Handicraft # 4P Jilid 2

17.06.00

Price

Penetapan harga menjadi sesuatu yang sangat penting dalam sebuah produk. Tidak cukup menggunakan kombinasi biaya dan keuntungan yang wajar saja.

Ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan ketika akan menentukan harga jual sebuah produk, seperti competitor dan system distribusi barang.

Seperti penuturan Ferry, beberapa tahun yang lalu, banyak buyer yang biasa membeli handicraft dari Eropa beralih ke China. Ya, hal ini berkaitan dengan harga. Seperti kita ketahui, produk-produk China memang terkenal lebih murah, tapi bila dilihat dari segi kualitas, kualitas produk mereka masih dipertanyakan.

Tapi kini mereka kembali ke Indonesia. Ini disebabkan karena produk dari China tidak memiliki soul. Ya, setiap produk memiliki “rasa” yang berbeda. Hal ini tentunya disebabkan beberapa factor diantaranya bahan baku, budaya dan adat istiadat setempat. Dan “rasa” ala Indonesia yang sangat unik, etnik dan khas handmade inilah yang tidak dimiliki China.

[caption id="attachment_2497" align="aligncenter" width="330"]doc. google doc. google[/caption]

Penentuan harga tinggi maupun harga rendah tentunya dilihat pula pada posisi apa kita akan bermain. Jika produk memiliki efek jaringan – bila produk menjadi lebih berharga jika semakin banyak orang yang menggunakannya - maka harga rendah agar bisa dibeli banyak konsumen itu lebih baik. Di sisi lain, harga tinggi dapat meningkatkan posisi produk sebagai barang yang unik atau mewah.

Perhatikan pula bagaimana system distribusi yang ingin kita kembangkan. Jika kita ingin memiliki “tangan lain” untuk memasarkan produk kita, harga harus dibuat bertingkat.

Berapa harga yang bisa diberikan untuk distributor tunggal, agen dan konsumen harus dipikirkan matang-matang. Masing-masing memiliki criteria pembelian dan harga yang bervariasi.

Placement

Selain memilih tempat yang strategis, penataan produk kita pun perlu kita perhatikan. Lihat perbedaan gambar dibawah ini.

[caption id="attachment_2330" align="aligncenter" width="461"]Display Produk Display Produk[/caption]

Gambar disebelah kiri tas-tas ditata berjajar dirak sederhana. Sementara tas disebelah kanan ditata dirak yang diberi lampu. Bisa dibandingkan perbedaannya?

Lebih menarik tas yang disebelah kanan bukan?

Padahal keduanya memiliki merk dan kualitas yang sama. Tas digambar sebelah kanan yang terkena sorot lampu memang terlihat hidup sehingga lebih menarik.

Selain penataan produk, kenyamanan oulet dan keramahan karyawan terhadap pelanggan perlu diperhatikan pula. Karena disadari ataupun tidak, pelanggan merupakan asset yang sangat berharga. Pelayanan prima terhadap pelanggan menjadikan mereka loyal terhadap produk kita.

Promotion

Promosi produk-produk handicraft sangat identik dengan pameran. Ya, mengikuti pameran merupakan cara efektif untuk memperkenalkan produk.

Pemanfaatan web yang konsen pada produk handicraft juga membantu agar produk dikenal hingga manca negara. Selain itu, kita bisa memanfaatkan media social seperti facebook sebagai sarana kita mempromosikan produk kita.

Selamat menikmati akhir pecan. Salam sukses :D

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

29 komentar

  1. soal placement itu penting banget Mba Ika, display yang diatur sedikit lebih rapi aja mungkin bisa menaikkan harga beberapa puluh ribu. Hehehee. Kalo yang sebelah kiri terlihat lebih "murah". imo ya Mba

    BalasHapus
  2. Iya mas, padahal keduanya memiliki merk dan kualitas yang sama

    BalasHapus
  3. sama halnya ketika kita belanja di butik dan di toko biasa. meskipun barangnya sama, tapi belanja di butik di anggap lebih berkelas, karena tempatnya lebih menarik ya mbak.

    BalasHapus
  4. Betul, hal ini terkait erat dengan posisioning produk.

    BalasHapus
  5. wih keren nih ilmu bisnisnya. thnks for sharing mbak.

    BalasHapus
  6. Sama-sama Ham, mudah2an bermanfaat :)

    BalasHapus
  7. Saya memulai bisnis cargo dari tahun 200 an, kenal internet tahun 2009 an. Alhamdulillah 90% pelanggan csmcargo sekarang ini onliner.

    Cost yang saya pangkas : promosi, salesman, dan operasional.

    BalasHapus
  8. Siiip, pengen banyak belajar dari pak Sarib nich :)

    BalasHapus
  9. Oh tidak lah........ saya mulai ngeblog baru tanggal 25 Oktober 2012, malah saya yang harus belajar banyak.

    BalasHapus
  10. hehehe..... bisnisnya masih hijau, mungkin karena modal dengkul, hasilnya hanya sekedar cukup buat makan dan sedikit berbagi.

    BalasHapus
  11. Ga' percaya! Kapan2 kalo ke Jkt saya mau mampir ke t4 pak Sarib.

    BalasHapus
  12. penataan display dan penataaan cahayanya berpengaruh berarti yah mba ika...thanks infone

    BalasHapus
  13. Kalau berdasar pengalaman saya, handicraft berkualitas terbaik biasanya bisa ditemui justru di tempat2 yang nggak dikira2, dengan jumlah pekerja sedikit, dan pengerjaan yang sangat tradisional. Tapi ya itu, karena marketingnya nggak segencar pedagang2 yang udah modern, seringkali pembelinya hanya kalangan terbatas, misal turis-turis yang dapat bertatap muka langsung.

    BalasHapus
  14. ujung tombak dari ini semua tentunya di marketingnya ya...

    BalasHapus
  15. "Rasa" itu memang salah satu hal yang bisa mengalahkan kedudukan harga di mata pembeli ya Mbak Ika..
    Walaupun harganya nggak terlalu menarik, tapi kalau 'rasa'nya nyambung dengan konsumen, akan tetap diuber juga..
    Inspiratif, Mbak..

    BalasHapus
  16. penataan barang memang penting untuk menarik perhatian pembeli, ya mbak

    BalasHapus
  17. Iya pak, terbukti dari gambar. Barang sama, merk sama penataan beda hasilnya beda juga :)

    BalasHapus
  18. Betul sekali mbak, seperti tag line iklan, "Rasa emang ga' pernah bohong" :lol:

    BalasHapus
  19. Yap,, 4P sebenernya juga bauran pemasaran. Maksudnya pemasaran tuch ga' cuman masalah bagaimana kita jual barang :D

    BalasHapus
  20. Nah, orang-orang seperti itulah yang mesti kita angkat. Kita kasih fasilitas modal n perlu di up grade juga pengetahuannya :)

    BalasHapus
  21. Betul Ras, kamu display bajunya yang siip biar barangnya keliatan Ok

    BalasHapus
  22. Mantap tapi kapan prakteknya Jo :P

    BalasHapus
  23. aku kan bakatnya jalan2 mbak.. heheheh

    BalasHapus
  24. Jalan2 juga bisa jadi bisnis lho Jo :)

    BalasHapus
  25. Aaamiiin, mudahkan ya Allah :D

    BalasHapus