Etika Berkomentar di Blog

19.12.00




[caption id="attachment_1849" align="alignleft" width="240"]Gambar diambil di Google Gambar diambil di Google[/caption]

Beberapa waktu yang lalu seperti biasa, ketika saya bersilaturrahim ke beberapa blog tetangga untuk saling sapa, sampailah saya di blog milik Om trainer. Postingan Om Trainer di blognya kali ini membuat saya tertegun dan berhenti untuk beberapa saat lamanya. 

Om Trainer sedang mereview beberapa komentar yang sudah masuk mulai dari bulan Januari 2012.


Kriteria komentar yang Om Trainer review adalah komentar yang relevan dengan isi postingan, menarik, bermanfaat, santun, simple, unik, lucu dan tentunya outhentik.


Beberapa komentar yang dipilih Om trainer antara lain komentar dari Yori.


saya juga gak punya alergi makanan atau obat om, setidaknya sejauh ini nggak ada, alhamdulillah…


Kalau boleh menambahkan informasi, ada reaksi alergi obat yang sangat hebat yang bisa menyebabkan sekujur badan melepuh. Namanya Steven Johnson Syndrome. Reaksi alergi ini harus segera ditangani secara medik, ini emergency.


Bwt, setelah saya pikir2 om, ternyata saya ada alerginya juga. Alergi kesombongan dan kebohongan *eh, nggak masuk ya..  


Simpel bukan ? … tapi berguna bagi saya !


(dan juga bagi yang lain)


Komentar ini dikemukakan Yori ketika mengomentari postingan Om Trainer tentang “Alergi”.  Atau sebuah komentar yang kocak dari Titik Sutanti ketika Om Trainer memposting tulisan “Menolak Telepon”


Sales: “Pagi Pak, mau menawarkan kartu kredit… bla bla bla…”
Tmn: “maaf, saya sedang nyetir. Telpon lagi nanti.”
Sales: “Oh begitu. Baik Pak.”


Satu jam kemudian.


Sales: “Siang Pak, saya yang tadi mau menawarkan kartu kredit… bla bla bla…”
Tmn: “Oh ya, tapi maaf, saya sedang nyetir.”
Sales: “Oh gitu ya, Pak. Kalau gitu nanti sy telpon lagi.”


Sorenya.


Sales: “Selamat sore….”
Tmn: “Anda yang mau menawarkan kartu kredit ya? Saya sedang nyetir ini..!.”
Sales: “Kok nyetir terus sih Pak?”
Tmn: “Lho, saya kan sopir angkot!”


Itu sekedar cerita dari kawan, Om. Kemarin sempat dapat telepon begitu juga. Lalu saya bilang saja kalau sy belum butuh. Sudah, gitu saja. 


Kalau boleh jujur, komentar yang saya tulis di blog sahabat mungkin tidak sepenuhnya memenuhi criteria Om Trainer. Outentik dan santun sich iya. Relevan dengan isi postingan, hmmm kadang-kadang kalo lagi hank mungkin ndak nyambung :D Untuk kategori simple sepertinya saya menduduki urutan pertama karena kadang saat memberikan komentar terlalu simple.


Tapi untuk kategori  menarik, bermanfaat, unik, dan lucu kayaknya masih jauh dech.


Komentar seperti criteria dari Om Trainer pernah ada di blog saya. Komentar dari Ely dan mas Iwan Yulianto. Komentar yang membuat postingan saya tidak adem ayem alias lebih hidup.


