Plan, Schedule, Execute

17.16.00

Plan, Schedule, execute adalah resep sukses Ollie atau Aulia Halimatussadiah, seorang entrepreneur, penulis dan fashion designer muda  yang ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul Yes, You Can!

Ada orang yang terjebak dalam kotak plan. Memiliki rencana yang indah akan tetapi hanya berhenti sampai dalam perencanaan alias hanya bermimpi saja. Punya banyak rencana tetapi tidak segera direalisasikan dengan berbagai dalih.

[caption id="attachment_2447" align="alignright" width="224"]doc. google doc. google[/caption]

Tetapi ada sebagian orang yang tidak mempunyai rencana sama sekali.

Flow like water katanya. Pokoknya ngikut aja kemana alur kehidupan ini membawa langkah kakinya.

What’s wrong?

Kedua pendapat diatas musti kita coret jika kita ingin meraih sebuah kesuksesan.

Kelompok pertama merupakan kelompok pemimpi yang hanya berhenti pada angan-angan.

Sementara kelompok yang satunya tidak punya tujuan. Ini satu pesan yang saya tangkap dari buku Yes, You Can!

Lalu bagaimana agar tidak terjebak dalam dua kelompok ekstrim?

List your goals

Tulislah apa saja yang ingin kita capai selama 5 tahun ke depan. Buatlah step-step yang jelas dan terarah.

Ambil contoh jika kita ingin pergi ke Jakarta, kita harus tahu jalan mana saja yang harus kita lewati agar tujuan kita tercapai.

Setelah tahu rutenya, kita harus menentukan kendaraan jenis apa yang akan kita pakai. Mobilkah, bis ataupun kereta. Semua tergantung kemampuan yang kita miliki. Mau yang fasilitas ekonomi, bisnis atau eksekutif.

Say Yes to Opportunities

Ada sebuah kata bijak yang berbunyi,”Kesempatan tidak datang dua kali.” Manfaatkan setiap kesempatan yang datang. Tidak perlu bertele-tele dan berfikir ini itu terlalu lama. Jika itu sesuai dengan impian ataupun passion kita ya langsung Execute alias take action.

Ada sebuah cerita dibuku ini yang membuat saya terkesan. Suatu ketika Ollie menaiki commuter untuk bertemu koleganya dari negara tetangga. Dalam perjalanan, saat commuter yang ditumpanginya sampai di stasiun Manggarai, commuter tersebut mengalami kerusakkan hingga harus berhenti beberapa saat lamanya dan jika menunggu commuter selesai diperbaiki otomatis ia akan terlambat.

Bukan marah dan ngedumel seperti lazimnya kita saat menghadapi situasi seperti ini. Yang terpikirkan dalam benak Ollie ialah apa solusinya untuk saya.

Setelah mendapat informasi dari petugas untuk melanjutkan perjalanan ia harus pindah ke kereta jalur 3, ia pun segera pindah ke kereta tersebut dan 2 menit kemudian kereta berjalan.

Ia tetap bisa datang on time, tetap happy dan mood tidak rusak.

Berfikir solusi dan segera bertindak itulah inti cerita diatas.

Ditulis dengan bahasa yang ringan menjadikan buku ini bacaan yang bisa menjadi teman perjalanan ataupun teman disaat menunggu seseorang ataupun sesuatu.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

43 komentar

  1. ayo mbak ika! go entrepreneur!

    BalasHapus
  2. wah itu hebat yah ga ngedumel, positif thinking trs pastinya, bgs sebagai referensi aku nih :)

    BalasHapus
  3. Waaa, saya butuh dosis yang kek gitu nih mbak ikaaa..
    itu yang diphoto mbak ika ato penulisnya?

    BalasHapus
  4. Boleh intip bukunya nih Mbak Ika...#minjem ya Mbak hihihihi

    BalasHapus
  5. suka-suka-suka.
    *nahan diri untuk nulis alesan-alesan*

    BalasHapus
  6. Ke rumah aja mbak :D Tapi sori rumahku berantakan :(

    BalasHapus
  7. Gubrak,, kalo difoto itu aku seneng banget Fah. Badanku udah ngalor ngidul ndak karuan :D Btw, ni buku harganya Rp 38.000. Masih rasional buat kantongmu khan Fah :D

    BalasHapus
  8. Yap, ni buku murmer Rp 38.000 doang

    BalasHapus
  9. Banget :) Bisa jadi contoh anak muda sekarang

    BalasHapus
  10. Aku udah 17 tahun bisnis Jo. Tinggal ngomporin kamu nich :D

    BalasHapus
  11. weeee... hebat! iya mbak.. semoga bisa nyusul :P tapi mboh kapan hahahahaha

