Asuransi Syariah Pilihan Tepat dan Menenteramkan

17.09.00

[caption id="attachment_1976" align="alignleft" width="193"]Allisya Care-Allianz doc. Google Allisya Care-Allianz doc. Google[/caption]

Sebagai seorang muslim, tentunya kita akan memilihkan makanan yang halal dan toyyib untuk dikonsumsi keluarga. Sebagaimana makanan, ketika akan memilih instrument keuangan pun tentunya kita akan memilih yang sesuai syariah, termasuk dalam memilih asuransi.

Mengapa lebih baik memilih menggunakan asuransi syariah?

Dalam asuransi syariah, dana yang dikumpulkan dari nasabah diinvestasikan pada sektor-sektor yang sesuai syariah dan dikelola dengan system bagi hasil (mudharabah) antara nasabah sebagai pemilik dana dengan perusahaan asuransi sebagai pengelola dana. Sehingga harta yang dihasilkan nyata kehalalannya.

Prinsip akad takafuli (saling tolong menolong) dalam asuransi syariah menjadikan para peserta atau anggota diibaratkan sebagai sebuah keluarga besar dimana satu dan yang lain saling menjamin dan menanggung resiko.

Selain itu, keberadaan Dewan Pengawas Syariah merupakan sebuah keharusan dalam sebuah perusahaan asuransi syariah.  Dewan ini bertugas mengawasi manajemen, produk asuransi serta kebijakkan investasi yang dijalankan perusahaan agar senantiasa sesuai dengan syariat Islam. Dengan adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi, secara otomatis kegiatan perusahaan senantiasa akan sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

Mari, saatnya hijrah dari asuransi konvensional menuju asuransi syariah yang  lebih menenteramkan.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

You Might Also Like

43 komentar

  1. Tidak mudah menemukan asuransi syariah yang benar-benar syariah. semoga bisa bertemu dengan yang cocok..

    BalasHapus
  2. Wawww.... Akhirnya ketemu juga ama agen asuransi allianz syariah di blog. Hhe. Sama saya juga di allianz bandung :)

    BalasHapus
  3. Prinsip dalam Asuransi Syariah yang membedakannya dengan asuransi konvensional adalah mengandung unsur ta’awun, yakni terdapat sumbangan tabarru’ yang dipergunakan untuk saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah peserta asuransi. Dan Asuransi Syariah ini didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al Qur’an dan As Sunnah.

    BalasHapus
  4. Sebuah alternatif lembaga asuransi bagi konsumen yg menghendaki prinsip2 syariah

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah saya di Takaful :)

    BalasHapus
  6. mba Ika, wah uni belum ikut asuransi nieh mba, sekarang lagi pengen investasi dalam bentuk rumah, biar harganya bisa naik, minimal tetap :)

    BalasHapus
  7. Belum ikutan asuransi nih, ntar kalo ikut insyaAlloh ambil yg syariah.

    BalasHapus
  8. biasanya dikenal juga dengan sistem bagi hasil ya, mba?

    BalasHapus
  9. kalau syariah bukannya memang bagi hasil ya?

    BalasHapus
  10. aku baru tahu ttg asuransi ini mbak

    BalasHapus
  11. Sementara ini memang agak sulit mencari asuransi yang murni syariah. Tapi menurut hemat saya, lebih baik mengikuti asuransi syariah walaupun belum murni 100%. Ada 2 alasan; 1) Ayatnya sudah jelas, kuu angfusikum wa ahlikum naaron, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Walaupun belum 100% murni syariah, paling tidak kita sudah berikhtiar. 2) Ketika peminat asuransi syariah semakin banyak, perusahaan asuransi syariah yang belum murni syariah akan berusaha meng”upgrade” kesyariaahnnya, karena berkaitan dengan kompetisi dengan perusahan asuransi syariah lain.

    BalasHapus
  12. Hmmm, sementara ini belum agen, Sa. Masih mencoba berbagi ilmu dengan yang lain :)

    BalasHapus
  13. Betul sekali, Ndin. Itu satu pont yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Asuransi konvensional menggunakan akad tadabuli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan asuransi).

    BalasHapus
  14. Betul pak Yudhi, walaupun masih ada yang belum sepenuhnya murni syariah, paling tidak ini salah satu bentuk ikhtiar kita untuk menjauhkan keluarga kita dari api neraka (kuu angfusikum wa ahlikum naaron)

    BalasHapus
  15. Bagus, saya dengar program dari asuransi tersebut cukup menjanjikan.

    BalasHapus
  16. Siip, bagi yang sudah lama menggunakan asuransi syariah biasanya pake asuransi Takaful. Sepengetahuan saya, Takaful perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia.

