Usia 17 Tahun #1

05.06.00

Tak terasa tahun ini memasuki tahun ke 17 saya menggeluti dunia bisnis. Boleh dibilang lebih dari separuh umur yang saya miliki. Jika diibaratkan usia manusia, 17 tahun merupakan usia awal kedewasaan seseorang.

Dalam 17 tahun tersebut, Alhamdulillah saya telah melalui dua ujian berat sebagai syarat pengusaha. Ujian pertama tahun 1998. Pada tahun itu Indonesia mengalami krismon atau krisis moneter. Harga-harga melambung tinggi. Banyak perusahaan yang harus mem-PHK karyawannya karena gulung tikar ataupun demi alasan efisiensi. Hal itu sedikit banyak berimbas pada usaha yang saya geluti. Krisis merubah peta persaingan dagang. Banyak orang yang terkena PHK mencoba berbagi keberuntungan dibisnis yang saya geluti. Walhasil menambah competitor yang ada. Padahal saya baru 2 tahun dilepas bapak untuk mandiri.

Ujian kedua datang pada tahun 2008, persis berselang 10 tahun dari ujian yang pertama. Jika ujian pertama karena factor eksternal, maka ujian kedua ini terjadi karena factor internal. Salah satu kepala cabang yang merupakan sahabat karib saya, tidak amanah menjalankan tugasnya. Setelah 5 tahun ia saya beri amanah untuk mengelola salah satu cabang, ia mendirikan usaha sendiri dengan jenis yang sama dan yang lebih menyakitkan dengan modal yang diselewengkan dari perusahaan saya. Akhirnya ia saya pecat dengan tidak terhormat karena terbukti main belakang. Kerugian yang saya tanggung hampir menembus 10 digit mata uang Rupiah.

Dari pengalaman saya, ada tiga hal penting yang harus dimiliki seorang pengusaha jika ingin tetap eksis dalam bisnis. Tak perduli pengusaha kelas teri ataupun kelas kakap, formulasi ini tetap relevan.


Ilmu yang cukup


Bekal pertama yang harus dimiliki ketika terpuruk dalam bisnis ialah ilmu. Banyak membaca, mendengar dan mengamati kisah-kisah pengusaha sukses sangat diperlukan untuk memotivasi agar bisa bangkit. Cerita pengusaha sukses biasanya tak lepas dari keterpurukan dan kegagalan. Tak ada ceritanya seorang pengusaha sukses yang tidak pernah menghadapi permasalahan runyam dalam karier usahanya. Entah ditipu orang, kesalahan managemen ataupun factor eksternal seperti bencana alam, kompetisi tidak sehat dan lain hal yang dapat menyebabkannya bangkrut.

Seorang pengusaha sejati ialah seorang yang mampu bangkit dari keterpurukan.  Mampu memotivasi dirinya untuk menjadi juara. Entah factor eksternal mendukung atau tidak, ia akan tetap terus berusaha. Terus bangkit dan bangkit seperti seorang anak yang baru belajar jalan. Biarpun berkali-kali jatuh ia akan tetap bangkit dan berjalan.

PS: Untuk yang kedua dan ketiga menyusul ya. Penyakit males ngeblog baru kumat nich :)

You Might Also Like

0 komentar