Sulitnya Beristiqomah

19.13.00

[caption id="attachment_1753" align="alignright" width="270"]Penyuluhan KRPL di KWT Gemah Ripah Penyuluhan KRPL di KWT Gemah Ripah[/caption]


Jum’at 10 Januari kemarin karena sesuatu hal saya harus menginap di Jogja. Seperti biasa, saya lebih nyaman menginap ditempat adik perempuan saya.


Kebetulan malam itu rumah adik saya ketempatan berkumpulnya para bapak yang akan bertugas ronda. Singkat cerita, sambil menemani adik saya menyiapkan makanan untuk camilan ronda saya menonton Kick Andy di Metro TV.


Andy F Noya sedang mengupas tiga wanita luar biasa yang mampu berperan aktif dimasyarakat. Dari ketiga wanita luar biasa tersebut saya terkesan dengan Masnu’ah dan Elena Khusnul Rahmawati.


Masnu’ah yang hanya lulusan SD ini mampu meningkatkan penghasilan dan taraf hidup istri nelayan di Desa Morodemak Rembang Jawa Tengah. Koperasi Kelompok Puspita Bahari yang ia dirikan menjadi sarana pelatihan dan pemberdayaan istri nelayan dengan mengolah hasil tangkapan nelayan agar bernilai jual tinggi. Selain itu, koperasi ini juga melayani tabungan yang disetorkan setiap pekan. Setiap hari minggu Masnu’ah berkeliling desa dengan menggunakan sepeda untuk mengambil tabungan dari para istri nelayan. Dan yang luar biasa lagi, Masnu’ah juga aktif di LBH. Ia melakukan pendampingan pada istri nelayan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


Elena Khusnul Rahmawati, wanita berusia 43 tahun ini mampu menggerakkan masyarakat di Desa Sajang Lombok NTB untuk bergotong royong memasang pipa air sejauh 25 km. Desa Sajang berada dikaki bukit Gunung Rinjani mengalami krisis air selama bertahun-tahun. Sebuah ironi yang membuat nurani Elena tergerak. Tidak hanya memberi arahan, Elena bahkan turun langsung ke lapangan, naik ke gunung Rinjani untuk memastikan keberadaan mata air. Sedikit tercekat saya melihat betapa heroiknya Elena. Kekuatan apa yang ada dalam dirinya hingga mampu menggerakkan 4 desa membangun tempat penampungan air dengan dana swadaya masyarakat. Masnu’ah dan Elena merupakan contoh nyata keberhasilan sebuah keistiqomahan.


[caption id="attachment_2143" align="alignleft" width="216"]Kunjungan Dinas Ketahanan Pangan ke KWT Ngudi Rejeki Kunjungan Dinas Ketahanan Pangan ke KWT Ngudi Rejeki[/caption]


Terbayang 4 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang saya bentuk terbengkalai karena saya sibuk mengurusi keperluan saya sendiri. Betapa egoisnya saya meninggalkan mereka dengan alasan sibuk mengurus anak yang bersekolah diluar kota dan sibuk mengurus usaha.


Teringat kata-kata bu Wiwik mentor saya ketika saya mengemukakan masalah saya ini. Bu Wiwik berpesan,” Ingat ukhti, Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).” *


Teringat sebuah ayat,"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam jannah)." (QS. Saba’: 34-37)


Bismillah, Allahu Akbar, saatnya bergerak. Air yang tenang menjadi sumber penyakit.


 A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5


*Mengutip QS. At-Taghaabun:15

You Might Also Like

23 komentar

  1. Bukan nggak istiqomah Mbak ... mungkin memenej waktunya aja yang belum bagus. Tetap semangat untuk berbakti :-)

    BalasHapus
  2. Ayooo..... kalau di tennis lapangan disebut konsistensi.

    Kenapa nadal, federer dan djokovic juara ? karena konsistensi.

    Maaf gak nyambung blas.

    BalasHapus
  3. Subhanallah... Air yang tenang sumber penyakit ya Mbak.. maturnuwun.. *maluhati

    BalasHapus
  4. Air yg tenang sumber penyakit.....jadi mikir neh....semangat mba Ika..

    BalasHapus
  5. ini cobaannya mbak, apakah kita mampu berpegang pada komitmen atau melalaikannya

    BalasHapus
  6. Luar biasa, salut buat ibu-ibu pejuang....
    semangat mbak Ika

    BalasHapus
  7. Iya,, terimakasih untuk tambahan motivasinya pak

    BalasHapus
  8. Betul sekali. Nikmat ujian, cobaan juga ujian. Pastinya jangan sampai kita lengah terhadap keduanya ya ;)

    BalasHapus
  9. Air yang tidak bergerak biasanya sebagai media untuk berkembangnya nyamuk Ras. Ini sebuah perumpamaan :D

    BalasHapus
  10. Jika kita tidak bergerak maka kita akan stagnan, dalam bahasa agama disebut jumud. Hmmm, saling mengingatkan dan menguatkan mas

    BalasHapus
  11. Ngomongin konsisten jadi inget kata2 suami,"kamu tuch konsisten dalam inkosisten." Gubrak,,, ngaku emang iya :D

    BalasHapus
  12. Kaya'nya dua2nya nich pak. Penyakit lama yang sulit disembuhkan :D Tapi ni baru diikhtiari untuk disembuhkan :D

    BalasHapus
  13. syarat penutup atas segala faktor sukses kayaknya emang yg satu itu... disciplin alias istiqomah.
    but saya masih istiqomah jadi pegawai mulu.. hiks...

    BalasHapus
  14. kadang semangat itu naik turun... rehat dengan kegiatan lain yang tak kalah bermanfaat kadang diperlukan

    BalasHapus
  15. Makasih Mbak Ika diingatkan dengan postingan ini....kadang2 memang sulit di hindari yaa..antara kepentingan sendiri / anak dengan kepentingan untuk masyarakat.

    BalasHapus
  16. He em,, betul mbak Lies. Masih sulit untuk menyeimbangkan :)

    BalasHapus
  17. Terimakasih masukkannya pak :D

    BalasHapus
  18. Betul mbak,, tulisanku tanggal 24 besok sedikit nyerempet bahas bisnis buat pegawai lho mbak. Tunggu tanggal rilisnya ya :D

    BalasHapus
  19. kereeen.. nulis aja pke diplanning. aku sih gaya tulisnya tergantung mood sekarang apa, pas ngepikir apa yah itu yg keluar. insyallah ntar 2 hari lagi langsung nyimak

    BalasHapus
  20. The more you act, the more you get.

    BalasHapus
  21. Terimakasih supportnya pak. Ringkas tapi dalem banget :)

    BalasHapus
  22. Aku malah suka ngiri sama mbak Ina. Bisa nulis spontan banget. Aku mah kudu mikir, kadang mana pake lama lagi :D

    BalasHapus
  23. Sama-sama, mbak. Ini saya kutip dari kata2nya Mario Teguh

    BalasHapus