Usia 17 Tahun #2

20.59.00

Pagi ini, seperti biasa setelah selesai melaksanakan tugas rumah tangga, saya menyiapkan keperluan aktivitas harian karyawan. Sayup-sayup terdengar lagu jadul yang dinyanyikan oleh Paramitha Rusadi dari kamar karyawan saya.

Kau Bercanda Lucunya

Yang Lain Pun Tertawa

Seakan Saja

Cerita Dan Canda Kita

Tiada Habisnya

Ada Yang Saling Cinta

Bermesra Di Sekolah

Selalu Berdua

Berjalan Di Sela-sela Rumput Sekolah Kita

Oh Indahnya….

Nostalgia SMA Kita

Indah Lucu Banyak Cerita

Masa-masa Remaja Ceria

Masa Paling Indah

Nostalgia SMA Kita

Takkan Hilang Begitu Saja

Walau Kini Kita Berdua

Menyusuri Cinta

Lagu itu terasa pahit sepahit kopi yang saya buat pagi ini. Kebetulan saya harus meminum kopi pahit ini karena ternyata gula tinggal sedikit dan saya sudah terlanjur menuang air kedalam gelas yang sudah terisi bubuk kopi :(

Teringat masa SMA yang saya lalui. Jam 2 pagi saya harus bangun. Setelah menyelesaikan shalat tahajjut saya belajar sebentar kemudian menyiapkan segala hal yang harus dikerjakan karyawan saya hari itu. Jam 6 berangkat ke sekolah karena kebetulan jarak sekolah dengan rumah saya cukup jauh. Sampai dirumah jam 2 siang langsung membantu karyawan saya melayani pelanggan. Tidur jam 10 malam setelah menutup toko dan selesai mengecek laporan arus kas hari itu. Dan rutinitas itu berlanjut sampai saya kuliah.

Ah, kenapa jadi melankolis begini ya :D Daripada diterusain mending lanjutin tulisan kemarin yang masih jadi PR.

[caption id="attachment_2121" align="aligncenter" width="461"]IMG00706-20121207-0545 Gudang Purworejo[/caption]

Lingkungan yang mendukung sangat diperlukan jika usaha sedang terpuruk. Beruntung saya lahir dan besar dalam lingkungan pengusaha sejati. Bapak memulai semua dari nol. Dari tidak punya modal dan tidak punya pengetahuan mengenai bisnis. Anak yatim yang hanya mampu bersekolah 2 tahun di SD. Beliau tahu persis jatuh bangun yang harus dilalui. Trial and eror and eror lalu trial lagi lalu sukses :D

Ada sebuah nasehat yang selalu menjadi penyemangat saya sepeninggal bapak ketika  rasa malas dan putus asa datang. Bapak berkata,” Menangis darah pun tak akan pernah bisa menggembalikan semua. Bangkit dan buktikan bahwa kamu mampu. Teruslah berusaha karena jika kamu berhenti berusaha, darimana Allah akan membantu kamu.”

Ya, bapak meminta saya untuk terus berusaha, terus mencoba tak pernah berputus asa dari Rahmat Allah karena dari sanalah Allah akan memberi jalan.

“Teruslah berusaha karena jika kamu berhenti berusaha, darimana Allah akan membantumu!"


Jika latar belakang keluarga bukan dari kalangan pengusaha, masuk kedalam sebuah komunitas pengusaha sangat membantu mendongkrak motivasi yang mulai meredup. Seperti JPMI misalnya. JPMI merupakan singkatan dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia. Banyak pelatihan yang dibutuhkan seorang pengusaha yang difasilitasi komunitas ini. Selain itu, kita bisa berkonsultasi dengan pengusaha yang lebih senior.

Invisible Hand

Kesuksesan seseorang tidak hanya karena hitungan matematis semata. Teringat sebuah iklan yang diambil dari pepatah jawa, wong bejo ngalah-ngalahi wong pinter. Ya, orang yang beruntung itu mengalahkan orang pintar.

Tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa keberuntungan tidak datang dengan tiba-tiba. Ia harus diusahakan. Artinya, keberuntungan ialah bonus dari ikhtiar yang kita lakukan dan tentunya doa-doa yang selalu kita panjatkan. Ya, doa mampu menembus sesuatu yang menurut logika tidak mungkin. Untuk yang satu ini saya percaya sebuah hadist,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:


اِرْحَمُوْا مَنْ فِي اْلأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِيْ السَّمَاءِ.


 (رواه البخاري ومسلم)

Rasulullah saw bersabda:

Sayangi semua yang ada dibumi, niscaya kalian akan disayang oleh yang di langit (Tuhan).


(HR. al-Bukhari dan Muslim)


Ya, ketika sedang terpuruk, justru kita harus lebih memperhatikan sesama. Dengan tenaga dan waktu yang kita miliki. Bagi saya tidak hanya cukup dipancing dengan sedekah. Tetapi juga kepedulian kita dengan sesama agar semua yang dilangit perduli dengan kita.


