Bisnis Modal Dengkul

18.26.00

[caption id="attachment_2163" align="alignright" width="270"]Doc. Google Doc. Google[/caption]

Sobat blogger percaya dengan judul diatas?

Ungkapan yang sering digunakan para trainer kewirausahaan sebagai bahasa marketing mereka agar training mereka laku di pasaran bak kacang rebus.

Siapa sich yang tidak mau gratisan. Semua orang ketika ditanya pasti semua menjawab mau atau bersedia.

Tapi jika sobat blogger bertanya kepada saya, apakah saya percaya dengan ungkapan diatas?

101% saya jawab TIDAK PERCAYA. Kenapa saya tidak percaya? Meminjam pepatah jawa, Jer basuki mowo beo. Atau kita juga bisa memakai pepatah yang kebarat-baratan, No pain no gain. Artinya kurang lebih sama. Tidak ada yang gratis! Semua berbayar! :D

Dari pepatah yang kita dapatkan dari Timur maupun Barat, jelas disebutkan bahwa bila ingin memulai berbisnis mau tidak mau kita harus memiliki modal. Nah, kali ini saya ingin menggali masalah permodalan ini lebih dalam. Bukan untuk memberi tahu sobat blogger bagaimana cara mudah mendapatkan fasilitas modal dari perbankkan. Tapi lebih pada mengoptimalkan apa yang ada dalam diri kita yang sudah dikaruniakan Allah SWT.

Saya membagi modal menjadi dua, Tangible capital dan Intangible capital. Istilah ini murni karangan saya sendiri setelah merenung di kamar mandi tatkala sedang BAB :D

Tangible capital merupakan modal yang terukur atau modal yang bisa dinilai secara material. Contoh, uang, mobil, perhiasan ataupun barang dagangan. Sementara Intangible capital merupakan modal yang tidak bisa dinilai secara material. Artinya sulit mengukurnya. Mau tahu contohnya?

Comunication Skill

Jika sobat blogger memiliki kemampuan berkomunikasi dan menyakinkan orang secara baik, hal tersebut bisa menjadi modal dalam memulai sebuah usaha.

Belum lama ini saya menjual produk IT tanpa modal uang sepeserpun. Tapi pasti tetep bermodal, tapi bukan modal dengkul tentunya tapi mulut :D

Saya membuat kesepakatan dengan seorang programer untuk menjualkan produknya. Saya mendapatkan fee sejumlah tertentu dari 1 unit produk yang  berhasil saya tawarkan. Walaupun tidak banyak, Alhamdulillah separoh biaya uang gedung anak saya yang mesti saya bayar sudah tercover dari usaha sampingan saya ini. Ssst, padahal ini cuman iseng lho!

Relationship

Memiliki banyak teman berarti sebuah peluang bagi kita untuk menjual sesuatu kepada mereka. Dalam bahasa bisnisnya, teman merupakan pasar yang bisa kita garap. Kita tinggal memilah dan memilih kira-kira produk apa yang bisa masuk ke A atau produk apa yang bisa diterima si B.

Jaman sekarang, jika sobat blogger ingin menjual sesuatu tanpa memiliki uang untuk modal sangat-sangat mungkin dilakukan. Teknologi saat ini sangat mendukung hal tersebut. Hanya memanfaatkan social networking yang kita miliki, kita bisa menjual barang apapun secara reseller. Caranya, cukup pajang barang dagangan di facebook ataupun di BB. Jika ada teman memesan barang tersebut baru kita pesankan setelah pelanggan membayar terlebih dahulu.

Ini tidak menutup kemungkinan bagi sobat blogger yang berprofesi sebagai pegawai. Waktu istirahat siang bisa dimanfaatkan untuk menawarkan sample barang dagangan. Jika keberuntungan sedang berpihak saat itu juga bisa langsung deal. Atau bisa juga kita follow up setelah jam kantor.

