jadi malu. Seneng karena bisa sering silaturrahim :)

    BalasHapus
  34. di pondok, semua santriyah lagi ditugasi menghafal hadits itu Mbak.. "Biar kalian bisa mengamalkannya" kata ustadz. Keuntungannya dunia dan akhirat :')

    BalasHapus
  35. bikin semangat gue bangkit lagi nih mbak,,,, wah wah,,, keren banget ni cerita nya

    BalasHapus
  36. Terimakasih, Alhamdulillah jika ada manfaatnya :)

    BalasHapus