A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

42 komentar

  1. Sepatu....eh sepakat dan setuju..:)

    BalasHapus
  2. Semoga sukses mbak Ika usahamu yaa :).

    BalasHapus
  3. Sukses mba buat usahanya, sangat memotivasi aku deh ceritanya :)

    BalasHapus
  4. Kesuksesan seseorang tidak hanya karena hitungan matematis semata. <----- tepat sekali. Saya membuktikannya, hanya dengan modal dengkul kita bisa takhlukkan Jakarta.

    BalasHapus
  5. Wah engkel dan doblenya buat distribusi sudah lumayan banyak eh.... Digabung dengan bisnis transportasi bakalan ramai tuh.

    BalasHapus
  6. share kiat-kiat usahanya dong mbak...

    BalasHapus
  7. Saking mantapnya jadi belibet ya Ndin :D

    BalasHapus
  8. Mbak Wie juga ikutan belibet nich :D

    BalasHapus
  9. Terimakasih,,, mudah2an bisa berkembang. Aaamiiin.

    BalasHapus
  10. Sama2,, Alhamdulillah jika cerita saya bisa bermanfaat buat yang lain :D

    BalasHapus
  11. Waaah,, kapan2 dishare ya pak. Kemarin pak Sarib dah sedikit share tapi kurang gamblang :)

    BalasHapus
  12. Sudah pak. Di jogja kami rental Box. Dobel maupun Engkel :D

    BalasHapus
  13. Sama2 Ras. Postingan ini spesial untukmu :D Lebih semangat lagi yaaaa

    BalasHapus
  14. Ini juga termasuk kiat usaha Rie. Kiat bangkit dari keterpurukan. Mungkin maksud kamu kiat memulai usaha ya? Ok, Insya Allah suatu saat saya posting.

    BalasHapus
  15. bukan belibet itu biar kuat aja :-P

    BalasHapus
  16. Ok dech. Daripada bonyok...kaboooor....:D

    BalasHapus
  17. hahaha gitu kek dari tadi :D

    BalasHapus
  18. Pagi2 udah OL jenk. Warnetnya buka 24 jam ya

    BalasHapus
  19. ga mba, 12 jam doang :mrgreen:

    BalasHapus
  20. Mbak Ika..salut sekali membaca tentang ini mbak. Semoga usahanya selalu berjalan lancar tanpa halangan berarti, Sukses buat Mbak Ika dan juga orang-orang yang telah Mbak Ika ajak bersama dalam berusaha.

    BalasHapus
  21. subhanallah, luar biasa ya mbak :-D

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah bisa bagi2 pengalaman :)

    BalasHapus
  23. Sama2 mbak. Makasih doanya ya :D

    BalasHapus
  24. sangat menginspirasi nih mbak :-)

    BalasHapus
  25. pagi bangun jam 2, tahajud, sekolah, bantu karyawan sampai malam. Sebuah perpaduan antara ikhtiar dan doa yg akan mendatangkan keberuntungan dan keberkahan dari Allah SWT. Contoh yang bagus, mbak pengusaha :-)

    BalasHapus
  26. semoga makin maju ya mbak bisnisnya...

    BalasHapus
  27. waaaaaaaahhhh untukkuuu?? :D #melambung hehe makasih yah

    BalasHapus
  28. Belajar banyak nih dari blognya njenengan Mba Ika

    BalasHapus
  29. Iya pak, bagi saya shalat tahajut merupakan kekuatan untuk menghadapi tugas2 berat sehari2.

    BalasHapus
  30. Aaamiiin aaamiiin, terimakasih doanya :)

    BalasHapus
  31. Terimakasih,, Alhamdulillah jika bermanfaat :)

    BalasHapus
  32. "Iri" dengan perjuangannya , Mbak...
    Setiap ujian yang datang semakin menbuat kelas kita naik kan...

    BalasHapus
  33. Iya, betul sekali. Insya Allah tambah kuat, tambah semangat :)

    BalasHapus
  34. Stooop,, turun dech Ras. Hadeh, ni anak suka melambung2 :D

    BalasHapus
  35. hahahaha enaknya melambung itu ke atas atau kebawah yah mba??

    BalasHapus
  36. Saya senang menyimak / membaca semangatnya mbak Ika, ada hikmah / pelajaran yang bisa dipetik dari sini.
    Memang kuncinya agar usaha menuai keberkahan-Nya (sukses yang langgeng) adalah D.U.I.T. (Do'a . Usaha . Ikhlas . Tawakal)

    BalasHapus
  37. Tepat sekali pak Iwan. Formulasi itu harus seimbang.

    BalasHapus
  38. Teori dari mana melambung kebawah. Wah,, gurumu salah ngajarin tuch :D

    BalasHapus