Hakekat Perjalanan

18.17.00


 “Katakanlah, berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari pemulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”  (Qs. Al Ankabut[29]:19-20)


***


Ada banyak alasan seseorang melakukan sebuah perjalanan atau travelling. Dari yang sekedar ingin me-refresh pikiran dan menghilangkan kepenatan, perjalanan untuk menunaikan sebuah tugas, sampai perjalanan yang bersifat spiritual seperti mengunjungi tempat-tempat suci seperti Ka’bah di Mekkah. Pastinya akan banyak manfaat yang dapat dipetik tatkala kita melakukan sebuah perjalanan.

Dan dari sekian banyak manfaat dari sebuah perjalanan, ada yang patut kita garis bawahi bahwasannya apapun jenis perjalanan yang kita lakukan hendaklah perjalanan tersebut semakin mengasah kecerdasan ruhiyah kita.

“Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah dimuka bumi lalu  perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-Rum [30]; 42)


Sesungguhnya perjalanan yang kita lakukan akan semakin mencerdaskan kita, jika dalam perjalanan yang kita lakukan terdapat  obsevasi atau pengamatan terhadap hal-hal yang kita temukan. Keindahan alam, keberagaman budaya dan gaya hidup, aneka masakkan ataupun nilai-nilai yang terdapat ditempat-tempat yang kita singgahi.

Ketika kita menyaksikan keindahan alam ini, kita dapat mengamati dan merenungi kebesaran Allah SWT. Gunung yang kokoh menjulang tinggi, memberi penyadaran pada kita betapa kecilnya kita.

Dan hendaklah disetiap perjalanan yang kita lakukan, mampu membuat lisan kita berkata, Subhana maa kholaqta hadza bathila.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit-langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang sungguh ada tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mempunyai akal.


(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah saat dia berdiri, duduk dan berbaring, mereka memikirkan tentang penciptaan langit-langit dan bumi (seraya berkata) “Ya tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS Ali Imran [3]; 190-191)


You Might Also Like

23 komentar

  1. Makasih mba dah ngingetin ^-^

    BalasHapus
  2. Sama2 :) semangat tuk melakukan travelling ya, biar jiwa juga terasah kecerdasannya

    BalasHapus
  3. jd inget kalo ke mbelan, sepanjang perjalanan bisa melihat gunung, bukit dan jalan yg berkelok2... sungguh indah :D

    BalasHapus
  4. Wah wah, ini hobby travelling juga to mbak? :)

    *nice post mbak. :D

    BalasHapus
  5. Hobby, tapi sekarang terbentur kerjaan dan anak. Dulu waktu masih sendiri seneng banget jalan2.

    BalasHapus
  6. Sekarang masih terlihat ndak ya ndin gunungnya? Coz sekarang dah banyak banget tumbuhan betonnya :D

    BalasHapus
  7. Wah, mumpung belum punya anak, saya harus sering mbolang nih kayaknya. :)

    BalasHapus
  8. Kalo sudah punya anak repot kalo mau jalan-jalan. Bawaannya seabrek :D

    BalasHapus
  9. Hehehehe. . Iya sih mbak. Wah, bener juga ini. :D

    BalasHapus
  10. masih sih mba, cm sejukan dulu ngeliatnya :D

    BalasHapus
  11. Dan yg paling penting adalah kalau jalan2nya itu diongkosin.
    Hahahaa..

    BalasHapus
  12. Betul banget om. Khan salah satu enaknya jurnalis travelling tuch bisa jalan2 kemana2 bukannya bayar malah dibayar :D

    BalasHapus
  13. cinta banget aku sama postingan mu ini mbakkkkk ;-) ;-)
    aku juga suka jalan2 mbak...banget malahan...

    BalasHapus
  14. Karena kita udah sama2 ' kabotan sungu' alias udah beranak pinak, maka yuk agendakan acara jalan2 ini sesama emak - emak...# hayaahhh !!!

    Btw, postinganya mantab Mbak..jempol 4 deh..!!




    # btw, postinganya mangstab Mbak...jempol 4 buat MA

    BalasHapus
  15. Iya, kapan2 para emak mengadakan "Me Time" yuuuk.Btw, jempol kakinya bau ndak tuch ha....ha...ha :D

    BalasHapus
  16. yaa, refreshing dapat membuat sel-sel saraf otak yang menegang menjadi renggang shingga dpat membuka diri menerima estetika kehidupan. :)

    BalasHapus
  17. jalan jalan juga jangan hanya menguras kantong tapi juga harus diniatkan menambah cinta kepadaNya dengan mendyukuri ciptaanNya disepanjang jalan :)

    BalasHapus
  18. Betul sekali, biar tambah semangat lagi ya :)

    BalasHapus
  19. Betul sekali mil. Kalo jalan2 hanya nguras kantong kita tidak semakin cerdas donk :D

    BalasHapus
  20. keharusan dibalik traveling : )
    ada makna tafakurnya ya, nice Ika

    BalasHapus