Emansipasi Ala Wong Ndeso

18.22.00

Jum'at Mubarok

Jika perempuan kota disibukkan dengan manicure pedicure serta perawatan kecantikan lain ke spa atau salon yang sekarang banyak bermunculan, lain halnya dengan perempuan kampung.

Sudah 5 tahun saya tinggal di Purworejo tetapi kadang masih saja terbengong-bengong ketika melihat seorang wanita melakukan aktifitas yang jauh dari yang namanya FEMINIM.

[caption id="attachment_2328" align="alignleft" width="258"]Emansipasi Wanita-wanita tangguh[/caption]

Peralatan pertukangan ataupun senjata tajam semacam gergaji dan golok pun mahir mereka gunakan.

Seperti beberapa waktu lalu, pembantu saya si Markonah yang melihat pohon bamboo disebelah rumah sudah mengkelung *maaf bingung membahasakan dalam bahasa Indonesia :lol: * diatas genting. Tanpa babibu ia pun langsung menggergajinya dan menariknya hingga tidak menutupi genteng rumah kami lagi.

Ada yang lebih aneh lagi. Beberapa tahun yang lalu tiba-tiba sopir saya pulang dari mengantar barang dengan raut wajah sedih. Ia meminta ijin pada saya untuk pulang lebih awal karena ia baru mendapatkan kabar dari salah seorang kerabatnya kalo istrinya jatuh dari pohon kelapa. Allahu Akbar!

Dan ketika saya membesuk istri sopir saya tersebut ke kampungnya, saya mendengar cerita bahwa wanita di daerah Bruno dan sekitarnya memang terbiasa memanjat pohon kelapa :shock:

Ada satu lagi yang tak luput dari pengamatan saya, rata-rata tukang parkir di tempat saya ibu-ibu alias kaum perempuan.

Saya pun bertanya dalam hati, jika aktifis kesetaraan gender mengetahui hal tersebut apa komentar mereka. Apa ini akan mereka sebut sebagai emansipasi ala wong ndeso?

Hmm, entahlah. Mungkin inilah yang dinamakan wolak walik e jaman.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

55 komentar

  1. Mbak Ika tinggal di Purworejo ? Dimana Mbak ? aku juga Purworejo, sapa tau bisa silaturahmi...( es lengkapnya via imil aja yoo )

    BalasHapus
  2. Yap, emailku>> Ikakoentjoro@Gmail.com

    BalasHapus
  3. Masya Allah... mereka benar-benar fighter.

    BalasHapus
  4. Naah... nanti kalo dah kopdar bisa jadi bahan postingan TAG: A REAL BLOGGER tuh :)

    BalasHapus
  5. Hi,,hi,, bisa aja pak Iwan ni. Jadi malu :)

    BalasHapus
  6. semua pekerjaan dilakukan untuk keluarga,,

    BalasHapus
  7. Hmm, benar. Perjuangan seorang wanita untuk keluarga.

    BalasHapus
  8. Betul pak. Saya hanya bisa bilang wow

    BalasHapus
  9. saya selalu salut dengan wanita-wanita yang tangguh terhadap segala cobaan...

    BalasHapus
  10. Betul, tidak hanya pasrah pada nasib dan mengambil jalan pintas

    BalasHapus
  11. Aku salut dan sangat terinspirasi menjadi wanita yg tanggung :)

    BalasHapus
  12. suka terharu kadang Mba kalo misalkan melihat Ibu-Ibu yang dengan semangatnya narik angkot atau markirin motor..

    BalasHapus
  13. wow ..baru tahu aku mbak kalau ada wanita yg biasa manjat pohon kelapa
    pernah tuh pas liburan di Bali , lihat pekerja bangunanya wanita mbak

    BalasHapus
  14. menurutku mbak.. orang desa itu jauh lebih mandiri ketimbang orang kota. perempuan kota terlalu manja. segala2nya menggantungkan laki-laki. mau enaknya aja.. kalo perempuan desa? mereka justru bahu membahu dengan suaminya untuk hidup.. saya salut ama perempuan desa. mereka benar-benar tangguh, walau kerap dicap "udik".

    ya ini pengamatanku sih... maaf kalau tidak berkenan..

    BalasHapus
  15. ah... aktivis kesetaraan gender adanya hanya di kota. Di kampung gak dikenal.

    BalasHapus
  16. Betul pak, makanya saya penasaran kira2 apa komen mereka melihat realitas seperti ini

    BalasHapus
  17. Ya, betul sekali. Mereka lebih mandiri karena terkadang para suami harus bekerja dikota-kota besar. Ini penilaian saya yang sedikit banyak saya amati dari kehidupan disekitar saya.