Ely Meyer berkata:


12 November 2012 pada 9:17 am (Sunting)


mbak kalau mnrtku orang boleh menulis apa saja, dgn bukti bukti yg dikira benar, cuma buatku pribadi, Hitler ini khan penjahat dunia, kalau benar dia meninggal dan dikubur di Indonesia, knp tidak ada pernyataan resmi dari pemerintahan Indonesia ? juga tidak ada pernyataan resmi dari pemerintahan Jerman ? di sini saya belum pernah mendengar sedikitpun berita ttg kuburan Hitler di sana, andai semua itu benar, pasti byk stasiun TV sini yg berbondong bondong ke sana buat meliput, jadi mungkin saya baru percaya kalau memang Hitler dikubur di sana kalau sudha ada pernyataan resmi dari ke dua pemerintahan, tentunya dgn bukti bukti akurat mbak


Iwan Yuliyanto berkata:


12 November 2012 pada 5:35 pm (Sunting)


mbak Ely, kesaksian bahwa Hitler itu meninggal dunia di Indonesia pertama kali saya baca di Harian Nasional Jawa Pos yg dimuat secara berseri pada tahun 1983, kemudian dimuat lagi th 1988. Berhubung saat itu saya masih SD, maka gak begitu intens ngikutin beritanya.


Ada sebuah novel bagus, judulnya: “The Escaped” karya Rizki Ridyasmara, yang lebih banyak mengungkap fakta sejarah tentang Hitler dan pasukan tentara Nazi yang dikuburkan di komplek makam Nazi di Bogor. Banyak sekali catatan kaki dan foto-foto sbg bukti otentik yg disampaikan dalam novel itu. Saya rekomendasikan novel ini untuk dibaca.


Baiklah, mari kita tunggu pemaparan selanjutnya dari mbak Ika. Monggo dilanjut, mbak


Mohon maaf buat teman-teman blogger jika komentar saya masih jauh dari bermutu. Sebelumnya saya belajar menulis dengan baik. Kini saatnya saya harus belajar memberi komentar yang bermutu.


By the way, apapun komentar teman-teman di blog saya, saya ucapkan banyak terimakasih. Komentar kalian yang menjadi penyemangat saya untuk terus menulis.


Salam hangat dari saya,


A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

64 komentar

  1. wah kalo urusan komen ga mutu aku yang pertama ngacung mba :mrgreen:

    BalasHapus
  2. He,,he ndak juga kok Ndin. Kalo masalah komen aku paling demen komennya Iwan Yuliyanto.Dimana2 komennya berbobot banget ya Ndin :D

    BalasHapus
  3. usia, kematangan, kecerdasan & background pendidikan mempengaruhi pola berfikir lah yaaa :D

    BalasHapus
  4. Betoel, 101 buat Ndin. Ha,,,,ha,,, :D

    BalasHapus
  5. hasyeeekk betol, tumben2an pikirannya nyambung ini tapi nilainya kurang banyak :lol:

    BalasHapus
  6. Memang diperlukan kemauan untuk membaca postingan secara lengkap agar mendapatkan pemahaman yg utuh tentang isi postingan.

    Namun demikian, setiap blogger pasti punya sudut pandang yg berbeda dalam memahami sebuah postingan.

    Di sinilah, sikap toleran dan tenggang rasa diperlukan apabila ada blogger yg berkomentar berbeda dengan isi postingan.

    Sebuah postingan yang menarik, mbak Ika

    BalasHapus
  7. Bu Ika ...
    Terima kasih telah menyebut postingan saya disini ... saya tersanjung ...

    Dan ya ... menurut saya ... komentar itu sama pentingnya dengan isi postingan ... ada banyak hal bisa kita dapatkan justru dari komentar yang masuk ...
    Oleh sebab itu ... saya selalu menghargai komentar-komentar yang masuk ... walaupun tidak saya jawab semuanya ... namun ... komentar mereka pasti selalu saya baca ...

    Salam saya Bu Ika

    BalasHapus
  8. wah jd mikir nih aku, komen ku pasti ga mutu jg nih

    BalasHapus
  9. no comment dulu ahh....!
    :-D
    xixi....
    (salam kenal bu ika).

    BalasHapus
  10. saya juga idem, malah sering gak nyambung. Tapi yang pasti selalu mengapresiasi.

