Kepercayaan yang Terkoyak

05.19.00

    doc. Google

Akhir-akhir ini saya sering menemukan tulisan teman-teman blogger dengan berbagai judul yang bernada kesal pada si Pepi. Jujur, sebenernya saya juga belum tahu siapa sebenernya si Miss P tersebut. Tapi setelah saya membaca postingan panjang lebar bak laporan investigasi milik mas Dani Kurniawan tentang Miss P, saya jadi ikut dongkol juga dengan ulahnya.

Bener-bener Miss P menggunakan slogan ”Dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya” dalam menjalankan usahanya. Bisnis tipu-tipu atau penipuan berkedok bisnis :D

Padahal TRUST atau kepercayaan merupakan jantung dari sebuah bisnis. Jika hal itu hilang, maka tamatlah riwayat usaha kita.

Jangankan menipu, sebuah perusahaan yang terindikasi gagal bayar utang pun sudah mampu membuat kinerjanya goyah. Walaupun hal itu terkadang hanya sebuah isu, tapi pada kenyataanya ini merupakan pukulan telak. Bisa dipastikan suplayer bersiap-siap angkat kaki dari perusahaan kita. Lebih repot lagi bila perusahaan sudah listing di bursa efek, bisa dipastikan harga sahamnya akan terkoreksi bahkan kadang “terjun bebas”. Dan berita seperti itu cepat sekali menyebar bak percikan api di rumput kering karena banyak kepentingan didalamnya.

Berbicara masalah kepercayaan tentu tak lepas dari integritas dan kinerja sebuah usaha atau perusahaan. Jika perusahaan memiliki track record baik, bisa dipastikan investor dan kreditor yang akan mencari kita. Dari pengalaman saya, tercatat beberapa bank menawari saya fasilitas kredit dengan bunga ringan dan proses yang tidak bertele-tele demi melihat progress usaha saya. Perlu diingat, bukan berarti karena kemudahan itu lantas tanpa berpikir panjang kita ambil. Next time kita bicarakan hal ini.

Tadi pagi sambil menyiapkan pekerjaan untuk hari ini, suami saya bercerita bahwa kemarin sore waktu di angkringan *kebiasaan suami saya yang dibawa dari kuliah dulu* bertemu dengan seorang bapak yang kebetulan rumahnya persis berada didepan rumah pelanggan saya.

Si bapak bertanya pada suami saya apakah suami saya benar-benar pemilik perusahaan yang sering mengirim barang pada tetangganya itu. Tanpa dinyana tanpa diduga si bapak memaksa untuk berinvestasi dalam usaha kami. Dan dengan terpaksa suami saya menolaknya karena untuk sementara waktu kami lebih nyaman untuk bergerak sendiri tanpa disetir siapapun.

So, intregritas dan kinerja yang baik merupakan kunci dan harga mati yang musti kita miliki jika kita menginginkan kreditor dan investor mencari kita.

Salam sukses :)

You Might Also Like

0 komentar