    BalasHapus
  18. Disini yang bekerja ditempat bagunan juga ada El. Pokoknya para wanita perkasa :D

    BalasHapus
  19. Iya mas, kadang masalah perut tidak bisa berkompromi dengan keadaan. Inilah kenapa pada akhirnya ada perempuan yang bekerja diluar "wilayahnya"

    BalasHapus
  20. Hmmm, wanita yang tanggung atau tanguh jenk :lol:

    BalasHapus
  21. Karena memang di kampung itu lebih bijaksana soal-soal seperti ini. Di kota banyak yang agak sok pinter

    BalasHapus
  22. Hmm, mungkin karena belum masuk kampung aja kali mas. Masih sekuplek2 kota. Atau mungkin karena masyarakat pedesaan terlalu lugu. Ndak nyandak mikir yang begituan mas :D Sing penting dapur bisa ngebul wis cukup

    BalasHapus
  23. gak usah sing ndakik ndakik

    BalasHapus
  24. hehehehe siiiiiiippp buneeee :D

    BalasHapus
  25. aku ndak feminim kok mba walau di kota :D

    BalasHapus
  26. jangan jangan mereka orang kota yang belum pernah sama sekali ke kampung.

    BalasHapus
  27. hehehe... iya sepertinya begitu.

    Banyak yang lupa akan kearifan lokal.

    BalasHapus
  28. itulah hebatnya wanita mba apa yang bisa dikerjakan kaum pria wanita bisa ....belum tentu pria bisa mengerjakan pekerjaan wanita....
    :-D

    BalasHapus
  29. Saya mah ngga pernah meni, pedi body kukur seumur2 lho mbak Ikaaaa, ngga nyalon juga heehe
    *pengumumaan* :D

    BalasHapus
  30. Ha,,ha,, :D mbak Wie ndak nyalon juga udah geulis

    BalasHapus
  31. Halah, ni anak bikin malu juga :)

    BalasHapus
  32. Pengecualian buat kamu Ras :lol:

    BalasHapus
  33. Kaya'nya begitu adanya pak :lol:

    BalasHapus
  34. Aduh hebat yaa.. Bisa naik pohon kelapa, itu gak gampang lhooo.... Salut, wanita purworejo wanita wanita yang tangguh

    BalasHapus
  35. Terpaksa jenk. Para suami pada kerja di Jakarta.

    BalasHapus
  36. Naahhh kalau sayanya dibilang ganteng, baru deh kayanya sehari dua kali ke salon :D

    BalasHapus
  37. Gubrak, ada2 wae nich mbak Wie :lol:

    BalasHapus
  38. Hmmm ...
    saya tidak bisa berkomentar Bu Ika ...
    namun hati kecil saya berkata ...
    ini adalah cara mereka untuk bertahan hidup ...

    (saya tidak bisa membayangkan ... wanita memanjat kelapa)(merinding saya Bu ... hawong melihat lelaki memanjat kelapa saja saya merinding jeh ...)

    Salam saya Bu Ika

    BalasHapus
  39. ini kali ya yang dibilang wanita perkasa

    BalasHapus
  40. :D
    Lha iya atuh mbak Ikaaaaa... Kalau ada yg bilang saya guanteng, saya terus2an ka salon biar dibilang cantik bin geulis hihi
    Begitu ada yg bilang ganteng lagi, sapatu boot melayang pletaaaak :D

    BalasHapus
  41. Betul sekali Om. Urusan perut memang kadang begitu

    BalasHapus
  42. Di balik kelembutan seorang wanita, tersembunyi potensi dan kemampuan kerja yang luar biasa

    BalasHapus
  43. Iya pak, itulah luar biasanya seorang wanita :)

    BalasHapus
  44. Kereen? padahal lebih karena terpaksa :( Mau gimana lagi, keadaan mengharuskan begitu.

    BalasHapus
  45. itu lah buu,,
    kalo kita menelisik lebih dalam,, yang orng itu lakukan belum bisa yang lain lakukan,

    sebagai manusia,, kita pandai bersyukur,,
    *ngomong ap yaakk,, ;)

    BalasHapus
  46. Betul banget. Terbayang berapa tabungan pahala yang mereka miliki T_T Aku masih jauh kualitasnya dibanding mereka

    BalasHapus
  47. yang berusaha dulu,,

    kita bisa,, (y)

    BalasHapus