    BalasHapus
  11. Lha "no comment dulu ahh….! :-D
    xixi….
    (salam kenal bu ika)" khan juga dah termauk komen :D

    BalasHapus
  12. Hai pak Sarib. Apapun komentar pak Sarib selalu saya tunggu :D

    BalasHapus
  13. Kalo menurut aku, berkomentar yang bermutu tuch belajar menghargai tulisan orang lain ya khan Ye ;)

    BalasHapus
  14. Setuju pak Yudhi. Tambah 1 lagi pelajaran. "Di sinilah, sikap toleran dan tenggang rasa diperlukan apabila ada blogger yg berkomentar berbeda dengan isi postingan" Trimakasih pak :)

    BalasHapus
  15. Betul sekali Om. Komentar bisa membuat postingan menjadi lebih "hidup". Terimakasih untuk sharing ilmunya. Sukses selalu untuk Om Trainer :)

    BalasHapus
  16. terima kasih byk linknya mbak

    byk sekali yg bisa kudapat dari membaca dan membalas komentar komentar yg masuk di blogku mbak, pelajaran hidup, ide menulis dll

    BalasHapus
  17. adanya blog yang membuka komentar tanpa disadari kita terdidik menjadi pribadi yang dewasa. saling toleran dalam perbedaan karena sudut pandang yang berbeda.

    BalasHapus
  18. Hm,saya juga sering komen yang gak bermutu!

    BalasHapus
  19. Yap, komentator berasal dari latar belakang yang berbeda2 El. Jadi lebih banyak tambah wawasan dari mereka ;)

    BalasHapus
  20. Ndak papa,, baru proses belajar. Sama seperti saya ;)

    BalasHapus
  21. Postinganya menarik Mbak Ika...setidaknya membuatku mikir,,kalo mau komen hehehe

    Tapi benar juga, bahwa komen itu suatu pembelajaran yang sangat baik untuk menambah ilmu dan wawasan...entah ilmu pengetahuan atau ilmu bersosialisasi.

    Membaca komen yang masuk otomatis menambah ilmu, apapun itu komenya.

    BalasHapus
  22. saya akan meninggalkan jejak di sini. serupa sajak yang enggan beranjak dari sanubari.

    *komen begini, mutu tak? :) salam

    BalasHapus
  23. [...] nulis postingan yang panjang 7// ulfah uswatun hasanah, yang komennya sering bernada provokasi 8// mbak ika, yang baru kenal 9// dian pewe, kawan adiak ambo.. 10/ giva, mantan instruktur pesantren ramadhan [...]

    BalasHapus
  24. wah, saya kalau komentar malah kadang OOT ... :D

    BalasHapus
  25. tergantung postingannya mbak...
    yg serius ya serius, yg joke ya joke, yg opini ya opini aja :)

    BalasHapus
  26. bener mbak, aku sering dpt masukan secara tak langsung dr membaca komentar yg berbeda, memang menambah wawasan mbak

    BalasHapus
  27. Assalamu alaikum wr. wb
    terima kasih telah mampir dilamanku

    mmhh... akupun demikian,
    kadang menorehkan coment yang tak bermutu, asal silaturahmi tetap lancar :)

    BalasHapus
  28. [...] di alam maya.  It’s just a click away.  Perkenankan saya memilih postingan yang berjudul : “ETIKA BERKOMENTAR DI BLOG” Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan mengapa saya memilih postingan teranyar dari Bu Ika ini.  [...]

    BalasHapus
  29. Aku kalau ninggalin komen kayak apa ya? bingung deh jadinya. Rasanya sih yang penting ga jauh2 amat dari inti cerita yang ditulis empunya blog kali ya.. Cuma kadang numpang curhat juga sih.. hihihi

    BalasHapus
  30. Memang senang ya mbak kalau mendapat komen yang bisa menambah nilai bagi tulisan kita.
    Tapi setidaknya dalam setiap bewe memang kita membaca dulu isi postingan. Supaya komen kita memang nyambung dengan isi tulisan.
    Membaca artikel ini, bisa membuat saya introspeksi diri... sdh baikkan saya berkomentar...?