Asih salah seorang teman saya yang bekerja di Departemen Keuangan juga memiliki usaha catering kecil-kecilan. Awalnya hanya iseng. Kebetulan ia memiliki hobi memasak. Setiap menemukan resep baru ia selalu meminta teman-teman kantornya untuk mencicipi dan memberikan komentar atas masakannya. Tanpa sadar ia telah memberikan tester kepada calon pembeli. Dari mulut ke mulut kemahirannya memasak diketahui teman sekantornya. Dan kini, setiap teman kantornya akan mengadakan hajatan, entah pengajian ataupun acara lain, mereka selalu memesan pada teman saya tersebut.

Salam sukses,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

 

You Might Also Like

57 komentar

  1. saya sukaaaaa banget tulisan ini..SUKA pake hurub besar semuah!!

    BalasHapus
  2. Kadang nggak ngerti cara mulainya mBak..
    Padahal punya angan-angan ini itu..

    BalasHapus
  3. Pengen begitu juga, promosi dari mulut ke mulut
    api membangun image rada susah ya mbak

    BalasHapus
  4. wah kalo Comunication Skill, aku ga punya mba. paling susah kalo musti ngomong langsung sm orang :mrgreen:

    BalasHapus
  5. Kamu hanya perlu latihan aja Ndin.

    BalasHapus
  6. Kapan2 aku tulis cara membangun image dech chris ;)

    BalasHapus
  7. Bukan ndak ngerti cara mulainya Ra. Lebih ke takut gagalnya dech kayanya :D

    BalasHapus
  8. Motivator bisnis yang menyampaikan bahwa ada bisnis dengan modal dengkul itu biasanya mengusung konsep BODOL (Berani Optimis Duit Orang Lain), artinya dia mengelola bisnis dengan dana yang didapat dari para investor. Dia hanya jualan konsep. Jelas agar konsepnya laku dan dia mendapat kepercayaan dari calon investornya, maka seperti yang mbak Ika bilang dia harus menguasai 2 kunci intangible capital, yaitu communication skill dan relationship.

    Memang betul, bukan berarti lantas dia gak perlu ngeluarin duit sama sekali sehingga cukup ngandelin investor. Untuk jualan konsep, dia pasti perlu biaya untuk bikin prototype produk. Jadi, intinya memang tidak ada yang Pure Modal Dengkul, kecuali ada keajaiban :)

    BalasHapus
  9. Jadi misalnya aku pengen ikut freelance terjemahan, tapi nggak ngerti dapat ordernya darimana.. Gitu Mah..

    Ada chanel?

    BalasHapus
  10. Kamu perlu masuk komunitas Ra. Selain bisa kenal dan belajar sesama penerjemah, kadang kalo ada yang over load orderan biasanya nyiprat ke yang lain

    BalasHapus
  11. waaa bole bole, mkasih mbak ika :D

    BalasHapus
  12. Nah ya itu, masuknya lewat mana?

    :D

    BalasHapus
  13. Betul sekali pak Iwan. Tapi kadang orang awam menerjemahkan mentah-mentah. Modal dengkul berarti tanpa modal. Ini yang perlu kita fahamkan

    BalasHapus
  14. Hmm, mentok-mentoknya tanya mbah google :D

    BalasHapus
  15. :D

    Ya deh.. nanti dicoba..

    BalasHapus
  16. Siip,, semangat ya. Semua berproses, ndak ada yang instant

    BalasHapus
  17. takut mba ngomong sm orang :D

    BalasHapus
  18. Saya membuktikan bahwa "bisnis modal dengkul" itu benar adanya. Haha...... jadi malu.

    BalasHapus
  19. banyak angan Mbak...tapi terkadang malah bingung mewujudkan dalam salah satu bisnis # lospokus hihihihi

    Pengin nyari duit dari blog juga nih Mbak ... :)

    BalasHapus
  20. Jadi pengen punya bisnis deh ..

    BalasHapus
  21. hehe yang jadi jutawan modal dengkul itu Messi atau CR7 hehe.... tulisaa yang memotifasi mba,
    memotifasi buat nambah teman... termasuk temanan (onlen) dengna mba Ika :D

    makasih kunjungannya di Ngaji Online yak ...

