Dimanakah letak kebahagiaan

17.49.00





[caption id="attachment_1883" align="aligncenter" width="332"]Tertawa lepas_doc Google Tertawa lepas_doc Google[/caption]

Setelah memarkirkan mobil, Ira berjalan perlahan menuju café yang berada di sekitar bandara. Suaminya yang sedang berada di New York baru saja mengabarkan bahwa penerbangan delay selama dua jam karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk terbang.

Suami Ira seorang pengusaha ekspor-impor yang sering berkelana ke Manca Negara. Sedangkan Ira sendiri memiliki kesibukan mengelola sebuah butik tas branded. Kali ini ia datang sendiri menjemput suaminya. Kebetulan hari ini hari Minggu, Lila anak semata wayangnya bermain ke rumah eyangnya.

Ira tersadar dari lamunannya setelah seorang cleaning service café menegurnya dan tersenyum hangat padanya. Ceaning service café itu seorang wanita paruh baya yang bekerja dengan senandung yang tak pernah henti dari bibirnya. Ira merasa iri dengan keceriaan yang dimilikinya.


Beberapa bulan ini Ira merasakan kehidupan yang dilaluinya terasa hambar. Sepertinya semua berjalan seperti robot. Entah karena jenuh dengan rutinitas yang ia lalui atau karena sebab lain.


Dilihatnya cleaning service tadi telah selesai mengerjakan tugasnya. Ira mendekatinya untuk menanyakan apakah ia bersedia menemaninya ngobrol sejenak.


Dari perkenalan singkat, diketahui ia bernama Narti. Hari ini Narti hanya piket pagi. Kebetulan setelah tugas paginya selesai ia tidak ada agenda lain, hingga Narti pun mengiyakan permintaan Ira.


“Apa yang membuat ibu sedemikian bahagai,” tanya Ira tanpa basa basi.


“Bahagia? Oh ya, saya selalu bahagia tapi tidak dengan tujuh tahun yang lalu.”


Kening Ira sedikit berkerut.


“Tujuh tahun lalu saya mengalami depresi hebat. Suami saya meninggal setelah bertahun-tahun bertahan dengan penyakit TBC akutnya,” Narti berhenti sejenak. Meneguk secangkir kopi yang dipesankan Ira.


“Tak berselang lama, anak laki-laki satu-satunya yang saya miliki meninggal dalam sebuah kecelakaan,” lanjutnya.


Ira mendengarkan penuturan Narti dengan seksama tanpa bermaksud bertanya ataupun memotong pembicaraan Narti. Ia membiarkan Narti bercerita hingga akhir.


“Saya merasa kehidupan saya hancur. Orang-orang yang saya cintaisatu persatu  pergi meninggalkan saya.”


“Hingga suatu malam yang dingin, saat saya berjalan tak tentu arah dan menangisi nasib saya. Saya menemukan seekor kucing kecil sedang mengais-ngais makanan ditempat sampah.”


“Kucing itu begitu kurus. Dan sedikit ada goresan dikakinya yang menyebabkan berjalan terpincang-pincang”  


“Entah kenapa hati kecil saya meminta saya untuk membawa pulang kucing malang tersebut.”


“Lalu, apa yang Anda lakukan dengan kucing malang  itu,” sela Ira


“Ia kurawat selayaknya anakku,” lanjut Narti


“Setelah beberapa hari hanya makan dan tidur, disuatu pagi yang cerah,  kucing melompat-lompat diatas tempat tidurku hingga membangunkan saya.”


“Melihat kucing itu sehat kembali, hati saya senang sekali. Seperti menemukan kebahagiaan yang sempat terenggut.”


“Kini, setiap akhir pekan saya selalu pergi ke panti jumbo. Membantu merawat mereka dan berharap kelak ketika saya bertambah tua, saya tidak sendiri.”


Pembicaraan mereka terhenti demi mendengar pemberitahuan dari pusat informasi bandara yang mengabarkan lima menit lagi pesawat Garuda dari New York segera landing.

