Pendidikan Sex ala Barat

15.52.00

Beberapa waktu lalu saya membaca buku "Strong Fathers, Strong Daughters" sebagai bahan saya untuk meresensi buku tersebut. Baru baca dihalaman awal, saya menemukan sebuah tulisan tentang pendidikan sex bagi anak yang membuat saya harus bilang WooW.  Saya tidak membayangkan bagaimana seandainya diterapkan di Indonesia.

Dan inilah kurikulum pendidikan seks di Amerika yang mengikuti pedoman SIECUS (Sexuality Information and Education Council of the United States).





Untuk anak usia 5 – 8 tahun ( TK sampai kelas dua ) :


  • Menyentuh dan menggosok alat kelamin sendiri untuk merasa enak disebut masturbasi.

  • Sebagian pria dan wanita adalah homoseksual berarti mereka tertarik dan jatuh cinta pada orang dengan jenis kelamin yang sama ( informasi ini ada dalam panduan untuk anak yang lebih tua)


Untuk anak usia 9 – 12 tahun ( kelas tiga hingga enam ) :

  • Masturbasi sering kali merupakan cara pertama seseorang mendapatkan kenikmatan seksual.

  • Bersikap seksual dengan orang lain biasanya melibatkan lebih dari hubungan seksual.

  • Aborsi adalah legal di Amerika Serikat sampai pada tahap tertentu dalam kehamilan.

  • Hubungan cinta homoseksual dapat  sama baiknya dengan hubungan heteroseksual ( informasi ini ada dalam panduan anak yang lebih tua)


Untuk anak usia 12 – 15 tahun ( kelas tujuh hingga sepuluh ) :

  • Masturbasi , baik sendiri atau dengan pasangan adalah salah satu cara untuk menikmati dan mengungkapkan seksualitas mereka tanpa beresiko hamil atau terkena PMS/HIV.

  • Bersikap seksual dengan orang lain biasanya melibatkan sejumlah perilaku seksual yang berbeda.

  • Menjalani aborsi secara legal tidak termasuk kemampuan wanita untuk dapat hamil atau melahirkan di masa depan.

  • Orang dari berbagai jenis kelamin dan orientasi seksual bisa mengalami disfungsi seksual.

  • Beberapa perilaku seksual bersama pasangan meliputi mencium , menyentuh , membelai , memijat dan  berhubungan seks oral , vaginal , atau anal.

  • Metode kontrasepsi bebas meliputi kondom laki-laki dan perempuan , busa, gel, serta supositoria.

  • Orang dewasa muda dapat membeli alat kontrasepsi di apotek, pasar, atau supermarket.

  • Di Sebagian besar negara bagian , anak remaja bisa mendapatkan resep alat kontrasepsi tanpa izin orang tua.

  • Baik pria maupun wanita dapat member dan menerima kenikmatan seksual.


Bagaimana pendapat Anda?

You Might Also Like

66 komentar

  1. waduh ... hancur dunia nihhh :(

    BalasHapus
  2. wheew. too much infornmtion keknya Mba Ika ya. Menurut saya kita harus ajarkan pendidikan seksualnke anak tapi bukan ini yang ada dalam pikiran saya. Mba Ika bisa share kan yang lebih cocok untuk Indonesia seprti apa?

    BalasHapus
  3. sstu (ttg sex) yg trlalu dibuka jga gag bagus apalagi tnpa mmprtmbngkn usia si anak..

    BalasHapus
  4. ooo..... lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. lain budaya lain caranya. Selamat pageeee

    BalasHapus
  5. waoooooooouh ? huh!!
    menghela nafas. dari paham, lalu mereka penasaran.

    BalasHapus
  6. Iya pak, saya cuman kaget aja. Katanya mereka lebih modern tapi kok pemikirannya begitu

    BalasHapus
  7. Nah, itu yang saya tidak habis pikir. Masak anak Tk diajarin masturbasi segala. Ga' kebayang kalo di terapin di Indonesia, mesti gimana jawab pertanya2an anak.

    BalasHapus
  8. Sepakat pak, saya juga betul2 kaget mengetahui hal itu. Sebetulnya kemarin saya mau mengulas tentang pendidikan sex ala barat dan timur. Tapi kebetulan referensinya kurang. Saya baru ada bukunya Abdullah Nasih Ulwan "Tarbiyatu Aulad" dan saya pikir masih kurang dalem. Suatu saat kalo referensinya cukup saya share dech pak. Mudah2an ada manfaatnya :)

    BalasHapus
  9. Iya ndin.. aku bener2 kaget ampe' ga kebayang dech, pokoknya blank gitu. Serem,,,,ni penulisnya juga kebetulan ga' se7 dengan sistem itu. Kebetulan beliaunya berlatar belakang dokter dan konselor remaja.

    BalasHapus
  10. Iya mbak, kudu bener2 ati2 dech. Budaya barat sudah sangat mudah masuk dan merusak budaya lokal kita. PR buat kita para orang tua mbak :)

    BalasHapus
  11. Modern dan tidak adalah relatif. Tergantung dari sudut pandang masing masing. Seperti kata einstein bahwa semua tidak ada yang absolut, relatif tergantung sudut pandangnya.

