Hotel Peninggalan Hamengkubuwono VII

03.10.00

Beberapa hari yang lalu, sahabat saya yang dulu sama-sama mondok di pondok Pabelan menelpon mengabarkan bahwa liburan semester ini ia ingin berlibur di Jogja. Ia meminta saya mencarikan hotel murah yang nyaman. Tanpa babibu, saat giliran ngantor di Jogja saya pun hunting mencari hotel yang dimaksud.

Seingat saya, hotel murah dan nyaman di Jogja ada di sekitar Prawirotaman. Saya sering melihat turis backpacker berseliweran disana. Selain itu, daerah Prawirotaman dekat dengan pusat kota. Cukup seperempat jam menuju Malioboro.

Dari beberapa hotel yang saya survey, ada satu hotel yang menarik. Namanya Indrakila.


    Lobi Hotel

Indrakila berarti pertapaan. Siapapun yang menginap di hotel ini diharapkan merasa tenang dan nyaman.

Hotel ini mematok tarif paling murah Rp 90.000 + breakfast dan paling mahal Rp 368.000 + breakfast ++

Tapi bukan itu saja yang membuat hotel ini menarik. Hotel ini konon peninggalan Sri Sutan Hamengkubuwono VII. Hampir saja si pemilik menjual rumah ini ke pihak luar. Untung ada salah satu anggota keluarga yang mau membelinya demi menyelamatkan asset peninggalan keluarga. Dan singkat cerita, rumah itu dibuat menjadi hotel dengan tetap mempertahankan bangunan asli.


    Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono VII

Menurut cerita pak Rochadi manager hotel ini, Sri Sultan Hamengkubuwono VII memiliki tiga istri, enam belas selir dan dua peloro-loro. Putra beliau berjumlah tujuh puluh delapan orang. Wow, kereeen :) Kalau dalam sepak bola mungkin jadi dua kesebelasan plus pelatih dan official :D

Hotel ini pula tempat shooting serial Losmen yang jaya di era tahun 1980. Serial yang tayang di TVRI ini bercerita seputar kehidupan sehari-hari keluarga Broto dalam mengelola losmen.


    Lokasi Shooting "Losmen"

Dari semua bagian ruangan yang terdapat di hotel Indrakila, ruangan favorit saya ada di bagian ini.


    Senthong tengah

Ini namanya senthong tengah. Dulu senthong tengah dipergunakan untuk menyimpan kekayaan si pemilik rumah.

Tepat di depan patung Loro Blonyo terdapat Al Qur’an asli jaman bahuela alias jaman dulu banget.

Pusaka peninggalan raja pun masih tersimpan rapi di hotel ini. Menurut pak Rochadi yang diserahi si pemilik untuk mengelola hotel tersebut, pusaka tersebut jarang di ruwat secara khusus. Hanya ketika keraton mengadakan ruwatan, kadang pusaka tersebut diikutkan untuk diruwat. Pak Rochadi memberi alasan kepada pemilik hotel jika pusaka itu sering di ruwat, bila suatu saat tidak diruwat kadang “berulah”. Wih, serem juga ya

Pusaka peninggalan leluhur


Bagi Anda yang berminat menginap di hotel Indrakila, Anda bisa menghubungi ke alamat Jl Tirtodipuran no. 30 Yogyakarta, telpon 0274-372429.

You Might Also Like

0 komentar