    BalasHapus
  12. susah buat tetep happy & mood ga rusak kalo lagi ngalamin sesuatu yg tidak menyenangkan #emosinan soale :lol:

    BalasHapus
  13. Makanya kamu perlu beli buku ini. Ngomong2 kamu tidak "alergi" buku khan Ndin? *kabooooooor*

    BalasHapus
  14. hahah ntar bacanya musti pake sarung tangan ;)

    pinjem aja deh :D

    BalasHapus
  15. ibetul mbak yang dicari itu solusi..
    thanks inspiratif dan mengingatkan mbak... :)

    BalasHapus
  16. Berfikir solusi dan segera bertindak...,hmmm...,saya harus benar-benar membenahi diri nie...,hehehehe

    BalasHapus
  17. betul itu mbak... plan, schedule and execute!
    kita harus merencanakannya sebaik mungkin, menjadwalkannya juga dan so pasti, melaksanakannya. tahap execute emang paling susah, karena orang cenderung susah untuk mengambil langkah awal.. tapi jika udah mengambil langkah, niscaya langkah berikutnya akan lebih mudah :D

    setidaknya, itu yang bisa saya simpulkan dari yg saya pelajari selama ini :)

    mari berjuang!! :D

    BalasHapus
  18. ya tulisan-tulisan kayak begini yang sedang saya butuhkan sekarang. terima kasih mbakyu atas pencerahannya. bagi saya ini bermanfaat, semoga mbakyu rejekinya tambah lancar, dan dikasih kesehatan sekeluarga :D

    BalasHapus
  19. Aaamiiin, aaamiiin ya robbal 'alamin. Matur nuwon doanya Deen :)

    BalasHapus
  20. Kalau untuk berbisnis, menurut aku perlu ditambah "dream", sebelum "plan", "schedule", dan "execute".

    BalasHapus
  21. Sebagai muslim seharusnya hal tersebut sudah menjadi keseharian.
    Berdoa dan berzikir..
    Berencana..
    Bertindak...
    Serahkan kepada yang diatas...

    Jadilah ia muslim yang taqwa.. Itulah kelebihan seseorang di mata Allah...
    Insya Allah kita semua secara bertahap akan menuju itu.. Aamiin.

    BalasHapus
  22. jadi pengen baca bukunya

    BalasHapus
  23. kalau aku lagi ngumpulin modal kak, semoga 2-3 tahun lagi bisa terkumpul dan siap menjadi enterpreneur..

    BalasHapus
  24. Emang mau dikumpulin jadi berapa? Knp ndak mulai dari sekarang aja?

    BalasHapus
  25. Yap, beli aja. Bukunya murmer kok Rp 38.000 aja :)

    BalasHapus
  26. Yups betul sekali. Ayo semangat :D

    BalasHapus
  27. Aku mulai dari yg sederhana, mbak. Bikin skedul harian, tulis di buku catatan apa saja yg harus dikerjakan hari ini, biasanya ada 8 -10 poin. Sorenya dicek lagi listnya, tugas apa saja yg sudah selesai dan apa yg belum.
    Sore itu juga nulis rencana untuk besok pagi mau ngapain, tugas yg belum selesai hari ini jadi PR dan dimasukkan lagi untuk skedul besoknya.

    BalasHapus
  28. iya mbak... kesempatan tak akan terulang 2 kali. Menggunakan sebaik-baiknya waktu, ketika moment terbaik itu menghampiri kita, karena moment itu bisa lenyap tanpa bekas kalau kita menyia-nyiakannya

    BalasHapus
  29. Wah... ini evaluasi juga bagi saya... yang masih terlalu banyak setengah-setengah. Rencana udah ada, tapi nggak pernah dijalanin.. dan kadang ngelakuin sesuatu tanpa rencana, sekedar go with the flow aja..
    Makasih masukannya, mbak :D

    BalasHapus
  30. Mbak ika... Udh biz apa nih? * nerusin komennya johanesjonaz hehe

    BalasHapus
  31. Distribusi makanan ringan Tin :)

    BalasHapus
  32. Sama-sama mas. Saya juga baru belajar. Belajar untuk konsisten :)

    BalasHapus
  33. Wow, keren. Agendanya sudah terorganisir sekali pak. Jadi ngiri nich :)

    BalasHapus
  34. Siip, yang jadi masalah sering kita tahu tapi tidak mau melakukan pak :)

    BalasHapus