    BalasHapus
  12. Filter untuk anak-anak kita harus banyak ya Mbak Ika...

    BalasHapus
  13. beeeh... mengerikan sekali ya mbak..
    kalo ada tips tentang sex education for kids di share aja ya mbak. sapa tau buat pengetahuan besok..

    BalasHapus
  14. Kayaknya mengajarkan masturbasi juga sejak dini, padahal kan haram.. hhmm.

    BalasHapus
  15. Ya, itu gambaran betapa bobroknya mereka. Bukannya mencegah trus mengarahkan ke hal2 yang fitrah. Se7 buat hijihawu, filternya mesti diperkokoh, minimal di keluarga kita.

    BalasHapus
  16. Iya, ni baru dapet referensi Tarbiyatul Aulad-nya Abdullah Nasihn Ulwan. Tapi rasanya kurang dalem dech. Insya Allah kalo dah dapet referensi tambahan aku share dech.

    BalasHapus
  17. Iya,, minimal didalam keluarga kita dulu

    BalasHapus
  18. kalau diajarkan di indonesia yah bisa lebih gaswat mba, gak ada pelajaran gitu ajah udah gaswat kan anak muda sekarang hehe

    BalasHapus
  19. Gaswat banget,,, kitanya yang orang tua susah jawab pertanyaan2 dari anak.

    BalasHapus
  20. waduh~
    dari piyik udah diajarin gituuu
    waspadaa

    BalasHapus
  21. Sepertinya daripada dilawan dan tidak berhasil, akhirnya mereka mengikuti arus saja, dan arus kehancuran yang diikutinya. Di Indonesia pemikiran seperti ini muncul ketika ada yang meminta legalisasi prostitusi, ganja dll. mereka bilang daripada dilarang dan tidak berhasil ya diatur saja. ? Kadang-kadang gak mengerti logika apa yang sebenarnya mereka gunakan. Sebaiknya kemaksiatan itu dilegalkan saja supaya bisa ketahuan siapa yang maksiat siapa yang bukan.... Lha Kok...??? Daripada melarang tapi tidak berhasil??? Parameter moralnya gak jelas....

    BalasHapus
  22. Na'udzubillaahi min dzalik..

    BalasHapus
  23. Kalo parameternya hanya logika ya seperti itu mas. Agama, moral disingkirkan. Dalihnya "kebebasan berekspresi" :(

    BalasHapus
  24. Bener banget ukhti,, saatnya kita jaga keluarga dari hal2 seperti itu. Kedepan jaman semakin jauh dari nilai2 agama.

    BalasHapus
  25. waduh ciloko kalau pendidikan sex seperti ini di terapkan di kita....

    BalasHapus
  26. Banget kang,, gimana kita mesti jawab pertanyaan anak2 yang "aneh" nantinya :)

    BalasHapus
  27. Iya,, bener2 ga' habis pikir :(

    BalasHapus
  28. Mereka memang begitu faham dan gayanya.
    Jika diterapkan di negeri kita bisa-bisa anak-anak akan melakukannya sebelum waktunya.
    Dalam agama tentu sudah ada rambu-rambu mana yang boleh dan tidak boleh.
    Mari kita ajari anak-anak secara bijak sesuai agama dan kepribadian bangsa kita.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  29. Tulisan ini saya posting sebenernya untuk membuka pikiran dan pengetahuan kita supaya kita lebih waspada pakdhe :)

    BalasHapus
  30. hmmmmmm................
    kok bergidik saya ya Mbak?

    BalasHapus
  31. Iya,, kedepan lebih berat tantangan kita sebagai orang tua

    BalasHapus
  32. Iya Mbak semakin berat meman...
    semoga kita dipermudah ya Mbak...

    BalasHapus
  33. kalau di terapkan di Indonesia nggak cocok kali ya, beda budaya, jadinya pendekatannya mesti beda ... :)
    Salam

    BalasHapus
  34. wowwwwwwww

    dan sekarang di Indonesia menirunya
    di daerahku anak SMP sudah menjadi PSK

    wowwwowowowowow

    BalasHapus
  35. lain daerah lain cara pengajarannya kali ya...

    **merinding membacanya

    BalasHapus
  36. Hmmm,, mungkin ya. Tapi pada prinsipnya sama. Terimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  37. PSK terselubung :( karena sudah banyak yang melakukan pergaulan bebas

    BalasHapus
  38. kadang kita memang suka keblinger apa2 sok berkiblat ke barat, ayo anak2 dibekali pendidikan sex...
    sebenarnya mari kita mengaca kembali ke diri kita, dulu kita ndak pernah diajari yg macem2 toh sudah dewasa ngerti sendiri caranya, tanpa kemudian dibebani rasa penasaran yg berlebihan,
    kalau menurut saya sih kembali ke agama, nilai2 mana yang boleh mana yang tidak dalam hidup sudah cukup mengeremnya..

