The human side of the great people part 1

02.45.00

Hari itu, padang Badar yang gersang, tandus dan panas terasa semakin panas. Telah berhadap-hadapan dua pasukkan yang tidak seimbang. Kaum muslimin berjumlah 313, sementara pasukan kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang. Sungguh pertarungan yang tidak seimbang.

Namun bukan hanya itu saja yang meresahkan Rasulullah sehingga keluarlah sebuah kalimat yang menggetarkan itu,“Ya Allah, jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!”

Gemetar bahu Rasulullah yang mulia itu terisak. Selendang di pundaknya pun jatuh seiring gigil yang menyesakkan. Sahabatnya, Abu Bakar yang tak pernah retak keimanannya yang berada disamping beliau berbisik sambil mengalungkan selendang sang Nabi, “Sudahlah ya Rasulullah. Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janjiNya padamu!”


Ya, perang Badar merupakan perang yang dahsyat. Iman telah memisahkan antara para sahabat dengan keluarga, saudara bahkan ibunya sendiri. Dan di padang Badar inilah mereka saling berhadap-hadapan untuk mempertahankan keyakinan masing-masing. Sungguh menyesakkan dada.

***

Sobat.....

Pernahkah kalian merasa putus asa hingga hampir mencerabut keimanan didalam dada?

Mempertanyakan keadilan Allah?

Mungkin karena kehilangan seseorang yang sangat dicintai

Atau kehilangan harta benda

Kehilangan pekerjaan

Ataupun kehilangan harapan karena jalan hidup tidak seperti yang kita harapkankan

Ketahuilah....

“Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Ya, Allah hanya menguji sedikit. Sedikit saja, sobat.

Jangan pernah berfikir kita adalah orang yang paling menderita di dunia ini

Lihatlah saudara-saudara kita di Palestina! Kurang cobaan apalagi yang mereka dapatkan?

Lalu apa yang menyebabkan mereka begitu "kuat" menghadapinya?

Inna Allaha ma'ana, sesungguhnya Allah selalu bersama kami.

Ya, keyakinan itulah yang senantiasa tertanam didalam dada mereka.

Sobat....

Kita butuh teman yang tak hanya ada disaat kita sedih dan bahagia. Kita butuh teman yang sanggup menguatkan saat kita akan roboh. Seperti Abu Bakar yang menguatkan Rasulullah.

Sobat...

Yakinlah satu hal bahwasannya, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS Al Baqarah [2] : 286) agar cobaan terasa lebih ringan.

Selamat menjalani hidup dengan kesyukuran, sobat :)


You Might Also Like

0 komentar