Refleksi Orang Tua

02.53.00


Seorang dokter sedikit tergesa-gesa memasuki sebuah apartemen mewah. Si pemilik apartemen pasien istimewa sang dokter. Asisten pribadi si pasien telah menelpon seperempat jam yang lalu mengabarkan bahwa si bos sedang mengalami keluhan kesehatan.

Setelah beberapa saat dokter memeriksa pasien dan tidak ditemukan keluhan yang cukup berarti, sang dokter pun bersiap-siap untuk pamit.

Saat dokter hendak beranjak pergi, pasien memanggil seorang anak muda yang sedang asyik mengerjakan tugas didepan laptop  yang ada dalam ruangan tersebut untuk membantunya bangun karena ia ingin berjalan-jalan sebentar untuk menghindari kebosanan.

Anak muda yang ternyata anak si pasien yang tinggal di Amerika pun datang membantu ayahnya bangun.

Betapa terkejut dokter demi melihat ekspresi si anak ketika membangunkan ayahnya. Dingin, nyaris tanpa ekspresi dan tidak terlihat pancaran kasih sayang dari sikapnya.

Tak berapa lama, muncul dengan tergopoh-gopoh pria berusia setengah abad membantu menolong anak muda untuk membangunkan ayahnya. Ia adalah pembantu dalam keluarga itu, dan ia telah bekerja puluhan tahun.

Didorong rasa penasaran, dokter bertanya pada pembantu keluarga tersebut kenapa si anak bisa bersikap demikian. Singkat pembantu menjawab,"Begitulah dulu ayahnya memperlakukan dia."

***

Biaya hidup yang semakin tinggi menjadi alasan bagi banyak orang tua untuk bekerja membanting tulang tak kenal waktu. Terkadang hari liburpun bila ada kesempatan dipergunakan pula untuk bekerja. Hingga waktu bersama anak menjadi sangat minim. Hal yang harus kita renungkan ialah seberapa banyak waktu yang kita sediakan untuk mendengar keluhan anak dan membersamainya.

Ada beberapa orang tua yang berdalih, yang penting kualitas pertemuan dengan anak, bukan kuantitas. Tapi terkadang benturan jadwal orang tua dan anak tidak memungkinkannya berjalan seiringan. Harus ada yang dikorbankan. Bertemu dengan klien penting atau menghadiri pentas puisi anak di sekolah. Mana yang akan dipilih?

Cekidot this video, mungkin bisa menggugah nurani kita sebagai orang tua ;)


ssss

You Might Also Like

0 komentar