Ketika Anak Jauh Dari Orang Tua

13.15.00

Bib..bib.. Begitu hp diangkat terdengar suara si kakak, “Bunda, hamid mau pulaaaaaaaaang. Mau tinggal sama bunda aja.” Tanpa perlu dikomando, air matapun jatuh tak bisa dibendung lagi. Dan ayahnya yang berada disamping saya mencoba menguatakan dengan berkata, “Sabar bun, kuat, Insya Allah ada jalan.”  Itu pengalaman saya diawal-awal berpisah dengan si kakak. Rasanya berat sekali. Berat buat semua, baik keluarga yang ditinggal ataupun buat si anak.


Ada kalanya karena berbagai hal anak terpisah domisili dari orangtuanya. Entah disebabkan karier orang tua ataupun karena tuntutan pendidikan. Seperti yang terjadi dengan anak saya. Saya mantap ingin menyekolahkan anak saya di Jogja. Sementara saya dan keluarga tinggal di purworejo.

Tentunya keputusan berpisah dengan buah hati diambil semata-mata demi masa depan yang lebih baik. Walaupun begitu, banyak konsekuensi yang akan menyertai pilihan tersebut. Hal yang perlu diingat, jangan sampai keputusan itu menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu. Jangan sampai pula anak merasa tidak diperhatikan ataupun diabaikan.

Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan kelak ketika dewasa anak akan mengalami gangguan terkait psikologisnya. Biasanya anak jadi cenderung tertutup. Atau kadang membuat ulah untuk mendapatkan perhatian dari orang lain, bahkan bisa jadi ia memiliki kepribadian yang rapuh.

Komunikasi

Usahakan untuk berkomunikasi aktif dengan anak. Buat kesepakatan waktu untuk berkomunikasi. Hal ini penting agar anak tetap merasa diperhatikan dan tetap diberi curahan kasih sayang. Jika bosan menggunakan telepon, anda bisa memanfaatkan sarana lain seperti chatting ataupun webcam.

Jika anak masih balita, luangkan waktu untuk bertemu pada saat ayah maupun bunda libur ataupun ketika ada waktu senggang. Sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman sangat mereka butuhkan.

Menjaga kedekatan hati

Ada saatnya untuk membuat jadwal pertemuan keluarga. Entah hanya kumpul-kumpul dirumah ataupun jalan-jalan keluar bersama. Saat-saat berkumpul adalah saat untuk mengeratkatkan ikatan hati dan menjaga kehangatan keluarga. Buatlah family time yang mengesankan agar saat berkumpul dengan keluarga menjadi saat yang dinantikan semua anggota keluarga. Kita sebagai orang tua harus bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga. Walaupun kita bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi ingat! Anak tidak hanya butuh materi saja, ia juga butuh kasih sayang dan perhatian kita :)





Gambar diambil disini

You Might Also Like

0 komentar