    BalasHapus
  31. mbaak ika,.. ambil award yak dikulik disini. Lama gak keliatan dimana mbak?
    [http://wp.me/p1qFVY-ls]

    BalasHapus
  32. saya juga.. huhuhu...
    udah cuma sebaris pake emoticon pula... :)

    BalasHapus
  33. Saya masih sekenanya berkomentar, jika postingan yang gue baca saya bisa paham dengan sangat dan ada yang bisa saya share maka sakan commnet serius. Tapi terkadang hanya koment untuk sekedar say hello, bisa karena aku gak begitu paham tentang postingan atau memang gak ada pertanyaan yang pengen aku sampaikan atau ada pengalaman yang pengen aku bagi :)

    BalasHapus
  34. Hmm, OOT apaan ya. Ga' gaul nich :)

    BalasHapus
  35. Siip, bagus banget tuch. Bisa menyesuaikan dengan postingan ;)

    BalasHapus
  36. Wa'alaikumussalam wr. wb
    Yap, jadi penggembira juga boleh :D

    BalasHapus
  37. Terimakasih banyak. Senangnya :D

    BalasHapus
  38. Samaaa,, kalo numpang curhatnya hmmm... kayaknya belum pernah ;)

    BalasHapus
  39. Betul Niken. Berkomentar yang baik bukti kita menghargai penulisnya dengan membaca secara tuntas tulisannya

    BalasHapus
  40. Ok, langsung cekidot dech. Hmm.. lagi rempung Fah :D

    BalasHapus
  41. Oalah itu tho! Ha..ha.. ga' papa. Jadi penggembira aja :D

    BalasHapus
  42. Wahihihi komentar yang mbak attach di situ bikin blog lebih rameee yak, soalnya ada debat :D
    Doh maap ya kalo aku komennya sekenanya aja hihi :D

    BalasHapus
  43. Assalamu'alaikum Wr. Wb...

    Memang banyak ragam komentar seseorang atas postingan kita. Kalu yang nyambung tema, ya alhamdulillah, sehingga kita bisa berdiskusi di samping menjalin silaturahmi. Kalaulah komentar nggak nyambung, tak apalah, yang jelas sudah ada usaha untuk menyapa...

    BalasHapus
  44. Wa'alaikumussalam wr. wb
    Iya pak, iung2 jadi penggembira walau komen ndak nyabung ;D

    BalasHapus
  45. Iya, debatnya sempet aga' panas but itu justru yang bikin ame ;D

    BalasHapus
  46. Kalau saya sih gak pengen ribet2. Saya akan berkomen apa yang terlintas di benak saat itu. Bisa pendek, atau panjang. Yang penting gak OOT.
    Salam kenal ya :)

    BalasHapus
  47. Siiip, suka-suka kita aja ya kakaakin :)

    BalasHapus
  48. wah lain kali aku komen yang mantaf deh :)

    BalasHapus
  49. Salam kenal, Mbak Ika. Saya malah nggak pernah inget gimana ya gaya saya kalau berkomentar di tulisan para sahabat. Rasanya saya hanya berkomentar sesuai dengan apa saja yang kebetulan melintas di pikiran saya saat itu.. . Kadang-kadang malah baca aja tanpa meninggalkan komentar, jika tidak punya ide komentra apa-apa he he..

    BalasHapus
  50. Wah, senang sekali mbak berkunjung ke blog saya. Oya, masalah komen emang hak setiap orang sich. Mau komen atau tidak ataupun bermutu atau tidak suka-suka :D

    BalasHapus
  51. Paling males ada komentar kunjungin balik blog saya ya Agan. #Sejak kapan nama saya jadi Agan.

    BalasHapus
  52. Ha,,,ha,,,ha,, dilarang sewot. yah biasalah, macem2 orang BW

    BalasHapus
  53. setuju nih sama yg satu ini :-)
    slm kenal ya !!

    BalasHapus
  54. Yap,, terimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  55. ... [Trackback]

    [...] Find More Informations here: ikakoentjoro.com/etika-berkomentar-di-blog/ [...]

    BalasHapus
  56. ... [Trackback]

    [...] Read More here: ikakoentjoro.com/etika-berkomentar-di-blog/ [...]

    BalasHapus