    BalasHapus
  17. Jika merujuk pada buku milik Prof. Jusmaliani, M.E, Islam sangat menitik beratkan pada Investasi disektor riil dibanding dengan sektor moneter. Dan dalam Islam yang menjadi ukuran utama bukan pertumbuhan ekonomi tapi lebih pada aspek pemerataan dan pengurangan kemiskinan karena investasi disektor riil dapat menyerap tenaga kerja. Tapi bagi yang berkeinginan berinvestasi disektor moneter, asuransi syariah merupakan pilihan tepat.

    BalasHapus
  18. Betul Diah, untuk point kedua biasa disebut system bagi hasil

    BalasHapus
  19. Ini salah satu alternative asuransi El. Walaupun disana sini masih terdapat kontroversi. Seperti pendapat Sayyid Sabiq, Abdullah Al-Qalqii (mufti Yordania), Yusuf Qardhafi dan Muhammad Bakhil al-Muth’I (mufti Mesir) mengharamkan asuransi dalam segala bentuk termasuk asuransi jiwa dengan alasan;
    1) Asuransi sama dengan judi
    2) Asuransi mengandung unsure yang tidak pasti
    3) Asuransi mengandung riba
    4) Asuransi mengandung unsure pemerasan karena pemegang polis, apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau dikurangi
    5) Premi-premi yang sudah dibayar akan diputar dalam praktik-praktik riba
    6) Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai
    7) Hiddup dan mati manusia dijadikan objek bisnis, dan sama halnya dengan mendahului takdir

    ke7 poin diatas sebaiknya menjadi acuan dasar ketika akan memilih berasuransi disebuah perusahaan asuransi yang mengklaim dirinya syariah.

    BalasHapus
  20. Dapat pencerahan nih tentang asuransi... terima kasih.

    BalasHapus
  21. Hehehe, bingung. Aku belum banyak belajar tentang asuransi syariah. Kalau sekarang, paling hanya nebeng asuransi dari perusahaan. Kalau aku masih kolot orangnya, Bismillah aja, lakukan segala hal dengan niat yang baik, dengan cara yang baik, In Shaa Alloh hasilnya baik :)

    BalasHapus
  22. Saya setuju sama mbak. Masih banyak juga muslim yang sama sekali tidak ma berasuransi syariah tanpa meneliti. Pokoknya bagi mereka, asuransi apapun itu haram (meski syariah). Tapi yaa .. pendapat masing2 orang ya. Bagus mbak mau sharing di sini. Bisa jadi besok2 ada komen dari mereka yang tal setuju :)

    Terimakasih sharingnya ya mbak :)

    BalasHapus
  23. Ada syariahnya juga di Prudential, mbak. Kami ambil yg syariah

    BalasHapus
  24. Belum punya asuransi dan sayapun tertarik sama yang syariah... Makasih sudah share ini Mba :)

    BalasHapus
  25. betul sekali. Bahkan diberitakan ada lembaga (entah bank atau asuransi, dll) yg berlebel syariah, tp actualnya msh ada yg konvensional,
    Tapi bener mbak, paling tidak sudah berikhtiar dulu, : )

    BalasHapus
  26. Yap, semua tergantung kemantapan hati aja. Boleh pro boleh kontra :)

    BalasHapus
  27. Iya,, sama2. Alhamdulillah ada manfaatnya

    BalasHapus
  28. Lebih selektif lagi de. Sebelum memilih sebaiknya pelajari dulu semuanya.

    BalasHapus
  29. serupa tapi tak sama...dan saling memperkuat..di http://pujohari.wordpress.com/2012/12/24/faq-firmly-answered-question-asuransi-syariah/

    BalasHapus
  30. Saat menulis ini saya agak kesulitan karena maksimal yang ditetapkan panitia 1000 karakter. Harus bikin tulisan ringkas, padat dan jelas :) Terimakasih sudah mampir

    BalasHapus
  31. alhamdulillah ambil yang syariah

    BalasHapus
  32. Manfaat bagi hasil dan tolong-menolong adalah hal yg khas dr asuransi syariah, share feedbacknya untuk tulisan saya boleh mbak (: http://nopanbastian.wordpress.com/2013/01/05/asuransi-syariah-sebuah-kesan-seorang-mahasiswa/

    BalasHapus
  33. Hey there would you mind letting me know which hosting
    company you're working with? I've loaded your blog in 3
    different internet browsers and I must say this
    blog loads a lot quicker then most. Can you suggest a good hosting provider at a reasonable price?
    Kudos, I appreciate it!

    BalasHapus