Gendhis Bag's

19.40.00

[caption id="attachment_2285" align="alignright" width="217"]Ferry Yuliana doc. Google Ferry Yuliana doc. Google[/caption]

Ferry Yuliana sejatinya seorang dokter gigi. Kecintaannya terhadap kerajinan tangan membawanya menjadi seorang pengrajin tas yang cukup dikenal dikalangan menengah ke atas negeri ini.

Tak ketinggalan ibu negara, Ani Yudhoyono memesan tas pada Ferry untuk souvenir kerabatnya pada acara siraman Ibas beberapa waktu lalu.

Dengan modal awal sekitar 2 hingga 5 juta rupiah ia memulai memproduksi dan memasarkan tas natural dari berbagai bahan alam seperti eceng gondok, rotan, klobot (kulit pohon) pisang dan lain sebagainya dengan merk GENDHIS.

“Ada 3 alasan saya menekuni bisnis ini. Alasan ekonomi, hobbi dan iseng,”ujarnya. Jujur, alasan ekonomi menempati urutan pertama saat awal saya memulai bisnis ini.

Namun,alasan hobilah yang menjadikan saya bertahandan terus menggembangkan bisnis ini walaupun saya pernah ditipu seorang buyer ratusan juta pada tahun 2010,” lanjutnya.

Memulai usaha pada tahun 2002, Ferry berkeinginan menjadikan tas natural sebagai tas yang elegan. Tas yang bisa dibawa ke Mall bukan hanya tas pasar yang dipakai untuk berbelanja di pasar. Selain itu, ia juga berkeinginan mengkampanyekan produk local.

Kreatifitas merupakan modal utama bergelut dalam bisnis handicraft. Contohnya tas seperti gambar dibawah ini.

Gendhis

Gambar sebelah kiri adalah tas biasa yang ada diemperan Malioboro yang dibeli Ferry dengan harga Rp 20.000. Dengan menambahkan sedikit kain perca sebagai pemanis serta sriting jadilah tas seperti gambar disebelah kanan. Mau tahu berapa harga tas yang telah diberi “pemanis”? SERATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH! Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang didapat? Hmm, cukup menggiurkan bukan?

Bagi sobat blogger yang berkeinginan menekuni bisnis handicraft, Ferry memberikan sedikit tips praktis. Pertama, jangan takut memulai. Tidak usah berfikir apakah produk kita laku dipasaran atau tidak.

Mengapa demikian?

Dalam proses perjalanannya nanti kita akan dituntut untuk menyesuaikan produk dengan pasar. Sambil jalan kita akan belajar banyak.

Diawal langkah jangan berfikir njlimet. Termasuk strategi branding produk kita. Yang penting berkarya dan berkarya.

Salam sukses :lol:
A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

14 komentar

  1. postingannya pas banget buat saya Mba Ika. Hehehe.
    InsyaAllah. Semoga bisa lancar mulai. :D

    BalasHapus
  2. bisnis yang dimulai dari hobi memang cenderung sukses. karena suka, waktu nemu masalah juga ga bikin semangat ngedrop
    sayang hobiku ngaco. masa kudu bisnis jadi pengaco kalo mau sukses..?

    BalasHapus
  3. Kreatif banget ya.
    Duh, kapan aku bisa mulai berbisnis ya

    BalasHapus
  4. Yap betul banget. Oh,, ada hobbi ngaco ya. Berarti bisnis yang cocok digeluti ya bisnis provokator :D

    BalasHapus
  5. bener, klo nggak segera dimulai akhirnya jadi terbengkalai dan idenya menguap begitu saja, tahu-tahu dah disamber orang lain :)

    BalasHapus
  6. Dah dipatok ayam tetangga mbak :)

    BalasHapus
  7. Sukses buat mas Dhani. Aaamiiin :)

    BalasHapus
  8. Wow, ibu negara sampai tertarik juga..

    BalasHapus
  9. Iya, begitu penuturan mbak Ferry. Tapi emang keren banget sich tasnya :)

    BalasHapus
  10. Tips-nya sederhana, namun ya seperti itulah seharusnya, kebanyakan yang takut berbisnis, menyulitkan dirinya sendiri dengan segudang kekuatiran. Padahal life is too short to worry :)

    Terimakasih sharing tentang ibu Ferry Yuliana yang menginspirasi ini.

    BalasHapus
  11. Sama2 pak. Mbak Ferry orangnya asyik banget. Kalo denger dia cerita pokoknya grrr banget dech. Sakit perut jadinya :)

    BalasHapus
  12. Wow ternyata dengan sedikit kreatifitas bisa melipat-gandakan nilai sebuah barang yg berharga murah menjadi mahal.

    BalasHapus
  13. Itulah nilai sebuah kreatifitas :)

    BalasHapus