Aku dan Sahabat Disabilitasku

19.54.00

[caption id="attachment_1932" align="aligncenter" width="300"]habibi-n-ibu Habibie Afsyah dan Bunda beserta Pepeng doc. Google[/caption]

Tuhan tidak pernah menciptakanan produk gagal. Manusia yang kadang kurang memahami hakekat dibalik penciptaanNya.




Dilahirkan dengan kekurangan fisik tentu bukan pilihanku. Tapi mengapa aku digolongkan dalam manusia strata ke dua? Jika tidak dianggap demikian, mengapa mereka menempatkan aku dipojok-pojok ruangan seperti seorang pesakitan? Mengapa aku selalu disisihkan. Bahkan kadang dianggap menjijikkan! Mengapa?


***


Sebuah tanya dari sahabat-sahabat kita yang ditakdirkan Tuhan tidak sempurna. Entah ketidak sempurnaan penglihatan, pendengaran, pengucapan ataupun keterbelakangan mental.


Teringat sebuah cerita tentang seorang anak laki-laki yang terlahir cacat hingga tidak bisa  berjalan sempurna. Suatu ketika tatkala ingin bergabung bermain bersama teman-temannya, ia menjadi bahan lelucon teman-temannya. Betapa hancur hati si anak. Ia pulang membawa perih yang tak terkira.


Demi mendengar tangisan pilu si anak, sambil mendekap erat sang buah hati, bunda pun bertanya, “Apa yang membuatmu menangis seperti ini nak?”


Dan si anakpun menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Kemudian bunda berkata,”Bukankah hanya kakimu yang cacat nak? Tidak dengan otakmu khan? Sayang, kamu masih bisa bermimpi setinggi langit. Masih bisa menggapai bintang-bintang disana. Tunjukkan pada semua yang telah menertawakanmu, kamu mampu berbuat lebih baik dan lebih banyak daripada mereka,” ujar sang bunda.


Dan pada akhir dari cerita ini, si anak mampu meraih gelar S1, S2 dan S3 di negara yang berbeda.


Ya, mungkin mindset kita yang perlu dirubah. Kita sering terlalu merasa iba hingga memandulkan potensi yang mereka miliki. Tidak memberi kesempatan pada mereka untuk berkarya menunjukkan betapa mereka bukan produk gagal.


Banyak dari penyandang cacat atau disabilitas yang dapat berprestasi dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Habibie Afsyah misalnya. Seorang remaja yang lahir dua puluh empat  tahun yang lalu itu menderita penyakit langka, Muscular Dystrophy tipe Becker yang merusak syaraf motorik di otak kecilnya sehingga  pertumbuhannya terhambat, dan akhirnya di usia 8 bulan Habibie Hafsyah mengalami kelumpuhan hingga kini.

Keterbatasan fisik tidak menghalangi Habibie Hafsyah  untuk berprestasi. Berbekal otak cemerlang yang dimilikinya, Habibie Afsyah menggeluti bisnis Internet Marketing yang ia pelajari dari Fabian Liem di Singapura. Ketekunan, keuletan dan dorongan semangat dari sang bunda menjadi modal utama Habibie Afsyah meraih kesuksesan seperti saat ini.

Dari nol habibie memulai semuanya. Dari ketidaktahuanannya tentang Internet Marketing, hingga kini penghasilannya telah mencapai puluhan ribu dollar.

Ayo, dukung dan beri kesempatan pada sahabat disabilitas untuk berkarya. Bantu mereka untuk mandiri!






A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5


 

You Might Also Like

26 komentar

  1. Habibi adalah contoH nyata bahwa ciptaan اللّهُ itu selalu sempurna dan sungguh luar biasa. Subhanallah...

    BalasHapus
  2. Ayo..... saya kebetulan pernah telpon Ibu nya Habibie, sungguh ibu yang luar biasa.

    BalasHapus
  3. setiap kita punya potensi masing-masing, yang jika terus diasah akan menjadikan kita luar biasa,

    BalasHapus
  4. Larass termasuk yg disabilitas mba Ika :)

    BalasHapus
  5. dukungan besar utk kaum disabilitas memang dari seharusnya dari keluarga mba ika...

    BalasHapus
  6. Manusia tk ada yg smpurna...

    BalasHapus
  7. Dibalik ketidaksempurnaan kadang tersimpan kekuatan/kelebihan yang tidak dimiliki orang yang katanya sempurna.

    Betul..mbak Ika..kita dukung dan beri semangat.

    BalasHapus
  8. Dan masih banyak contoh lagi yang belum terpublikasikan. Yap, subhana maa kholaqta hadza bathila

    BalasHapus
  9. Waaah, pastinya senang sekali. Jadi terpapar semangatnya ya pak :)

    BalasHapus
  10. Betul sekali, Talu. Intinya, temukan potensimu! Gitu ya ;)

    BalasHapus
  11. Yap betul sekali, dan sekarang kita coba menggugah masyarakat untuk lebih peduli dengan sahabat disabilitas. Bukan dengan mengasihani, tetapi memberi mereka kesempatan untuk berkarya. Ok ;)

    BalasHapus
  12. Tetep semangat, Ras. Seperti kata Rangtalu, temukan potensimu! Asah dan biarkan suatu saat kami mengagumi kilaumu :)

    BalasHapus
  13. Yap, karena ada yang tidak sempurna, maka sosok lain dianggap sempurna.

    BalasHapus
  14. Se7 mbak Wie, karena manusia dibekali potensi Allah SWT. Ayo,, dukung sahabat disabilitas untuk mandiri

    BalasHapus
  15. kadang manusia yg dibilang sempurnapun, kalah semangatnya dari mereka yg difabel, jadi kembali ke bagaimna orang2 disekeliling memompakan semangat u fight, Allah maha adil dalam membagi potensi... salut kepada mereka mbak ika

    BalasHapus
  16. Betul sekali,, kini giliran kita mengedukasi masyarakat untuk lebih perhatian lagi pada para disabilitas dengan membuka kesempatan seluas-luasnya pada mereka untuk berkarya.

    BalasHapus
  17. he klo "talu" itu adalah nama daerah mbak.. :D

    BalasHapus
  18. Betul, seneng bisa berguru langsung dengan perempuan hebat itu.

    BalasHapus
  19. Maapken saya :) Akibat SKST nich :D

    BalasHapus
  20. Ternyata keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berprestasi dan berkarya, ya mbak Ika. :)

    BalasHapus
  21. Betul sekali pak, Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal. Ayo dukung mereka untuk bangkit!

    BalasHapus
  22. luar biasa ya mbak ...
    TFS ...

    BalasHapus
  23. Hmmm,, TFS apaan yach. Ndak gaul nich :(

    BalasHapus
  24. wah ngiri banget nih sama habibie. bisnisnya sukses, juga rajin membantu teman2nya sesama disabilitas supaya mandiri. top markotop.

    BalasHapus
  25. Yap, pinter memanfaatkan potensi diri ;)

    BalasHapus