    BalasHapus
  39. Betul, se7 banget. Pondasi agama diperkuat. Dalam agama saya (Islam-pen) Alhamdulillah semua sudah ada SOPnya. Dan pastinya diagama lainpun ada. Jadi tinggal aplikasikan aja :)

    BalasHapus
  40. aduh aku syok bacanya. Serius begitu ajarannya? Ckckck! Yang pualing parah yang homoseksual, unacceptable forever dah

    BalasHapus
  41. Iya,,, sampai penulis bukunya juga protes.

    BalasHapus
  42. Na'uzhubillahi min dzalik... Ya Allah lindungilah kami dan keturunan kami...
    Ngeri mbak... merusak imajinasi polos anak-anak dalam bersosialisasi.. dari yang tidak tau, tidak terpikir lalu dikasih tau, penasaran, mencoba akhirnya keblablasan...
    Dikampungku sini aja MBA bukan lagi sesuatu yang memalukan dan mencoreng nama keluarga.. nggak ada tindakan apapun dari penguasa adat karena takut dengan HAM... !!! :(

    BalasHapus
  43. *˚**îγα™**˚* mbak,, saya juga ngeri. Hmm,, HAM dalih barat untuk mencengkeram kita :(

    BalasHapus
  44. Kalau emang seperti isinya..
    Wow itu pendidikan jaman jahiliyah....
    Jika dunia barat mangadopsi pendidikan tersebut.. Wow lagi.... Kasihan kaum wanitanya.....
    Yang jelas dari isi agama sudah menyalahi... berat..
    Mksih infonya..

    BalasHapus
  45. Yah, begitulah. Makanya saya kaget dan tidak percaya

    BalasHapus
  46. mmhh udah pernah baca buku itu, dan ga kaget sih, kan pendidik barat dilihat dari perilaku dan kebiasaan, beda dong sama dimari yang lebih "terjaga".. setidaknya kita sebagai orangtua mendidik anak lebih dulu sebelum sekolah kan..

    pernah daku chatting sama anaknya temen yang orang belanda, umur 13 tahun gitu, dan dia bilang sudah bercinta sama pacarnya.. halah.. dan mamanya tahu, jadi daku tanya dong sama si emak yang temen daku itu, anaknya emang begituan? baru juga esempe.. katanya udah biasa disana maaaaahhh.. *tepok jidat.. yang penting jangan sampe kena penyakit sekarang.. dilarang juga percuma, kudu tinggal di indonesia bukan di belanda gitu katanya..

    dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung.. ga usahlah omongin agama ato moral.. masih mending bercinta daripada merampok kan? ga ada yang rugi.. [ini omongan temen daku yang daku inget banget deh]

    BalasHapus
  47. *pukpuk jangan pingsan dong..
    nih daku cerita lagi ya.. ada ponakan daku tinggal di jogya, waktu lebaran berapa tahun lalu, bilang ke mbahkung [babeku] gini: "mbah, aku udah tidurtiduran loh sama pacarku di rumah kalu ga ada mama".. [pingsan beneran ga?]
    ternyata emang tidurtiduran dowang.. tapi sambil intip-intip "itunya" masingmasing.. ga lebih dari itu.. kawatir dah kita semua.. ajaran dari mana tuh.. umurnya baru 12 tahun saat itu.. sekarang udah sma lah..

    BalasHapus
  48. Adeh pingsan lagi mbak. Tuch anak polos banget apa kebangetan dech> ceritanya kaya' ga' punya dosa :(

    BalasHapus
  49. kalo mbak Ika "Wooow"... saya bilang "Lhoooo "... :)
    #smg anak2 kita dihindarkan dari pendidikan seperti ini, tugas kita semua ya Bu..

    BalasHapus
  50. :'(
    di usia saya sekarang, sebenarnya sudah dari doeloe berniat menikah #lha?
    Akhir-akhir ini sering baca tntang pendidikan anak, termasuk pendidikan sex, jadi membuat saya berfikir ulang. Jadi merasa kuatir gimana nanti memndidik mereka

    BalasHapus
  51. Berat tapi memang harus dijalani :)

    BalasHapus
  52. Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, let alone the content!. Thanks For Your article about Pendidikan Sex ala Barat | Ika Koentjoro& .

    BalasHapus
  53. innalillahi wa innailaihi rojiun... yang kyk begini ini slalu bikin sy paranoid. sedihnyaaa... jangan sampe atas nama HAM trus ada penggede2 yang maksain ni sistem kesini yah mbak. naudzubillah.

    BalasHapus
  54. Iya,,, entah apa yang melandasi mereka membuat kurikulum seperti itu

    BalasHapus
  55. Exactly what I was looking for, appreciate it for posting . "In England every man you meet is some man's son in America, he may be some man's father." by Ralph Waldo Emerson.

    BalasHapus
  56. Good blog post. I absolutely appreciate this site. Stick with it!

    BalasHapus