Dengan sedikit tergesa Ira berpamitan pada Narti setelah menyelesaikan pembayaran di kasir. Tak lupa Ira mengucapka terimakasih pada Narti karena sudi menemaninya berbincang pagi itu.


sssssss


Meaningful Live is Giving   


Kebahagian itu tatkala kita bisa memberi. Tak selalu berupa materi. Mungkin senyum terindah yang kita miliki. Ataupun telinga yang mau menampung segala keluh kesah sahabat kita.


A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

36 komentar

  1. bahagia itu simple ya, Mbak
    :)

    BalasHapus
  2. Bahagia adalah dengan tersenyum dan bersyukur.. dapet quotes dari fesbuk barusan mbak ika :)

    BalasHapus
  3. yeah, bahagia ada saat membuat orang lain bahagia.

    BalasHapus
  4. Kebahagiaan yang hakiki disaat kita bisa berbagi

    BalasHapus
  5. ikhlas dan bersyukurlah kunci kebahagiaan itu...

    BalasHapus
  6. Suka banget dengan postingan ini Mbak...

    Kebahagiaan letaknya di dalam hati yang selalu ikhlas dan bersyukur, mudah di ucapkan...tapi harus terus mencoba untuk di tindak lanjuti... :)

    BalasHapus
  7. Kebahagiaan itu letaknya di hati bukan di harta dan dunia yang kita miliki.....

    BalasHapus
  8. Kebahagian itu tatkala kita bisa memberi. Tak selalu berupa materi.
    Setuju, mbak Ika.The beauty of life doesn't depend on how happy you are, but how happy others can be because of you.

    BalasHapus
  9. Yap,, betul pak sarib. Berbagi apapun yang kita miliki ya pak :)

    BalasHapus
  10. Betul,, walaupun prakteknya sulit yo kang

    BalasHapus
  11. Betul Lies. Terus dan terus dicoba,, walaupun melalui proses pemaksaan :)

    BalasHapus
  12. So sweet,, jadi terharu T_T. Saya sepakat sekali mas

    BalasHapus
  13. kebahagiaan itu ada di dekat kita yah mba Ika....semoga sukses dengan bisnisnya mba :)

    BalasHapus
  14. Iya,, dekat dengan kita dan pastinya bahagia adalah pilihan. Aaamiiin, terimasih doanya, Ras :)

    BalasHapus
  15. gemeter Mba Ika. Meaningful life is giving.

    BalasHapus
  16. iya deket ... deket banget....
    (namun kadang yang deket tak teraih, yang jauh tak terjangkau)
    karena ndak tahu kuncinya : syukur dan sabar

    BalasHapus
  17. Dari pengalaman saya, saat sedih, terpuruk, dan dirundung masalah, obat paling mujarab yaitu dengan peduli terhadap orang lain.

    BalasHapus
  18. Kaya' pepatah ya pak "gajah dipelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak"

    BalasHapus
  19. benul, bener dan betul mbak ika... semoga kita diberi ilmu untuk bisa merasakan kehadirannya.. :)

    BalasHapus
  20. Simple dan kita yang pilih. Pilih untuk bahagia atau tidak bahagia :D

    BalasHapus
  21. Sesederhana secangkir cokelat di saat hujan ..

    BalasHapus
  22. Seng komen neng nduwur iki masku rek :)

    BalasHapus
  23. Saya awalnya bingung juga kok mas, gethuk sama 9ethuk saya pikir kembar :D

    BalasHapus
  24. Hmmm, membayangkan meminum secangkir coklat saat hujan. Rasanya nikmat, mungkin begitu pula kebahagiaan ya :)

    BalasHapus
  25. kalo kata lagunya Sami Yusuf mah : healing, a simple act of kindness brings such meaning ^o^

    BalasHapus
  26. Bahagia itu, bila orang lain lagi punya masalah dan saya bisa membantu memberinya jalan keluar :-)

    BalasHapus
  27. Betul sekali pak, kunci kebahagiaan ialah saat kita bisa memberi pada orang lain. Tak selalu berupa materi seperti yang pak Yudhi contohkan :D

    BalasHapus
  28. sependapat ... kebahagiaan itu muncul saat kita bisa berbagi ...

    BalasHapus