Menjijikkan tapi Uenak

22.50.00

Kalian pernah melihat binatang yang satu ini kawan,


    Belut segar

Ya, belut memang terlihat menjijikkan. Tapi siapa sangka, belut yang hidup di lumpur ini mengandung gizi yang cukup tinggi.

Sama seperti jenis ikan lainnya, daya cerna  protein  dalam  belut juga sangat tinggi. Cocok untuk dijadikan sumber protein bagi  semua kelompok  usia,  dari  bayi  hingga lansia.

Belut juga kaya akan zat besi,  jauh  lebih tinggi  dibandingkan  zat besi pada  telur dan daging. Selain itu belut  juga  kaya  akan fosfor, kandungan fosfornya dua kali lipat dibanding fosfor dalam telur.

Fosfor berfungsi sebagai  energi  dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat. Fosfor juga berfungsi sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, serta membantu penyerapan kalsium  yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Ibu hamil membutuhkan fosfor lebih tinggi, terutama  untuk  pembentukan tulang  janin.  Jika asupan fosfor  kurang,  janin  akan mengambil dari ibunya. Hal inilah yang menjadi salah  satu  penyebab tulang rapuh pada wanita lebih tinggi daripada pria.

Tingginya  kadar  asam glutamat dalam belut, membuat rasanya enak dan gurih walaupun dalam proses pematangan  tidak ditambahkan  penyedap  rasa (MSG). Seperti gambar dibawah ini.



Cukup goreng belut, kemudian buat sambal dengan komposisi bawang putih, garam, cabe dan sedikit kencur. Lebih enak jika bahan-bahan sambal di goreng terlebih dahulu kecuali kencur. Setelah sambal dihaluskan, campur dengan belut sambil dipenyet. Rasanya.....Hmmm Mak Nyus :D

Meskipun  memilik kandungan nilai gizi tinggi, lemak dalam belut juga cukup  tinggi lho. Kandungan lemak dalam belut mencapai  27  g per 100 g. Lebih tinggi dari lemak  dalam  telur  (11,5 g/100  g)  dan  daging  sapi (14,0 g/100 g). Kandungan lemak pada belut juga hampir  setara  dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g).

Jadi harus tetap berhati-hati jika ingin mengkonsumsi belut dalam jumlah lebih, terutama bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

You Might Also Like

0 komentar