    BalasHapus
  22. kalo saya mah modal dengkul beneran

    *ngepel sampek mendengkul :D

    BalasHapus
  23. Tangibel capital dan Intangibel capital. Inspirasi yg luar biasa mbak... Hehe

    BalasHapus
  24. thankssharingnya Mbak Ika. Tulisan yang menginspirasi banyak orang..

    BalasHapus
  25. Komunikasi itu lho yang susah, suka belibet kalu ngomong ke orang banyak :P

    BalasHapus
  26. Hanya perlu latihan aja Mil. Kalo jam terbangnya sudah tinggi Insya اَللّهُ mudah :D

    BalasHapus
  27. Ƨ̷̜ª♍a2 pak. Terimakasih kunjungan baliknya :D

    BalasHapus
  28. takut ngomong sm orang? Lha emang biasanya ngomong sama siapa?

    BalasHapus
  29. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ jika bermanfaat :D

    BalasHapus
  30. Ha,,ha,,ha :D ada2 saja. Dengkulnya perlu diamplas tuch

    BalasHapus
  31. Kamu kaya'nya cocok banget punya bisnis ♈ªϞƍ άϑά kaitannya dengan tanaman dech :D

    BalasHapus
  32. Masak sich pak? Berarti dengkulnya pak Sarib kuat sekali ya :D

    BalasHapus
  33. Dimulai dari mana aja boleh asal konsisten ya mbak lies :D

    BalasHapus
  34. Ήм̣̣̥̇̊мм̣̣̥̇̊‘♌⌣ .̮ ⌣♌Ήм̣̣̥̇̊мм̣̣̥̇̊,, ya donk :)

    BalasHapus
  35. oh itu bisnis sampingannya hehehe

    BalasHapus
  36. hihihihi ngomong sendiri mba :lol:

    BalasHapus
  37. Bukan Ras,, kalo ♈ªϞƍ I七凹 mah iseng aja :D

    BalasHapus
  38. Belum punya bisnis mbak, tapi angan2 sih buanyak :D

    BalasHapus
  39. Postingan2ku di blog mau saya terbitkan jadi buku. Apa mbak Ika tertarik untuk menawarkan ke relasi?

    BalasHapus
  40. Hmmm, bidang garapan saya distribusi makanan ringan pak. Saya bisa bantu tetapi tidak optimal. Saya bisa bantu tawarkan pada toko buku langganan saya di Shopping Center (pasar buku) di Jogja. Oya, kalo boleh tau pak Yudhi masuk ke penerbit atau independent?

    BalasHapus
  41. Walah, lha kok sudah mikir brand. Brand itu nanti kalo sudah ada produknya. Sementara ini contoh untuk membangun brand baru produk handy craft Chris. Ya mudah2an sesuai dengan bisnis yang akan kamu geluti :D

    BalasHapus
  42. .. wachhhhh,, kalo modal dengkul. berarti ngest donk kayak suster ngesot. he..86x. pizZz,, ..

    BalasHapus
  43. Hmmm,, suster ngesot modal pantat. Khan ngesot :D

    BalasHapus
  44. Ammmiinnnn :D
    mkasih mbak ika

    BalasHapus
  45. jual diri juga pake modal ya bu.
    jual jiwa juga.

    BalasHapus
  46. Yap betul,, body oke + harga diri :D

    BalasHapus
  47. Saya independen, mbak. Bukunya belum terbit. Kalau teman mbak tertarik, bisa ditawarkan untuk lihat-lihat blog saya. Siapa tahu berminat dan ingin menerbitkan tulisan saya jadi buku. Matur nuwun

    BalasHapus
  48. Hmm,, saya punya link ke penerbit pak. Pro-U Media. Kalo sudah dapat infonya pak Yudhi saya kabari, Kebetulan lost contac. Atau coba ke Nulis Buku miliknya Olli :)

    BalasHapus
  49. setuju banget, ketika konsep bisnis kita udah mateng emang ga bisa dipungkiri perlu suntikan dana untuk menghidupkannya :-)

    BalasHapus