Bunga Bangkai di Kebun Tetangga

22.20.00

Kalau boleh jujur, saya jarang banget beranjangsana ke tempat tetangga. Alasannya klise, sibuk. Selain itu ada alasan lain kenapa saya jarang ke tempat tetangga utawa nonggo (bahasa jawa-pen). Kebetulan sebelah kanan rumah saya kebon bambu, sebelah kiri saya kalau musim hujan datang temulawaknya tumbuh hampir setinggi dada orang dewasa dan kebetulan sekali di depan rumah saya membentang sawah sejauh mata memandang. So, tetangga hanya ada dibelakang rumah. Itupun kalau mau kesana harus melewati rimbunnya batang temulawak. Jadi klop malesnya :D

Kebetulan beberapa waktu lalu tetangga belakang rumah punya hajat. Ada salah satu dari anggota keluarganya akan menunaikan ibadah haji. So, nggak enak dong kalo nggak nonggol buat bantu-bantu. Ya, walaupun cuma lap piring dan gelas, paling tidak saya tidak dicap anti social :D

Nah, waktu melintasi kebun tetangga itulah saya melihat ada bunga bangkai yang sedang mekar kira-kira setinggi lutut orang dewasa.

Saya tunggu-tunggu sampai satu minggu, bunga bukannya tambah tinggi seperti yang pernah saya liat difoto waktu pelajaran biologi dulu, eh malah mati :( Setelah bertanya mbah google, ternyata bunga bangkai mekar untuk waktu satu minggu, kemudian layu.

Tapi tak berapa lama muncul kuncup diarea seputar tumbuhnya bunga bangkai yang pertama.

    Kuncup bunga bangkai

    Bunga bangkai mekar sempurna

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga melihat bunga bangkai. Tak perlu jauh-jauh ke Kebun Raya Bogor. Yah, walaupun saya harus puas melihat bunga bangkai yang hanya setinggi lutut.

You Might Also Like

0 komentar